Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.72


__ADS_3

"Aku tidak marah" Jawab Kila dengan suara bergetar menahan tangisannya.


Richo yang tau jika Kila Kila menangis ia segera membalikkan badan Kila.


"Jangan menangis maafkan aku" Richo mengusap air mata Kila yang sudah membasahi wajah cantiknya.


"Mas Richo tidak bersalah aku yang salah karena tadi aku minta disuapi om Mex. Aku tidak tahu kenapa aku tadi ingin sekali disuapi oleh om Mex" Lirih Kila.


"Sudah tidak papa. Apa sekarang kamu mau aku Panggilkan Mex?" Richo memandang Kila dengan rasa bersalah karena kini ia menyadari kalau Kila mungkin sedang mengidam.


"Sekarang aku sudah tidak ingin lagi" Lirih Kila menatap Richo.


"Baiklah sekarang aku akan telpon Mex supaya anak-anak dibawa kesini dan kita akan segera pulang"


"Ya" Jawab Kila singkat. Ia sebenarnya tidak suka kalau pulang hari ini karena di rumah nanti pasti Richo akan kembali sibuk dengan pekerjaannya dan tidak akan memperhatikannya lagi.


Richo meraih ponselnya dan menghubungi Mex untuk segera membawa anak-anak kembali karena ia akan segera pulang.


Setelah menghubungi Mex Richo kembali duduk disamping Kila, ia menatap wajah Kila yang terlihat muram dan bisa dipastikan Kila pasti akan meminta sesuatu.


Ah pasti bumil ini akan meminta sesuatu. Kenapa sih setiap wanita yang hamil suka banyak maunya dan kalau tidak dituruti pasti ngambek, tidak Sinta tidak Kila pasti ngidamnya aneh-aneh dan bahkan kali ini aku juga ikutan ngidam. Batin Richo masih memandang wajah Kila.


"Mas aku pengen tidur" rengek Kila.


"Nanti saja di rumah"


"Tapi aku sudah ngantuk" Ucap Kila sambil menguap.


"Tapi kita akan segera pulang"


"Baiklah tapi ada syaratnya"


"Apa?"


"Tidurnya harus dipeluk, tapi mas jangan GR ini bukan keinginanku tapi keinginan baby girl kita" Ucap Kila dengan nada manjanya.


"Iya"


tidak perlu beralasan itu keinginan anak kita, karena aku pasti akan dengan senang hati memelukmu jika kau mau. Batin Richo senang


Ya Tuhan kenapa aku merasa senang seperti ini jika dia minta dipeluk. ingat Richo kamu tidak boleh menghianati Sinta. Batin Richo lagi saat menyadari dirinya kegirangan jika Kila minta dipeluk.


"Aku ambil kursi roda dulu ya, kita akan segera pulang" Richo mengambil kursi roda yang ada dipojokkan ruangan.


"Iya mas" Jawab Kila mengangguk.

__ADS_1


Cklek


Pintu terbuka masuklah Zec, Zoe, Zil dan Mex dari luar.


"Ibu!" Teriak mereka bertiga. memanggil Kila.


"Sayang kalian dari mana saja" Tanya Kila tersenyum.


"kami dari taman ibu" Jawab mereka bertiga secara bersamaan.


"Ayo kita pulang Kila" Richo membopong tubuh Kila dan mendudukkannya di kursi roda.


"Iya mas"


"Zec, Zoe dan Zil kalian ikutlah mobil paman Mex" Perintah Richo pada ketiga anaknya.


"Baik papi" Jawab Zoe dan Zil bersamaan.


"Papi bisakah Zec ikut mobil papi saja?" Tanya Zec memandang Richo dengan memelas.


"Ok, Zec boleh ikut papi" Richo tersenyum mengacak rambut Zec.


Kini semuanya telah meninggalkan ruang perawatan VVIP. Dilobi rumasakit Kila dan Zec menunggu Richo mengambil mobilnya diparkiran. Sedangkan Zoe dan Zil sudah lebih dulu keluar dari rumasakit bersama Mex.


"Zec duduklah dibelakang biar ibu yang duduk didepan" Perintah Richo pada Zec setelah ia sampai dilobi depan dan turun dari mobilnya.


Setelah menutup pintu mobil belakang kini Richo menggendong Kila untuk masuk kedalam mobilnya dan menutup pintu depan.


