Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.83


__ADS_3

"Baik dok saya harap Kila tidak sampai dirawat disini" Harap nyonya besar karena jika Kila dirawat dirumasakit maka Richo akan curiga dan tahu kalau Kila sakit. Sebenarnya ia tidak tega untuk tidak memberitahu Richo tapi ini semua karena permintaan Kila dan nyonya besar tidak mau membuat Kila kecewa karena Kila sudah mempercayainya.


"oh tidak perlu nyonya besar, begitu nyonya muda Kila merasa badannya kuat maka nyonya muda Kila langsung boleh pulang" Jawab dokter Sefan.


Dua jam kemudian Kila terbangun dari tidurnya ia merasakan badannya mulai kuat kembali.


"Kila kamu tidurnya pulas sekali nak, apakah sekarang badanmu sudah enakan?" Tanya nyonya besar tersenyum membelai rambut Kila.


"Sekarang sudah jauh lebih baik mom" Jawab Kila tersenyum.


nyonya besar mengambil piring yang berisi makanan untuk Kila agar Kila makan dan segera pulih.


"Ayo nak makan dulu" Perintah nyonya besar menyuapi Kila.


"Iya mom" Jawab Kila membuka mulutnya dan nyonya besar pun menyuapkan nasi beserta lauknya kedalam mulutnya Kila.


Baru beberapa suapan nyonya besar menyuapi Kila namun Kila sudah menolaknya.


"Sudah mom" Tolak Kila menggelengkan kepalanya.


"Kamu baru makan sedikit Kila, ayo makan lagi!" Ucap nyonya besar dengan sabar.


"Tidak mom aku sudah kenyang" Tolak Kila sekali lagi.


"Baiklah, sekarang minumlah" nyonya besar memberikan segelas air putih pada Kila.


Kila menerima air minum itu dan meminumnya hingga habis kemudian ia memberikannya kembali gelas air putih itu pada nyonya besar.


nyonya besar meletakan piring kotor di atas meja, kemudian ia memanggil dokter Sefan. setelah dirasa Kila sudah cukup baik-baik saja mereka diperbolehkan untuk pulang.


Kila dan nyonya besar sampai dirumah sudah jam tiga sore dan kebetulan Richo sudah pulang dari kerja.


"Mommy dan Kila dari mana?" Tanya Richo saat mereka ada diruang tamu.


"Belanja" Jawab nyonya besar singkat dan langsung masuk meninggalkan ruang tamu.

__ADS_1


"Mas Richo kok tumben sudah pulang?" Tanya Kila duduk disamping Richo.


"dikantor tidak ada yang penting jadi aku pulang" Jawab Richo tersenyum.


"Mas anak anak dimana?" Tanya Kila menyandarkan tubuhnya di sofa


"Zec lagi kerumah temannya, kalau saya Zil, Zoe dan Inces sedang ditaman belakang" Jawab Richo membelai rambut Kila "Kita kekamar yuk aku capek mau istirahat" Richo berdiri dari duduknya.


Kila dan Richo naik keatas kemudian masuk kedalam kamar.


Richo naik keatas ranjang dan berbaring di sana sedangkan Kila mengambil pakaiannya di dalam lemari dan mengganti pakaiannya dengan yang bersih.


Kila naik ke atas ranjang dan tidur disamping Richo. Kila memiringkan badannya menghadap Richo ia membelai pipi Richo penuh cinta dan kesedihan.


"Mas meski kamu tidak mencintai aku tapi aku pinta saat aku sudah mati nanti mas Richo tidak melupakan aku dan selalu menjaga anak anak dengan baik terutama Inces karena dia masih sangat kecil" Ucap Kila menatap mata Richo.


"Kamu ini kalau bicara jangan ngelantur seperti itu aku tidak suka, ingat kita akan terus bersama dan kamu tidak akan cepat mati kamu mengerti!" Ucap Richo sedikit kesal saat Kila mengucapkan tentang kematian ia tidak mau kehilangan untuk yang kedua kalinya karena ia sangat mencintai Kila dan ia hanya menunggu hari ulangtahun pernikahan karena ia ingin mengungkapkan semua perasaan cintanya itu disaat hari bahagianya itu.


