
Selesai mandi tak ada acara tambahan dikamar mandi,Devano merasa kasihan pada khanaya yang kesakitan.
Devano meminta Khanaya untuk duduk,ia akan membantu mengeringkan rambut sang istri.
"Aku sudah memesan makanan,kita sarapan dikamar aja ya sayang"Ucap Devano sambil terus mengeringkan rambut sang istri.
"Ya mau gimana lagi,aku malu untuk keluar bertemu Kak Khansa dan Kak Al lihat kissmark yang Kak Dev berikan terlihat sekali dan jalanku juga masih aneh".Ucap Khanaya walau ia tak keberatan suaminya melakukannya.
"Khansa dan Alden pasti mengerti,mereka juga sudah pernah berada di posisi kita sayang".
Devano mencium punggung Khanaya yang masih terbuka.Aroma tubuh Khanaya menjadi candu buat Devano.
"Kak Dev,,geli"Elak Khanaya
"Sebentar aja sayang,aku ingin menikmatinya".Devano memberikan gigitan kecil pada punggung istrinya.
Khanaya mulai menikmati sentuhan demi sentuhan bibir Devano.Khanaya juga sudah terbawa suasana
"Kak Dev,,udah ya nanti keterusan".Akhirnya Khanaya sadar.
"Hmmmmmmmmmmm"Devano terus menciumi punggung istrinya itu gemas.
"Kak Dev,,,"Khanaya memohon.
__ADS_1
Devano menghentikan aktivitasnya,Karena suara perut Khanaya terdengar,rasa lapar tak bisa Khanaya sembunyikan lagi.
Devano tersenyum lalu membalikan tubuh Khanaya menyingkap handuk yang Khanaya pakai dan langsung mencium perut Khanaya.
"apa yang Kak Dev lakukan"Ucap Khanaya kaget
"Semoga benihku secepatnya menjadi calon bayi di rahimmu sayang".Dan terus mencium perut sang istri.
"Bayi cetakkan Cappadocia"Celetuk Khanaya
Devano menatap penuh cinta kearah istrinya
"Mau mencoba lagi,,semakin sering kita melakukannya peluang kamu akan hamil juga besar sayang".Devano mulai menggoda istrinya lagi.
"No,,aku lapar Kak Dev"rengek Khanaya.
"Pakai bajumu sayang,,sebentar lagi sarapan kita akan datang"Devano mencium istrinya lembut.
Akhirnya sarapan yang ditunggu datang juga.Khanaya begitu menyukai menu yang dipesan oleh Devano sesuai dengan selera Indonesianya.
Devano dan Khanaya hanya menghabiskan satu harinya didalam kamar.
**********
__ADS_1
Setelah beberapa hari menikmati kota Cappadocia.Mereka berempat pun akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Turki.
Kota Bursa Khansa ingin sekali mengunjunginya,ia ingin mencicipi kebab Turki yang fenomenal.Dari kemaren ia ingin sekali memakannya.Alden pun tak bisa menolak keinginan sang istri dengan alasan ngidam itu.
"Apa kalian akan ikut bersama kami,bumil ingin ke Kota Bursa dulu"Tanya Alden pada Devano yang baru saja keluar dari kamarnya.
Karena semalam Devano sempat mengatakan ia ingin ke Istanbul lebih dulu.
"Khanaya berubah pikiran,ia ingin ikut bersama kalian".Ucap Devano
"Ya kami ikut,,,,setelah itu aku dan Kak Khansa ingin sesuatu tempat"Ucap Khanaya yang sedang senyum-senyum kearah Khansa.
"Mau kemana"Devano penasaran
"Istiklal Street"Jawab Khansa dan Khanaya bersamaan.
"ada apa disana???,kalau tidak aman untuk Khansa aku menolak Nay".ucap Alden penuh selidik.
"ini aman Kak Al,paling yang tidak aman kantong kalian"Ucap Khanaya sambil senyum-senyum penuh arti.
"Kok aku makin penasaran,tempat apa sih sayang"Tanya Devano lagi
"Tempat belanja"Lagi-lagi Khansa dan Khanaya menjawab bersamaan.
__ADS_1
Alden dan Devano hanya tertawa melihat tingkah kedua wanita di hadapannya kini.Masing-masing Wanita yang begitu mereka sayangi dan cintai.
Mereka pun segera bersiap untuk menuju Kota Bursa.