Richo masuk kedalam mobil dan duduk dibalik setir. Berlahan-lahan Richo menjalankan mobilnya dan meninggalkan rumasakit.


Sesampainya di rumah mereka disambut oleh nyonya besar dan bibi Siti dengan gembira.


"Bagaimana keadaan kamu nak?" Tanya nyonya besar pada Kila sambil tersenyum dan memeluk Kila yang duduk di kursi roda.


"Kila baik mom" Jawab Kila membalas pelukannya nyonya besar.


"Sudah ayo kita masuk" Ucap Richo kemudian ia mendorong kursi roda Kila dan masuk kedalam rumah.


Nyonya besar dan bibi Siti tersenyum saling memandang.


"Bibi sepertinya Richo sangat perhatian sekali dengan Kila ya"


"Benar nyonya besar dan semoga ini adalah awal yang baik untuk hubungan mereka"


"Iya bibi aamiin" Nyonya besar mengamininya kemudian masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Richo membawa Kila kedalam kamar pribadinya dan mendudukkannya di atas ranjang.


"mas aku boleh jalan aja enggak dan tidak usah menggunakan kursi roda itu" Kila bersandar di ranjang sambil menunjuk kursi rodanya.


"Tidak boleh kamu belum pulih dan ingat kamu harus menjaga baby girl kita" Richo ikut duduk disamping Kila dan menyelipkan rambut Kila di belakang telinga.


"Mas aku mau tidur"lirih Kila kemudian merebahkan tubuhnya.


"Tidurlah" jawab Richo singkat.


"Kenapa tidak dipeluk?" Kila mencabikkan bibirnya menatap Richo.


"Maaf lupa" Richo berbaring menghadap Kila kemudian ia mengusap lembut perut Kila.


Kila yang diusap perutnya tersenyum merasa bahagia.


"Baby girl-nya papi jangan nakal ya...." Ucap Richo tersenyum mengecup perut datar Kila dan memeluknya.


"Mas terimakasih ya sudah mau menyayanginya" Ucap Kila memeluk Richo.


"Hussss" Richo menempelkan jari telunjuknya dibibir Kila "Dia anakku aku pasti akan menyayanginya" Bisik Richo kemudian meluk kila dan membelai rambut Kila.


Kila mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Richo. Kila tersenyum dan Richo pun membalas senyuman Kila. Richo merasakan sebuah kehangatan saat mereka saling menatap dan berlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kila. Richo mulai menempelka bibirnya ke bibir Kila dan mencium lama, Kila membalas ciuman Richo membuat Richo kembali mencium dan sedikit ********** . lama-lama ciuman itu menjadi ciuman panas membuat Kila mengeluarkan desahannya. Richo tersenyum bahagia mendengar Kila mendesah kini tangan Richo mulai membuka kancing baju Kila dan meremas dua gundukan didada Kila membuat Kila merasakan nikmat yang luar biasa. Setelah puas bermain main didua gundukan dada Kila, tangan Richo kini beralih di daerah sensitif Kila namun dengan cepat Kila menahan tangan Richo.


"Jangan sekarang mas" Ucap Kila merasa tidak enak karena menolak keinginan Richo, padahal ini adalah pertama kalinya Richo mau menyentuhnya tanpa paksaan atau karena terpengaruh oleh obat pera****ng. seperti waktu itu.


"Kenapa?" Tanya Richo mengerutkan keningnya menatap Kila menahan hasratnya yang sudah mulai memuncak.


"Ingat mas kata dokter kita belum boleh melakukan hubungan badan"


"Ya Tuhan aku lupa" Richo menepuk jidatnya.


Kila tersenyum melihat reaksi Richo sambil mengancingkan dan merapikan kembali bajunya yang sudah berantakan dan hampir terlepas akibat ulah Richo.


"Kamu istirahatlah aku mau mandi dulu" Dengan cepat Richo bangun dan turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi.


"Mas tunggu" Panggil Kila


Richo yang dipanggil oleh Kila berhenti dan menoleh kearah Kila "Ada apa?" Tanya Richo.


"Apa sekarang mas sudah mencintai ku?" Kila menatap Richo dengan penuh tanya.


bersambung.....


jangan lupa like & komen

__ADS_1


terimakasih 🙏


__ADS_2