Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 114


__ADS_3

Helda pun meminta izin kepada sang ibu untuk pergi kejakarta setelah meminta waktu seminggu untuk ia berpikir dan mengambil keputusan,walau sempat tak mendapatkan izin dari ibu nya setelah diberi pengertian akhirnya ibu nya merelakan kepergian putri tunggalnya itu.Helda berjanji akan secepatnya pulang kembali.


Taufan pun mempersilahkan Helda untuk masuk kedalam mobil,Taufan hanya sendiri tanpa ditemani Ardan kali ini.


"Kamu sudah siap kan,dan semoga nanti dijakarta kamu tidak berubah pikiran saat berhadapan dengan Geri".Taufan mengingatkan Helda


"Aku sudah siap,bukankah kalian sudah berjanji padaku menjamin keselamatan dan tidak akan menuntut ku,karena itu jangan meragukan keputusanku ini".Helda merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Taufan.


"Oke aku percaya padamu"Taufan pun segera melajukan mobinya karena Ardan,papa raksa dan papa Edwar juga Om Geri sudah menunggu mereka.


******


Di kantor Papa Edwar


"Kak Geri apa kesalahan ku selama ini padamu,sehingga tega sekali kak Geri ingin membunuhku"Tanya Edwar


"Cihhhhh Sudah aku katakan aku tidak pernah melakukannya,Seharusnya kamu bertanya kenapa aku sangat membencimu!!!!"Geri berdecih dan mengelak tuduhan Edwar.


"Apa ini karena semua aset Almarhum Ayah diserahkan kepadaku dan putriku".Tebak Edwar


"Ya,,itu salah satunya,aku merasa ayah tidak adil padaku"Geri mengepal kan tangannya

__ADS_1


"Seharusnya kak Geri tak perlu melakukan hal yang membuat Kak Geri akan berurusan dengan hukum,Kita bisa berkerja sama mengelola perusahaan ini"Ucap Edwar masih menahan emosi nya.


"Kalian semua lah yang akan berhadapan dengan hukum karena aku akan menuntut kalian dengan pasal pencemaran nama baik,jelas sekali kalian memfitnahku.Jangan hanya bukti sebuah foto ditempat kejadian kalian bisa membuatku masuk penjara".Ucap Geri dengan nada tinggi.


"Ini mungkin hanya sebagian bukti yang kami punya,tapi setelah kedatangan seseorang nanti apa kamu masih bisa mengelak lagi".Ucap Papa Raksa yang dari tadi hanya mendengarkan pembicaraan Edwar dan Geri


sedangkan Ardan sudah menghubungi Taufan menanyakan posisi nya sekarang.


"Kenapa kalian suka sekali ikut campur Raksa,ini adalah masalah ku dengan Edwar".Gumam Geri karena selalu melihat Raksa besama Geri.


"Tentu saja aku harus ikut campur,aku juga bagian dari keluarga apa kamu lupa Tisha adalah menantuku dan Ardan adalah suaminya,dan jangan lupakan juga mengenai perusahaan ini aku juga investor utamanya,dan yang lebih penting lagi aku membantu Edwar karena ia adalah sahabat baikku,aku harus ikut campur karena kamu berani mengusik kelaurgaku".Ucap Raksa dan menatap tajam kearah Geri.


Geri sedikit bergidik melihat tatapan Raksa dan Geri juga merasa gelisah dengan perkataan Raksa bahwa mereka membawa seseorang yang bisa membuktikan kejahatannya,siapa orang itu???pertanyaan yang bersarang di kepala Geri.


"Pa setengah jam lagi Taufan akan tiba disini,kita harus bersiap-siap".Ucap Ardan pelan agar tak terdengar oleh Om Geri.


Papa Raksa mengerti dan memberi kode pada Edwar.


Edwar mencoba mengulur waktu sebelum menandatangani surat kuasa yang Geri bawa.


"Cepat tanda tangani surat itu,aku tak meminta seluruh aset Ayah hanya sebagian saja kenapa kamu sangat pelit sekali".Geri sudah tak sabar

__ADS_1


"Aku tak bisa menyerahkan perusahaan ini pada Kak Geri".Ucap Edwar


"Bukankah kamu ingin membangun perusahaan bersama ku,sekarang lah saatnya kenapa berubah pikiran lagi!!!!"Geri semakin kesal


"Itu dulu kak,sekarang sudah tidak lagi!!!!"Edwar juga mulai terbawa emosi


"Maaf apa kedatangan ku terlambat"Ucap Taufan yang sudah berada didalam ruangan.


"Kamu datang di saat yang tepat"Ardan memberi tepuk tangan pada sahabatnya


"Rencana apa lagi yang kalian susun untukku?"Geri tersenyum smirik melihat kedatangan Taufan


"Aku punya kejutan untukmu Om Geri"Taufan memberi tahu


"Jangan bermain-main dengan ku anak muda"Cibir Geri


Namun Taufan tak perduli dan meminta Helda untuk masuk.


"Apa kabar Geri"Tanya Helda


Geri melihat wanita disamping Taufan dan sedikit terperanjat.

__ADS_1


"Kamu!!!!!!!"


"Lama tidak bertemu"Helda tersenyum penuh arti


__ADS_2