Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 207


__ADS_3

Gina tak bisa berbuat banyak karena Alden datang untuk memperingati jangan coba-coba merencanakan pembunuhan lagi,Riko yang memberitahu Alden.bukan Riko berniat jahat pada Gina.Gina sangat keras kepala,Riko tak bisa mengatasinya.


Gina tak menyangka orang dibelakang Devano adalah orang yang sangat kaya dan berbahaya.Apalagi saat Gina tau siapa Khanaya .Sikap keras kepala Gina bisa luluh di hadapan Alden.Gina terpesona dengan ketampanan Alden,tapi Gina sadar diri siapa pria dihadapannya itu.


Masa-masa yang Gina lewati di ruang tahanan sangat menyedihkan,terbiasa hidup glamor membuat Gina mengalami depresi dan tertekan.


Beberapa bulan kemudian


Khansa melahirkan lebih dulu,Khansa melahirkan seorang putri cantik dan diberi nama Kalandra Quenzy.Kehadiran Kala membawa kebahagiaan untuk seluruh keluarga.Walau proses setelah melahirkan, Khansa sempat diwarnai ketegangan karena Khansa sempat pendarahan hebat.Namun Khansa bisa melewati masa kritisnya.


Kesehatan Khansa semakin membaik,kini ia sudah bisa beraktivitas normal kembali,walau hampir semua pekerjaan di handle para asisten rumah tangga,Alden tak akan membiarkan istrinya kelelahan.Alden sangat khawatir saat Khansa sempat kritis.Khansa pun hanya fokus merawat putrinya Kala.


Kehadiran putrinya membawa kebahagian besar pada diri Khansa,Alden dan juga keluarga besarnya.


Khanaya sering sekali mengunjungi sang keponakan.Namum akhir-akhir ini karena kandungan Khanaya yang sudah mulai memasuki usia 9 bulan,Khanaya sekarang hanya bisa bersantai di rumah saat ia merindukan Kala ia akan menghubungi Khansa walau sekedar melihat wajah menggemaskan Kala.


Davano melihat sang istri sedang menonton televisi,sambil makan cemilan kesukaannya.


Davano baru menyelesaikan pekerjaannya yang ia kerjakan dirumah,sejak kandungan Khanaya semakin besar Devano memilih untuk bekerja dirumah saja sambil mengawasi sang istri.semua pekerjaan kantor di pegang oleh kepercayaan Devano.

__ADS_1


"Sayang,,"Devano mencium pucuk kepala Khanaya hal yang sering Devano lakukan pada istrinya dan Khanaya sudah terbiasa dengan itu.


"Sudah selesai pekerjaannya Kak Dev???"Tanya Khanaya yang masih asik menonton Drama China favoritnya.


"Sudah sayang"Devano memilih duduk disamping istrinya.


Khanaya melingkarkan tangannya memeluk sang suami.dan menyandarkan kepalanya di bahu Devano.


"Aku suka dengan aroma ini"ucap Khanaya dan terus mengendus aroma maskulin suaminya.


Devano membiarkan sang istri bergerilya pada tubuhnya.Namun secara tiba-tiba perut Khanaya mengalami kontraksi.


Devano pun langsung memeriksa keadaan istrinya.Devano banyak bertanya seputar kehamilan dan tanda akan melahirkan pada dokter kandungan sejak Khanaya hamil.Jadi Devano bisa pastikan sang istri sedang mengalami kontraksi.


"Bertahan sayang,kita akan kerumah sakit".Devano segera memasukkan semua keperluan kedalam mobil yang sudah Khanaya siapkan sebelumnya.


Setelah semua selesai Devano menggandeng sang istri berjalan perlahan menuju mobil,rasa sakit yang Khanaya alami tadi sedikit hilang.


Sampai dirumah sakit,Khanaya langsung menuju ruang persalinan.Rasa sakitnya mulai sering datang.Khanaya hanya meringis kecil,Dokter pun sudah bersiap untuk menangani proses melahirkan Khanaya.

__ADS_1


Setelah mendapat kabar dari Devano Khanaya akan melahirkan,Mami Yola dan Papi Taufan bergegas kerumah sakit.Papa Rendra mendengar menantunya ingin melahirkan juga langsung menuju rumah sakit.


Pembukaan lengkap,Khanaya mulai mengatur nafas sesuai perintah Dokter dan mulai mengejan.Devano mendampingi dengan cemas namun ia tak ingin Khanaya melihatnya.


Rasa khawatir tentu ada apalagi mengingat kejadian Khansa yang melahirkan lebih dulu dan mengalami kritis.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya sang bayi pun lahir.


Bayi laki-laki lahir dengan normal,Tangis bayi menggema didalam ruang persalinan itu.


"Selamat bayi Tuan dan Nyonya berjenis kelamin laki-laki".Ucap Dokter itu.


Khanaya dan Davano menangis bahagia.Devano terus mencium kening sang istri.


"Terima kasih sayang sudah berjuang untuk melahirkan anak kita".Bisik Devano.


Khanaya hanya bisa menangis.


Suster pun membawa sang bayi untuk dibersihkan,dan Khanaya juga dalam penanganan Dokter.

__ADS_1


__ADS_2