Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 169


__ADS_3

"Mas aku ingin kekantor mu hari ini ya,,aku bosan sekali dirumah,Mas nggak sibuk kan"Ucap Khansa melalui sambungan telpon.


Khansa merasa kesepian dirumah,karena Mommy Tisha dan Daddy Ardan sedang berkunjung ke rumah orang tua Tisha karena kakek Edwar sedang sakit.


"Minta antar sama supir,Mas nggak ada meeting penting hari ini jadi Mas bisa menemanimu Moy".Balas Alden


Khansa pun sangat senang dan bersiap pergi kekantor suaminya.


*******


"Nay,,,,kenapa selalu menghindari ku"tanya Devano saat ia berhasil menghentikan langkah Khanaya dengan pegangan tangannya.


"Kak Dev,,lepasin tangan aku"Khanaya merasa tak nyaman saat semua karyawan melihatnya.


"Aku nggak akan melepasnya sebelum kamu menjelaskan kepadaku,kenapa kamu bersikap seperti tak mengenali ku bahkan terkesan menghindar saat aku ingin menemui mu".Tanya Devano


"Kita bicara diluar,,lepasin dulu tanganku Kak Dev"Khanaya menarik nafas dalam pasti banyak gosip miring tentang dirinya sekarang.


Semua Staf karyawan Big star hampir seluruhnya mengetahui kalau Chelsi dan Devano akan bertunangan walau belum ada pengumuman resmi dari Devano.tapi Chelsi yang selalu mengatakannya pada semua orang.


"Apa mereka berdua memiliki hubungan,apa Khanaya merayu Presdir muda kita".bisik-bisik para staf karyawan dan karyawati yang menaruh curiga.


"Wah aku tak menyangka dibalik polos wajah Khanaya ternyata seorang bibit perebut calon tunangan orang lain".Ucap Prita menambah gosip semakin panas.


"Jaga mulut kalian,jangan langsung mengambil kesimpulan,kamu nggak lihat Khanaya mencoba menghindari Pak Presdir"Ucap Sherin teman model Khanaya.ia tak terima orang lain berburuk sangka pada Khanaya.

__ADS_1


"Jangan sok suci Sherin,kalian itu para model pasti sudah terbiasa merayu para pria berduit".Ucapan Prita semakin tak terkontrol.


"Terserah kamu mau ngomong apa Prita,,yang tau diri kami hanya kami bukan orang lain,kenapa kamu begitu merendahkan diri kami sebagai model"Sherin tak terima dengan ucapan Prita.


"Mana ada maling ngaku,,,"cibir Prita lagi ia memang iri pada kecantikan Khanaya dan Sherin dan ia juga punya dendam pribadi pada keduanya.


Dulu Prita ingin menjadi seorang model namun ia ditolak oleh pihak perusahaan karena Khanaya dan Sherin lah yang diterima.Namun seseorang memberi tawaran agar Prita melamar sebagai karyawan perusahaan saja dan Prita pun setuju.


"Bisa jadi itu kamu Prita,terlihat cupu padahal suhu!!!!!,Aku pernah melihatmu di hotel Xxxx kamu bersama lelaki paruh baya keluar dari hotel itu".Bisik Sherin ditelinga Prita membuat Prita membelalakan matanya.


Prita semakin kesal kenapa Sherin bisa melihatnya di hotel itu.


"Kamu jangan mengada-ngada Sherin aku tak pernah ke hotel itu jangan memfitnahku!!!!"elak Prita


Muka Prita yang tadi sombong kini berubah pias mendengar Sherin merekam dirinya.


"Apa mau mu Shera!!!!"desis Prita


"Jangan coba mengusik dan menjelekkan kami berdua,atau kamu tanggung akibatnya".


"Kamu mengancam ku????"


"Tidak aku hanya memperingatkan mu"


"Aku tidak takut"Sombong Prita karena ia adalah kaki tangan seorang Chelsi.Prita merasa berkuasa di perusahan ini.

__ADS_1


Sherin pun memilih meninggalkan Prita.Tidak akan pernah selesai jika ia meladeni Prita.


Khanaya mencari tempat yang jarang orang lewati untuk berbicara pada Devano.


"Nay,,,jawab aku kenapa kamu menghindari ku"Devano mengulangi pertanyaan nya sebelumnya.


"Kak kamu itu tunangan Kak Chelsi,aku tidak mau orang beranggapan aku ingin merebutmu dari Chelsi,Kak Dev nggak tau mereka semua membicarakan ku sepanjang hari".ucap Khanaya jujur.


Devano sangat perhatian pada Khanaya memberikan makan siang juga sering melihat Khanaya yang sedang bekerja.


"Nay sudah aku katakan berapa kali,Chelsi bukan tunangan aku".


"Kak Dev,Nay mohon berhenti bersikap baik padaku,Nay nggak mau kak Chelsi salah paham dengan kedekatan kita".pinta Khanaya


"Aku nggak bisa"Tolak Devano


"Kenapa Kak Dev??"


"Karena aku menyukai mu Khanaya"Ucap Devano tanpa sadar


"Maksud Kak Dev???"Khanaya terlihat Shock


"Aku mencintai mu Khanaya,sejak pertama kita bertemu".Akhirnya Devano berkata terus terang apapun tanggapan Khanaya nanti Devano akan siap menerima semuanya walau penolakan yang akan ia dengar.


Khanaya menutup mulut dengan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2