
Sebulan berlalu,Alden pun sudah menyelesaikan ujian akhirnya dan bersiap untuk pergi keluar negeri melanjutkan pendidikannya.
Kabar keberadaan Vina hilang bak di telan bumi,Ardan dan Taufan sempat mendapat informasi tempat Vina bersembunyi,namun semua terlambat Vina sudah tidak berada di sana lagi.
Pagi sekali Tisha dan Ardan akan mengantar putra tunggalnya itu ke bandara.
Khansa dan Khanaya juga ikut bersama mereka.
"Moy ingat pesan gue jangan dekat-dekat sama Kairo"Ucap Alden sebelum ia meninggalkan Khansa dan semua keluarganya.
"Gue masih satu sekolah Al,mau menghindari Kairo gimana pun agak susah".ucap Khansa.
karena setiap ada kesempatan Kairo pasti akan mendekati Khansa.Apalagi nanti Alden sudah nggak di dekat Khansa,Kairo akan semakin punya peluang.
"Jaga diri loe sendiri Moy selama gue nggak disini buat loe,kalau ada yang mencurigakan hubungin gue,papi loe dan Daddy gue".ucap Alden ia sempat ingin membatalkan melanjutkan pendidikannya karena khawatir keselamatan Khansa,Namun Taufan dan Ardan memberi pengertian Khansa akan baik-baik saja karena Ardan mengerahkan semua bodiguard nya untuk melindungi Khansa.
Ada perasaan sedih di hati Khansa saat Alden ingin pergi,tapi tak bisa ia ucapkan pada Alden
__ADS_1
Khansa tak ingin Alden berubah pikiran untuk pergi.Karena membujuk Alden untuk pergi harus semua keluarga yang meyakinkannya.
"Iya loe disana juga belajar yang rajin biar sukses seperti Daddy loe".Ucap Khansa sambil menahan air matanya.
"Gue bakal rindu sama loe Moy"Alden menatap manik mata Khansa.
"Nggak percaya gue Al,banyak cewek bule cantik disana loe bakal lupa sama gue".
Grepppppp tiba-tiba Alden memeluk Khansa erat.
"Mungkin sekarang loe belum menerima cinta gue Moy,tapi gue minta berusahalah membuka hati loe buat gue.Dari dulu gadis yang mengisi hati ini hanya loe dan tak pernah terganti oleh siapapun"Ucap Alden dan terus memeluk Khansa,dan Khansa tak menolak saat Alden memeluknya.
"ehemmmmmm pelukannya kenceng banget,bawa aja Kak Khansa nya ke luar negeri Kak Al"Ucap Khanaya yang sudah menunggu dari tadi untuk menyerahkan sesuatu pada Alden yang tertinggal di mobil.
"Nay sejak kapan loe disini??"Khansa melepas pelukannya
"Dari tadi sih kak,,maaf ganggu hehehehe".
__ADS_1
khansa memutar bola matanya malas.
"Nih kak Al,barang yang tertinggal"Khanaya memberikan nya pada Alden.
"Makasih Nay"Ucap Alden
"Iya sama-sama,Kak Khansa dan Kak Al kalau mau lanjutin pelukannya nggak apa-apa kok,,Khanaya pergi dulu bye"Khanaya segera berlari ia bisa pastikan ucapannya barusan akan mengundang kemarahan Khansa.
Khansa hanya bisa membuang nafas kasarnya dengan tingkah laku adiknya itu.
"Moy"Panggil Alden
"Hmmmmmmm"Jawab Khansa singkat
"Loe janji ya belajar membuka hati buat gue"Ucap Alden
"Gue nggak bisa janji Al"Ucap Khansa tertunduk
__ADS_1
"Saat gue sudah menyelesaikan sekolah gue,elu orang pertama yang akan gue temui untuk meminta jawaban loe Moy,Loe mau terima atau tidak gue akan tetap menerima semua keputusan loe".Ucap Alden
Ingin sekali Khansa memberikan jawaban nya sekarang,tapi mulutnya begitu kaku ia masih belum yakin dengan hati dan perasaannya sendiri.