
š£ļø:Bocil Skipš
++++++++++++++++++++
Devano mulai menyusuri setiap inci tubuh Khanaya.Aroma wangi yang begitu menggoda membuat Devano semakin ingin melahap habis sang istri.
Karena ini pengalaman pertama untuk keduanya mereka sedikit canggung.Namun Devano akan mencoba rileks jujur ia pun juga gugup.
"Kata orang pertama itu sakit sayang,kamu tahan ya".Bisik Devano
Khanaya hanya bisa mengangguk merasakan sensasi yang Devano ciptakan.dan desahannya pun tak bisa Khanaya hindari.saat Devano bermain di area dadanya dan jangan lupa tangan Devano yang menyelusup liar di area bawah sana.
"Akhhhhhhhhh".******* Khanaya lolos begitu saja
Devano suka sekali sang istri sudah mulai terangsang karena ulahnya.
"Dev,,,aku mau pipis"Lirih Khanaya
"itu bukan pipis sayang,keluarkan saja"Devano mempercepat tempo gerakan tangannya.Khanaya akan merasakan pelepasan pertamanya.
"Akhhhhhhhhhhhhhhš¦š¦š¦š¦" akhirnya Khanaya kembali mengeluarkan desahannya.
Devano pun segera melepas semua pakaian yang tersisa dari tubuhnya.
"Sayang aku mulai ya"Ucap Devano serak
__ADS_1
Lagi-lagi Khanaya hanya mengangguk setuju.
Perlahan tapi pasti Devano pun mulai mencium dan mengabsen tiap inci tubuh Khanaya dan memberikan beberapa kissmark ditubuh istrinya.
"Sayang tahan ya,,,"Devano mulai memasukan si Junior awal yang sulit karena begitu sempitnya.
Khansa meremas seprai ada rasa sakit dan perih yang ia rasakan,namun campur enak juga.š¤£
"Blasssssssss"
"Awwwwwww"Jerit Khanaya
Akhirnya Devano bisa menembus tuh benteng Takeshi š kalo istilah bola Goal !!!!!!!
Pelan Devano mulai bergerak maju mundur dan rasa sakit yang Khanaya rasakan berangsur hilang berubah jadi apa Prok,,Prok,,,,,?????
"Dev,,,,,,,"Khanaya memanggil nama suaminya
"Apa masih sakit sayang"Tanya Devano khawatir
Khanaya menggeleng kan kepalanya
"Aku akan mempercepat temponya"Devano mulai memompa lebih cepat lagi.Lumayan memakan durasi yang lama.
"Dev aku mau keluar lagi"racau Khanaya Devano membuatnya serasa melayang.
__ADS_1
"Tahan sayang,kita sama-sama sayang".Devano pun semakin liar bermain pompa-pompaan
Dan mereka sama-sama melakukan pelepasan.
"Terima kasih sayang"Devano mengecup kening Khanaya.
Khanaya hanya tersenyum rasa lelah mulai terasa.
"Kamu capek kan sayang,Kita istirahat dulu.Nanti aku akan melanjutkan nya lagi".Entah berapa Ronde pengantin baru ini akan melakukannya.
Khanaya yang merasa lelah setelah pelepasan hanya memeluk erat tubuh suaminya.
*******
Pagi menjelang kedua sejoli sudah halal itu masih bergelung dalam selimut setelah melakukan adegan panas semalam,Devano seperti ketagihan meminta lagi dan lagi pada istrinya.
Khanaya membuka matanya,rasa lapar tak bisa Naya hindari.Khanaya terus menatap wajah teduh suaminya yang masih memejamkan matanya.Khanaya tak menyangka suaminya sangat kuat di atas ranjang.
Khanaya pun tak ingin mengganggu tidur suaminya,perlahan Naya turun dari tempat tidur,Naya bisa merasakan perih pada area sensitifnya namun mencoba ia tahan.
Naya berjalan tertatih-tatih kekamar mandi.Devano sungguh menepati janjinya, kalau Khanaya akan kesusahan untuk berjalan.
Devano meraba sebelahnya tak menemukan Khanaya disampingnya,Ia pun segera bangun dan langsung tau kalau istrinya berada dikamar mandi.
Devano menyusul sang istri ingin memastikan apa kah istrinya baik-baik saja.Devano sadar terlalu bersemangat semalam dan meminta beberapa kali pada istrinya.
__ADS_1