
Melihat ada peluang Chelsi akhirnya bisa menyelinap masuk kedalam perusahaan Devano.
"Nasib ku memang beruntung sekali"Sorak Chelsi didalam hatinya.
Dengan menyamar sebagai salah satu wartawan yang sedang mewawancara Devano dan Khanaya tanpa ada yang curiga.Chelsi diam-diam mengeluarkan pistolnya dan akan segera menembak Khanaya lebih dulu.
"Duaarrrrrrrrrrrrr"Satu tembakan terdengar membuat semua yang berada di ruangan langsung berhamburan keluar.
Khanaya menutup mata dan telinganya karena dentuman kuat.
Darah mengalir deras seseorang sedang terkapar dilantai.
Devano yang masih Shock dengan kejadian yang begitu cepat ini langsung memeluk Khanaya.
"Jangan melihatnya"Devano terus memeluk erat tubuh Khanaya.
"A,,,p,,,a ya,,ng terjadi Kak Dev????"Tanya Khanaya gugup detak jantungnya sudah tak beraturan.
__ADS_1
"Kalian cepat lihat siapa dia,bagaimana penyusup itu bisa masuk!!!!!!"Teriak Dev pada beberapa keamanan yang sedang bertugas.
Para keamanan segera membuka masker dan rambut palsu yang menutupi wajah Chelsi.
Ia meringis kesakitan karena tembakan Devano tepat mengenai tangan kanannya.
Ya Devano merasa curiga dengan gerak gerik salah satu wartawan yang gelisah dan selalu memasukan tangannya kedalam saku celananya.saat ia melihat ada bahaya Devano segera menarik Pistol yang ia siapkan sebelum wawancara untuk perlindungan jika sewaktu-waktu dalam bahaya.
Para keamanan lain mengamankan pistol yang Chelsi bawa.dan segera memborgol tangan Chelsi agar tidak berontak.
"Chelsi!!!!!!!!"Geram Devano saat Chelsi mengangkat wajahnya dan tersenyum mengejek.
"Berhenti tertawa Chelsi,kamu akan mendekam didalam penjara selamanya".
"Cihhhhhh kenapa tak membunuh ku saja Devano,,aku lebih baik mati dari ada harus membusuk di penjara".Chelsi terus menantang Devano
"Aku bisa saja membunuhmu sekarang,tapi aku tak mau mengotori tanganku untuk wanita sepertimu".Ucap Devano
__ADS_1
Chelsi meraung ia juga tak menyangka dirinya bakal berbuat seperti ini rasa sakit hati ya begitu besar dan api balas dendam di dadanya juga sedang berkobar.
Pria yang dari kecil sangat ia sukai ternyata tak pernah menaruh hati padanya,Chelsi kecewa saat Devano menolak perjodohan dan memilih wanita lain yang baru ia kenal saat dewasa.
"Dev,,apa rasa cintaku tidak begitu besar,aku sejak dulu menyukaimu Dev".Lirih Chelsi ia ingin meyakinkan Devano.
"Cinta????kamu itu hanya terobsesi padaku Chelsi,Kamu ingat memukul seorang gadis kecil yang tak sengaja menabrak ku dan mengatakan aku milikmu dan tidak ada yang boleh mendekatiku,dari situ aku tidak respect padamu,jiwa membunuhmu sudah ada sejak dulu Chelsi".Ucap Devano
Khanaya seperti mengingat sesuatu saat ia kecil dulu pernah di pukul seorang anak perempuan yang usianya diatasnya.hingga menyebabkan kepalanya robek dan harus di jahit.itu terjadi karena ia tak sengaja menabrak seorang anak laki-laki yang sedang membeli Es cream.
Namun ia tak ingin menanyakan langsung pada Devano tentang itu mengingat situasi sekarang,mungkin saja orang yang melakukan itu padanya dulu adalah orang yang berbeda pikir Khanaya.
"Iya sampai sekarang pun kamu itu milikku,tapi sekarang gadis ini merebut mu,kamu ngga akan pernah hidup tenang Khanaya"Teriak Chelsi sebelum ia tidak sadarkan diri karena kehabisan banyak darah.
Khanaya menangis ia juga tak tega melihat Chelsi seperti ini,merasa dirinya sangat bersalah karena telah mengambil cinta pertama seorang Chelsi.
Para wartawan pun langsung menyiarkan kejadian mencekam ini dan saat yang bersamaan Khansa melihat siaran langsung sebuah stasiun televisi.
__ADS_1
"Mas!!!!!!!!!!!"Jerit Khansa saat melihat laporan berita percobaan pembunuhan terhadap adiknya.
Happy reading gaessssssss😍😍😍