
"Astaga Kila apa benar selama ini Richo belum mencintaimu?" Tanya nyonya besar kaget karena selama ini Richo begitu perhatian pada Kila dan itu membuatnya berfikir kalau Richo sudah mencintai Kila dan melupakan Sinta tapi ternyata pikirannya salah.
"Iya mom, jadi jangan memberitahu mas Richo tentang penyakit ku ini"
"Baiklah tapi kamu harus rutin minum obat dan mengikuti serangkaian pengobatan yang disarankan oleh dokter"
"Iya mom" Jawab Kila semakin mengeratkan pelukannya dan mulai memejamkan matanya dalam pelukan hangat nyonya besar.
Tidak terasa kini Kila dan nyonya besar sudah tiba di rumah dan segera turun dari mobil masuk kedalam rumah.
"Ibu..." Teriak princess berlari menghampiri Kila dan nyonya besar yang masih berada diruang tamu.
Melihat putri kecilnya berlari kearahnya Kila tersenyum membungkukkan badan dan merentangkan kedua tangannya menyambut tubuh mungil putri kecilnya.
"Sayang kenapa belum tidur siang?" Tanya Kila setelah putri kecilnya itu berada dalam gendongannya.
"Cila menungu ibu Puyang" Ucap Princess mengalungkan kedua tangan dileher Kila.
"Baiklah kita akan tidur siang bersama, sekarang kemana kakak-kakak mu itu?" Tanya Kila menanyakan ke-tiga anak laki-lakinya.
"Kakak cudah tidong" Jawab Princess memeluk leher Kila.
"Mom Kila kekamar dulu ya..." Pamit Kila pada nyonya besar.
"Ya, beristirahatlah jangan sering-sering mengendong Inces nanti kamu kelelahan" Jawab nyonya besar memperingati Kila agar iya tidak kecapean.
"Iya mom" Jawab Kila kemudian meninggalkan nyonya besar diruang tamu menuju kamar pribadinya.
Kila membuka pintu kamarnya setelah ia sampai didepan pintu kamarnya dan masuk kedalam.
Kila menurunkan Princessa di atas ranjangnya kemudian ia meletakan tasnya dilemari yang khusus untuk menaruh tas miliknya dan mengambil pakaian ganti.
setelah berganti pakaian ia naik keatas ranjangnya dan menidurkan Princess
Kila menatap dan mengusap lembut kepala putri kecilnya yang terlelap dalam tidurnya dengan penuh kesedihan. Iya takut jika dirinya tidak bisa menemani dan melihat putri kecilnya itu lagi.
__ADS_1
Ya Tuhan apakah ini sudah waktunya aku kembali padamu, jika memang ini waktu yang tepat untuk aku kembali padamu maka aku memohon padamu jagalah ke-empat anak-anak ku dan juga suamiku. Tuhan jika aku nanti kembali padamu maka jangan buat orang-orang yang aku cintai bersedih buatlah mereka selalu bahagia. Batin Kila pilu, hingga tidak terasa air mata Kila menetes.
Tok tok tok
Kila menghapus air matanya saat mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar.
"Masuk!" Teriak Kila masih tak bergeming dari tempatnya.
Cklek
pintu terbuka dan masuklah Richo kedalam kamar pribadinya.
"Mas Richo jam segini kok sudah pulang, inikan masih jam 1" Tanya Kila heran saat yang muncul dibalik pintu ternyata adalah Richo.
"Iya aku malas berada dikantor lagipula hari ini tidak ada jadwal yang penting" Jawab Richo duduk disamping princess yang terlelap dalam tidurnya.
"Oh ya udah mas ganti baju aja dulu setelah itu makan siang" Perintah Kila menatap Richo
"nanti dulu aku masih merindukan Inches" Jawab Richo kemudian ia berbaring memeluk princess.
"Iya" Jawab Richo tersenyum mengusap kepala Kila.
Kila berlahan-lahan memejamkan matanya saat Richo mengusap-usap kepala Kila. Richo juga ikut memejamkan matanya saat melihat Kila sudah mulai terlelap dalam tidurnya.
Malam pun tiba selesai makan malam Kila langsung kekamarnya Sedangkan Richo masuk kedalam ruang kerja.
Richo duduk dibalik meja kerjanya dan sibuk mengotak-atik laptopnya mengerjakan semua pekerjaan.