Richo memeluk Kila dan memejamkan matanya untuk tidur sebelum magrib telah tiba.


"Mex nanti kamu urus acara ulangtahun pernikahanku dengan sebagus mungkin karena aku ingin mengatakan semua perasaan aku padanya dan aku tidak mau semuanya kacau. Jangan lupa kamu siapkan tiket bulan madu juga" Perintah Richo dengan bersemangat


"Baik tuan anda tidak perlu mencemaskan itu, saya jamin semua akan berjalan lancar. Ngomong-ngomong selama 5 tahun pernikahan ini bulan madu yang keberapa tuan?" Tanya Mex tertawa meledek Richo.


mendengar perkataan Mex Richo merasa kesal karena ia sudah diledek oleh Mex.


"Jaga bicaramu Mex dasar jomblo akut" cibir Richo menatap sini Mex


"Maaf tuan" Ucap Mex masih dengan tertawa.


"Mex kamu berhenti tertawa atau aku akan memotong gajihmu dan aku hapus izin libur dua kali dalam seminggu kamu, toh selama ini kamu juga belum dapat pacar walau aku memberi libur" Ucap Richo menatap Mex


"Jangan dong tuan, kalau mau potong gaji tidak papa tapi jangan dihapus masa liburku, aku masih butuh waktu untuk dekat dengan seseorang" Pinta Mex


"Baiklah waktumu hanya tinggal satu bulan dan kamu harus mencari pendamping hidup" Ucap Richo dengan serius.

__ADS_1


Mex Hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab.


setelah dirasa pembicaraan mereka cukup mex kembali keapartemen miliknya.


Richo masuk kedalam kamar pribadinya ia melihat Kila sedang duduk didepan meja rias.


"Apa kamu belum tidur?" tanya Richo saat berada disamping Kila.


"Aku belum mengantuk" Jawab Kila mendongakkan kepalanya melihat wajah Richo


"Ini sudah malam ayo kita tidur" Ajak Richo.


"Iya" Jawab Kila kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ranjang kemudian naik keatas ranjang.


Richo naik keatas ranjang dan merebahkan tubuhnya dengan tidur terlentang.


"Mas boleh aku memelukmu?" Tanya Kila yang masih duduk di samping Richo


Richo memiringkan badannya "Kemarilah aku akan memelukmu" Ucap Richo tersenyum.


Kila menarik selimutnya kemudia ia merebahkan tubuhnya memeluk dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Richo.


Tidak butuh waktu lama Kila sudah terlelap dalam tidurnya.


Richo meletakan kepala Kila di atas bantal kemudian ia mengambil kapas dan pembersih make-up. Sebenarnya tadi ia pulang cepat karena diberitahu oleh suruhannya jika Kila dan nyonya besar pergi kerumasakit namun saat ia menanyakan pada dokter Sefan ia mengatakan jika mereka hanya tes kesehatan dan tidak ada yang serius Kila hanya butuh istirahat dan nyonya besar darah tingginya naik hanya itu yang dikatakan oleh dokter Sefan. namun entah kenapa ia sulit sekali untuk percaya ia takut akan terjadi apa-apa pada Kila.


Richo menghapus make-up diwajah Kila dan juga lipstik dibibir Kila. Betapa terkejutnya Richo saat ia melihat bibir dan wajah Kila yang sangat pucat itu.


"Ya Tuhan sebenarnya apa yang terjadi pada dirinya kenapa ia menyembunyikan semua rasa sakitnya ini dariku" Gumam Richo sedih.


Richo mencium bibir pucat Kila penuh dengan cinta kemudia ia kembali membawa Kila kedalam dekapannya.


"kamu tidak boleh pergi meninggalkan aku Kila, kamu akan tetap disisimu aku mencintaimu" gumam Richo mengeratkan pelukannya. lama sekali Richo larut dalam pikiran buruknya hingga ia tertidur pulas.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2