Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 184


__ADS_3

Pesta pernikahan akan di langsungkan Satu bulan lagi,Khanaya ingin menyelesaikan semua kontrak kerja nya dulu sebelum menikah.ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Devano punya rencana setelah menikah akan mengajak Khanaya berbulan madu.Merasa usia kandungan Khansa juga aman untuk pergi berlibur Alden pun ikut serta nantinya.


Tanpa terasa waktu berlalu,persiapan pernikahan pun dipersiapkan sangat matang dengan campur tangan Tisha tak diragukan lagi.


Khanaya memilih untuk acara pestanya di adakan dirumah saja,selain lebih kekeluargaan dan mereka lebih leluasa juga.


Acara ijab Qabul berlangsung lancar,Semua keluarga memberi selamat untuk kedua mempelai.


Tamu mulai berdatangan dari keluarga inti,para rekan kerja dan bisnis para sahabat Khanaya juga hadir.


Khanaya tampak cantik dengan Gaun berwarna Perak yang ia pakai malam ini.Aura modelnya sangat mendominasi.Devano terus berdecak kagum melihat kecantikan Khanaya yang sesungguhnya.


Devano juga tak kalah tampan dengan setelan Jas berwarna senada dengan gaun Khanaya.


Tiba acara lempar Bunga para muda mudi berkumpul tak ketinggalan juga bang Juno dalam barisan.


Bunga yang Khanaya lempar akhirnya jatuh ditangan bang Juno.Semua bersorak.


"Selamat Bang Juno,cepat nyusul ya"Ucap para beberapa rekan model Khanaya.

__ADS_1


Bang Juno hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya bingung.jangankan mau menikah pacar aja belum punya.


Pesta pun berlangsung hingga malam hari.


Kedua pengantin baru itu memilih untuk beristirahat dikamar,seharian menyabut para tamu membuat mereka kelelahan.


Khanaya perlahan membuka hiasan pada rambutnya.


"Biar aku bantu sayang"Ucap Devano yang sudah membiasakan diri memanggil sayang untuk kekasih yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya itu.


Khanaya membiarkan sang suami membantunya.Ia akan membiasakan diri mulai sekarang dengan kehadiran suaminya.


"Mas maaf kita belum bisa malam pertama"ucap Khanaya karena ia baru saja datang bulan dua hari lalu.


Setelah membantu sang istri melepas semua pakaiannya hanya tersisa pakaian dalam saja membuat Devano menelan Slavina nya kasar.Tubub istrinya yang mulus walau tak terlalu putih itu membuat Konsentrasi Devano buyar.


Merasa dipandangi suaminya,wajah Khanaya bersemu merah.


"Mas aku mandi dulu ya".Khanaya langsung berlari kekamar mandi.


Devano mengelus dadanya "sabar,,,"ucapnya sambil melihat kearah bawah perutnya.

__ADS_1


********


Seminggu berlalu,Rencana bulan madu pun sudah ditentukan.Tujuan mereka berempat adalah Turki lebih tepatnya Cappadocia.


Khanaya sangat bersemangat mengunjungi kota itu.


"Mas kamu harus mengambil banyak foto saat aku disana nanti".Ucap Khanaya sambil memasukan beberapa bajunya kedalam koper besar.


"Mas nggak yakin kamu nanti bisa jalan atau enggak".Ucap Devano tersenyum memikirkan apa yang akan ia lakukan pada istrinya disana.


"Ya aku mau jalan-jalan lah Mas,kan udah jauh-jauh kesana sayang sekali kalau momennya nggak dapet".Khanaya menyalah artikan ucapan suaminya.


"Sayang disana itu tujuan kita selain liburan juga bulan madu lebih tepatnya buka segel"Ucap Devano sambil tertawa.


"Oh,,,Naya ngerti maksud Mas nggak bisa jalan itu"Naya tak langsung melanjutkan ucapannya


Devano hanya senyum-senyum saja.


"Aku mau jalan-jalan dulu baru buka segel"Ucap Khanaya membuat Devano membelalakan matanya.


"Sayang masa kamu tega,aku sudah menunggu satu Minggu".Rengek Devano

__ADS_1


Khanaya hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah suaminya ini.


__ADS_2