Disaat Richo sibuk mengerjakan pekerjaannya nyonya besar masuk kedalam ruang kerja Riko dan duduk didepannya.
"Ada apa mom?" Tanya Richo setelah nyonya besar duduk.
"Bisakah kamu mencintai Kila sedikit saja?" Ucap nyonya besar dengan serius.
"Kenapa mommy tiba-tiba menanyakan itu?" Tanya Richo mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Karena ini sudah terlalu lama Richo dan kamu tidak boleh seperti ini kasihan dia yang selalu mengharap cinta darimu"
"Sabarlah mom aku pasti akan mencintainya dan mengungkapkan perasaanku tapi tidak sekarang"
"lalu sampai kapan?"
"Nanti sebentar lagi"
"Apa kamu menunggu hingga istrimu itu meninggal dan kamu baru mengungkapkan cintamu. Jika memang kamu tidak bisa mencintai Kila tinggalkan dia" Ucap nyonya besar merasa kesal pada putarannya itu. Iya tidak habis pikir kenapa Richo sekeras itu mempertahankan cintanya pada Sinta. Padahal ia sudah menikah hampir 5 tahun dengan Kila.
"Kenapa mommy bicara seperti itu? Aku tidak akan akan pernah meninggalkan Kila dan dia akan tetap menjadi istriku selamanya yang akan menemani hari-hariku!" Ucap Richo sedikit tersulut emosi karena perkataan nyonya besar.
"Karena mami sangat menyayanginya dan ingatlah Richo jika kamu terus-terusan seperti ini kamu akan menyesalinya, jika nanti dia sudah pergi dari sisimu. Mommy mohon sekali saja buatlah dia bahagia jika memang kamu tidak ingin meninggalkannya" Ucap nyonya besar menitikkan air matanya karena tidak bisa menahan kesedihannya. Semenjak pulang dari rumasakit nyonya besar begitu sedih mengetahui kenyataan yang telah ada, jika Kila mengidap penyakit kanker darah. Rasanya ia ingin sekali mengatakan pada Richo tentang keadaan Kila, tapi nyonya besar menahannya karena ia sudah terlanjur berjanji pada Kila. Lagipula Richo tidak mencintainya jadi itu akan sia-sia saja dan tidak akan merubah semua.
Setelah berkata demikian nyonya besar keluar dari ruang kerja milik Richo.
Richo yang melihat nyonya besar menangis merasa ada yang aneh, pasalnya nyonya besar tidak akan menangis jika hanya permasalahan dirinya yang belum bisa menerima Kila sebagai istrinya maka itu tidak akan mungkin. Pasti ini ada yang telah terjadi dan disembunyikan dari dirinya.
"Aku harus mencari tahu apa sebenarnya terjadi" Gumam Richo.
Richo menutup laptopnya dan keluar dari ruang kerjanya menuju kamarnya disana ia melihat Kila tengah tertidur dengan pulas memeluk gulingnya. Richo naik ke-atas ranjangnya. Richo memeluk Kila dan membelai pipi Kila.
Sabarlah aku akan mengatakan semua yang kamu inginkan selama ini dihari ulangtahun pernikahan kita nanti. setelah itu kita akan pergi bulan madu yang tidak pernah kita lakukan selama kita menikah. Batin Richo kemudian ia masuk kedalam selimut dan memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
Dikamar nyonya besar
Nyonya besar menelpon orang kepercayaannya untuk mencarikan dokter spesialis kangker darah yang paling canggih dan handal yang ada diluar negri serta membawanya ke Indonesia. Agar Kila tidak perlu keluar negri dan bisa melakukan pengobatan disini. Untuk masalah pembayaran itu tidak jadi masalah asalkan Kila sembuh maka berapa pun biayanya maka nyonya besar pasti akan menyanggupinya. Sungguh nyonya besar tidak ingin terjadi apa-apa pada Kila.
Bersambung....
buat teman-teman maaf ya upaya lama soalnya author lagi ada kesibukan di dunia nyata.
jangan lupa like dan komen ya
jangan lupa juga terus dibaca karena sebentar lagi akan tamat jadi tunggu aja apa kah Kila akan membawa cintanya sampai mati sebelum Richo menyatakan cinta atau Kila akan mendapatkan cintanya dan hidup bahagia bersama orang yang ia cintai.
__ADS_1
selamat membaca semoga terhibur.