
"Astaga Kak Khansa ini nggak nyadar apa lagu yang Kak Alden nyanyikan itu ungkapan isi hatinya"Bathin Khanaya melihat Kakaknya tak merespon apapun.
Khanaya pun memilih pergi membantu Maminya,Ia sengaja memberi waktu untuk Khansa dan Alden bisa berdua.
"Mami kenapa Kak Khansa dulu menolak perjodohan nya dengan Kak Al,Kalau menurut Naya mereka berdua cocok Mi".Tanya Khanaya yang sampai sekarang belum mengetahui kenapa dulu Khansa menolak.
"Khansa hanya belum siap untuk terikat Nay itu alasan yang ia beritahu Mami".
"Kak Alden kurang apa coba Mi baik,perhatian,dan kelihatan sayang banget sama Kak Khansa walau kadang sedikit usil dan Kak Al memiliki keluarga yang baik Kak Khansa nggak akan menyesal menikah dengan Kak Al karena Tante Tisha dan om Ardan sangat baik dan sayang sama kami berdua layaknya anaknya sendiri".Gumam Khanaya panjang lebar
"Mami sama Tante Tisha nggak mau memaksakan juga Nay,kalau mereka berdua memang jodoh pasti ada cara Tuhan untuk menyatukan mereka berdua".
Khanaya mengangguk setuju apa yang di katakan oleh Maminya.
Malam ini mereka menikmati makan malam bersama dengan gembira.
Setiap ada waktu luang Ardan dan Taufan akan selalu menyempatkan diri untuk membawa istri dan anak mereka menikmati waktu weekend.
Mengingat Alden akan segera keluar Negeri melanjutkan studi nya untuk menimba ilmu Bisnis karena ia adalah pewaris tunggal keluarga Daddynya.
Ardan dan Tisha akan menggunakan waktu untuk bersama putra mereka sebelum Alden benar-benar meninggalkan indonesia.
*******
__ADS_1
Pagi ini Khansa bangun kesiangan,Ia tak menyadari bahwa kedua orang tua dan khanaya adiknya sudah meninggalkan Villa sejak pagi.
Alden yang kebiasaan usil pada Khansa,tadi malam lebih banyak diam.Sedikit aneh bagi Khansa tapi sekaligus membuat Khansa senang juga,setidaknya tidak ada yang membuatnya kesal.
Khansa pun memilih untuk mandi dan setelah selesai ia langsung mencari keberadaan keluarganya.
Ruang makan nampak sepi tak ada kegiatan sarapan pagi yang terlihat.
"Al dimana semua orang???"Tanya khansa saat melihat Al yang baru turun dari tangga.
Belum sempat Alden menjawab sebuah pesan masuk ke ponselnya.
"Al,,Daddy dan Mommy pulang duluan ya.maaf tadi tidak memberitahumu,hati-hati naik mobilnya ya kalau bawa calon menantu Mommy pulang".Alden sedikit bingung dengan pesan Mommy Tisha.
Tapi saat menyadari sekarang hanya ia dan Khansa yang berada di villa Alden mulai mengerti kedua orang tua dan keluarga Khansa sengaja memberi ruang untuk mereka berdua.
"Jadi Mami dan papi juga Khanaya sudah pulang kok nggak ngasih tau gue".gumam Khansa
"Mungkin coba cek mobil mereka"Saran Alden pada Khansa
"Gue langsung telpon Mami gue aja".Khansa pun langsung menghubungi Mami Yola
"Loh mami kok Khansa ditinggalin sih"Rengek Khansa saat menelpon Maminya yang sudah meninggalkannya di Villa.
__ADS_1
"Papi kamu ada keperluan mendadak dan Mami tak tega membangunkan mu sayang,kamu ikut Tante Tisha dan Om Ardan dulu ya".Pinta Mami
Mami Yola hanya pura-pura tidak tau kalau Ardan dan Tisha juga sudah meninggalkan Villa.
"Tante Tisha dan Om Ardan juga udah pergi Kok Khansa dan Alden di tinggalin Mi"Khansa melihat Alden yang nampak santai duduk di sofa ruang tengah.
"Kalian bangunnya telat jadi kena tinggal,dasar jodoh kebiasaan nya juga sama".Mami Yola sedikit menggoda putrinya.
"Mami,,,,,"Rengek khansa
"Iya maafin mami sayang,kamu ikut sama Alden saja kebetulan Alden menyetir mobil sendiri kemaren ke villa".
"Ya sudah Mi"Khansa pun mengiyakan perkataan maminya karena tak ada pilihan lain.
sambungan telpon pun terputus.
"Udah mau pulang atau kita jalan-jalan dulu saja Moy masih banyak waktu buat melihat pemandangan puncak,kapan lagi jalan sama gue bulan depan gue udah sibuk ujian"Alden menatap Khansa lembut
Khansa juga berpikir ini masih terlalu pagi untuk pulang dan ia masih betah di puncak.
"Oke gue setuju,tapi janji jangan buat gue kesal ya disini gue mau menikmati libur gue dengan tenang".ucap Khansa
Alden mengacungkan jempol setuju walau ia ingin sekali membuat gadis dihadapannya kesal untuk sekedar cari perhatian Khansa.
__ADS_1
"yuks,,,,,"Alden menarik tangan Khansa untuk menikmati suasana puncak pagi hari.
Khansa pun tak protes saat Alden menggenggam tangannya karena Khansa tak ingin berdebat dan merusak mood nya sekarang.