Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
makan malam


__ADS_3

Lana mondar mandir di kamarnya, jam menunjukkan pukul 17.30 sore.


Lana bingung harus bagaimana, makan malam dengan orang yang wajahnya saja tak nampak makin membuat Lana frustasi.


"Duuh.. gimana kalau tu direktur tua perut buncit.. aaaaahh tidaaakk.. kenapa gini banget sih". tak sadar Lana meneteskan air matanya.


"diajak bicara ga menghadap ke orangnya gimana coba..". Lana berusaha menetralkan pikirannya.


Tibalah waktu yang ditentukan untuk makan malam bersama sang direktur yang misterius.


Lana tiba di lobby rumah sakit tepat pukul 20.00.


banyak teman yang menyapanya tanpa ada yang tau kenapa Lana berada di lobby malam itu.


"dokter Lana.. silahkan ikut saya.. " sapa asisten Rio


"oh iya... ". Lana melangkah pergi mengikuti asisten Rio menuju parkir khusus dewan direksi.


Asisten Rio membukakan pintu mobil untuk Lana. dan mempersilahkan untuk duduk di depan disamping kemudi.


Lana melihat asisten Rio berjalan menjauhi mobil itu san meninggalkan Lana sendirian.


"Apalagi ini... awas aja macam2..." Lana komat kamit sendiri, sampai ada yang membuka pintu sebelah kemudi dan duduk di sebelah Lana. Ia pun menoleh dan...

__ADS_1


Ivan dan Lana saling bertemu pandang, malam ini Ivan sangat tampan dengan kemeja panjang yang dilipat sampai siku dan dua kancing baju yang dibiarkan terbuka sebenarnya membuat Lana terpukau.


"Ehmm.... eh.. si.. siiapa kamu??" tanya Lana terbata bata


"Bukankah kita akan makan malam?". jawab enteng Ivan ke Lana..


"jadi ka.. ka..kamu.. !" Lana tak menyelesaikan ucapannya.


"tenang saja, aku bukan orang yang arogan yang memanfaatkan jabatanku hingga kamu batal koas atau batal jadi dokter". Ivan mulai memutar kemudinya keluar parkir rumah sakit.


"Lalu kenapa tadi, kamu.. eeh.. maksud saya anda"


"pake aku kamu aja lebih baik". Ivan fokus mengemudi


"Eh... tapi itu kan ga sengaja.. lagian aku juga ga tau siapa kamu!" Lana dengan sewotnya menjawab dan membuang muka ke luar kaca mobil.


"ILana Saraswati... ". panggil Ivan dengan lembutnya membuat Lana memegangi dadanya karena ada debaran aneh yang Ia rasa.


"hmmm... apa panggil2!". Lana sewot


Ivan menghentikan laju mobilnya karena suara alarm seat belt yang terus berbunyi.


Ia mendekatkan diri ke arah Lana, mengikis jarak antara mereka yang hanya sejengkal saja.

__ADS_1


"hmmmm.. mau apa orang ini!!" Lana ngedumel dalam hati dan akhirnya bunyi cekrek membuyarkan pikirannya..


Lana membuang nafas kasar dan menatap jalanan malam itu, hening sampai kurang lebih 30 menit mereka sampai di sebuah hotel bintang lima dengan pemandangan lampu kota yang indah.


Ivan menghentikan mobil mewahnya tepat di depan lobby dan kemudian menyerahkan kunci pada petugas parkir malam itu, petugas itu mengangguk penuh hormat pada Ivan.


Ivan membukakan pintu mobil untuk Lana, Iya mengulurkan tangan pada Lana tapi terlambat karena saking sewotnya Lana tak menghiraukannya.


Lana berdiri mematung di depan Lobby hotel itu baru kali ini Ia pergi ke tempat semewah itu walaupun Lana seorang dokter tapi dia jarang pergi ke tempat mewah apalagi tempat seperti ini.


"Ekhm... ayo masuk".. Ivan hendak melangkah masuk namun ia meraih tangan Lana dan menautkan di lengannya. hal ini membuat Lana kaget dan berusaha melepaskan tangannya.


"bukankah sudah kubilang ga ada kontak fisik!". Lana semakin sewot


"Ini bukan kontak fisik, ini gandengan kalau kontak fisik itu memeluk mencium". Ivan dengan enteng berkata.


"sudahlah... nanti dikira aku menelantarkan seorang wanita cantik sendirian kesasar di depan lobby".


blussshhh... wajah Lana tiba2 merona, ia kembali memegangi dadanya karena degub jantungnya yang kembali tak beraturan.


"hiiih.. nih jantung ama pipi kalian durhaka padaku!!" pekik Lana dalam hatinya.


Semua orang yang ada di situ memandang mereka dengan pandangan takjub. walaupun pakain mereka tidak mencolok tapi Ivan yang tinggi putih dan tampan serta tubuh yang tegap atletis ditambah Lana yang sepundak Ivan anggun dan cantik, membuat mereka bagai dewa dan dewi yang turun dari langit.

__ADS_1


__ADS_2