
Sudah 3 hari Lana tidak ke rumah sakit begitu pun Ivan yang setia menemani Lana di rumah dan merawatnya.
Ivan memakai stetoskopnya dan kembali memeriksa Lana. Hari ini hari ke 3 infus yang Lana pakai sudah bisa dicabut.
"bagaimana?? apa masih pusing??". Ivan bertanya pada Lana
"tidak dok.. sudah sangat baik".
"apa?? dok??" Ivan mengernyitkan dahinya.
"bukankah kamu dokter jadi ya kupanggil dok". Lana mengerucutkan bibirnya.
"aku mau kamu panggil aku "sayang"... " Ivan tersenyum tipis.
blusshh... wajah Lana merona merah
"Aah.. emmm.. apa kamu tidak ke kantor?? sudah 3 hari kamu ngerawat aku di sini". Lana mencoba mengalihkan perhatian Ivan.
"setelah kita sarapan, aku akan kembali ke apartemen dan langsung ke kantor"
"Oh... begitu.. "
"kalaupun kamu masih ingin kutemani akan ku cancel semua jadwalku, lagipula semua sudah di jadwal ulang untuk minggu depan". jawab enteng Ivan enteng.
"ti.. tidak.. tidak.. aku sudah sangat berterima kasih untuk semuanya, hari ini aku sudah lebih baik, besok pagi aku akan kembali jadwal jaga". jawab Lana terbata karena takut Ivan akan kekeh tetap di rumahnya.
"hmmm.. boleh aku tanya sesuatu??"
"iya tentu..." jawab Ivan..
" kenapa waktu itu kamu sampai terpeleset kulit pisang??
"oh itu.. sebenarnya aku ingin bikin kejutan ke kakek karena hari itu aku baru tiba di tanah air, sengaja parkir mobil agak jauh lalu menyebrang jalan dan kepleset kulit pisang. sampai di rumah kakek eeh.. kakek sedang keluar kota, jadilah kejutanku batal. Tapi setidaknya tidak sia sia karena aku ketabrak kamu". Ivan menjelaskan pada Lana
"maksudnya?" Lana bingung
__ADS_1
"Ya ga sia sia ketabrak cewek secantik kamu" goda Ivan.
"hmmm.. mulai gombal". gerutu Lana
Mereka akhirnya sarapan bersama, infus di tangan Lana sudah tercabut, Lana juga sudah tidak merasa lemas atau pusing, mereka makan dalam hening..
Ivan kembali ke apartemen sementara Lana masih beristirahat di rumahnya.
"Pagi Yo.. gimana ada kabar apa selama saya tidak ada?" Ivan bertanya sambil melihat gadgetnya.
"semua jadwal sudah dialihkan untuk minggu depan Pak, hari ini ada pemberitahuan kalau akreditasi akan dimulai pertengahan bulan" Rio menjelaskan.
"bagus, tolong kosongkan jadwal saya awal bulan karena ada acara wisuda di kampus". entah mengapa Ivan tersenyum saat mengatakannya.
"Baik Pak.. "
tanpa Rio sadari Cahya memperhatikan dari sisi yang lain.. saat Rio hendak menoleh ke satu arah disana ternyata sudah ada Cahya yang menatapnya akhirnya pandangan mereka bertemu untuk beberapa saat.
Rio tersenyum dan Cahya kaget dibuatnya hingga gelagapan mau membalas senyum atau memalingkan mukanya.
di rumah Lana
kalimat itu terngiang di telinga Lana yang membuat pipinya tiba2 merona merah.
"apa ini cinta? yang seperti orang2 bilang?" Lana bergumam dalam hatinya..
hingga suara ketukan pintu dari luar rumahnya.
"tok.. tok.. tok.. Lan.. loe di rumah??" Santi datang berkunjung pagi itu.
"Iyaa... bentar... , Eh loe San.. "
"iye.. ini gue.. gimana sih Lan.. sakit ga kabar kabari!!" sungut Santi ke Lana
"maaf gue ga sempat berkabar habis lemes banget"
__ADS_1
"iye gue juga baru tau kemarin malam, soalnya dah 2 hari gue keluar kota sama Dio nyari Ular"
"serem amat nyari Ular"
"Iya.. soalnya buat bahan sidang akhir Dio.. Lan"
Santi dan Lana berbincang cukup lama, hingga akhirnya ponsel Lana berdering tertulis "Direktur aneh"
Lana hanya tersenyum melihat ponselnya membuat Santi bingung sendiri.
"Lan... kok ga di angkat sih..??". seru Santi
"Hmmm.. oke gue angkat dulu ya??". Lana sedikit menjauh dari Santi namun ucapan Lana masih sedikit dapat didengar Santi.
"Iya Halo.. ?". ucap Lana
"Apa kamu sudah makan dan minum obatnya??" Ivan bertanya di ujung telpon.
"Sebentar lagi, aku akan makan siang sama Santi". Lana menjawab walaupun terdengar aneh bagi Lana karena ia harus mengatakan itu.
"ngapain juga gue bilang2 mau makan sama temen, pacar bukan" Lana bergumam dalam hati.
"baiklah.. jaga dirimu". Ivan menutup telponnya.
"orang yang aneh". Lana komat kamit sambil kembali duduk di dekat Santi.
"Siapa Lan?? pake rahasia2 an sama gue!". sungut Santi
"Aaah bukan siapa2 kok, cuma operator bank nanya data2" Lana tak mengatakan kalau yang menelpon adalah Ivan, bisa heboh si Santi nanti.
belum lima menit Lana duduk bersama Santi menikmati makanan mereka ponsel Lana kembali berbunyi. sebuah pesan masuk
"Menikahlah denganku, Aku mencintaimu"
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.. ". Lana yang sedang minum hampir menyemburkan minumannya, ia tersedak.
__ADS_1
"Lan.. loe ga pa2!!". Santi panik dan menepuk punggung Lana pelan.
"Gue.. gue.. ga pa2.. San". Lana berusaha menetralkan dirinya.