
Khansa melirik sekilas Alden di sampingnya,tak ada sepatah katapun terucap seperti biasanya. Alden yang selalu usil pada Khansa hilang entah kemana.
Khansa pun memilih membaringkan kepalanya pada kursi mobil mencari posisi ternyaman untuk ia bisa tidur.
Kini giliran Alden melirik Khansa yang sudah memejamkan matanya.
"Apa ia sudah tidur???"Bathin Alden
Suara dengkuran halus mulai terdengar,Khansa sudah terbang ke alam mimpi nya.
Alden tersenyum melihat gadis yang begitu ia cintai dan sayangi dari kecil itu tidur dengan polosnya.
"Lu nggak bisa di biarin Moy pergi sama pria lain selain Gue dan Papi lu,baru saja masuk mobil udah tidur nyenyak,bisa-bisa kamu jadi sasaran empuk para lelaki buaya".Gumam Alden pelan.
Alden pun mengendarai mobilnya pelan,tak ingin mengganggu tidur Khansa.Walau hatinya sedikit kecewa,karena sampai sekarang Khansa belum mau menerima cintanya.Tapi Alden tak bisa membuang perasaan spesial dihatinya untuk Khansa.Alden hanya perlu bersabar sedikit saja berharap Khansa membuka hati untuknya.
********
Satu bulan berlalu Alden sudah sangat di sibuk kan dengan persiapan ujian kelulusannya.
Hari-harinya ia fokus kan untuk belajar,Ia mencoba menahan rindu pada Khansa,karena sangat jarang ia menemui Khansa akhir-akhir ini.
__ADS_1
Pulang sekolah Khansa mulai menyalakan mesin motor kesayangannya.
"Khansa!!!!!"
"Iya,,ada perlu apa???"Tanya Khansa pada teman sekelasnya Kairo
"Pulang bareng yuks,gue juga bawa motor hari ini,ayolah gue traktir makan siang"Kairo berharap sekali pada Khansa setelah beberapa kali di tolak,namun Kairo pantang mundur.
"Sory gue udah ada janji sama Mami gue mau nemenin ke salon,jadi harus pulang tepat waktu"Khansa memang udah janji pada mami dan Khanaya untuk ke salon bareng sepulang Khansa sekolah.
"Kalau nggak bisa hari ini,berarti besok boleh ya".Kairo masih usaha buat ngajak Khansa
"Nanti gue pikirin lagi,dah,,,,,Kairo"Khansa pun meninggalkan Kairo yang masih berdiri mematung.
"Gue harus bisa dapetin lu Khansa,Gue suka sama lu,apapun caranya gue akan usaha walau dengan cara kotor sekalipun".Gumam Kairo dengan tawa seringainya.
Tanpa Kairo dan Khansa ketahui seseorang sedang memperhatikan mereka sejak tadi sambil mengepalkan tangannya.orang itu tak lain adalah Alden.
Alden tau siapa Kairo,Adik kelas yang mempunyai banyak kekasih diluar sekolah.Alden tak akan tinggal diam jika ia mencoba mendekati Khansa.
Tapi Alden terpikir siapa yang akan menjaga Khansa saat ia pergi nanti ke luar negeri,Alden menjadi gelisah.Alden berharap Khansa tak terbuai dengan ucapan Kairo yang manis dan penuh kepalsuan itu.
__ADS_1
Dari yang Alden dengar,Kairo sangat pintar membuat gadis-gadis takluk padanya.
"Khansa gue nggak akan mudah jatuh dalam rayuan Kairo,Gue aja yang ngejar bertahun-tahun belum berhasil mendapatkan hatinya".Alden mencoba meyakinkan hatinya agar rasa khawatirnya berkurang.
"Belum pulang Al,,"Shela menepuk pundak Alden dan Shela menampakan senyum nya semanis mungkin.
"Lu sendiri kenapa belum pulang"Alden balik bertanya.Alden merasa tidak suka dengan kehadiran Shela.
"Masih nunggu pengumuman tanggal ujian akhir kita dari Pak Faiz".Shela cengengesan menyadari pertanyaan bodoh nya.
"Nah sama gue juga lagi nunggu pengumuman".balas Alden
"Al,,boleh gue tanya sesuatu nggak,penasaran aja sih,gadis bernama Khansa itu siapa nya lu ya?kalian berdua terlihat akrab sekali".
"Khansa itu calon istri gue"Jawab Alden ngelantur tapi ia aminin dalam hati.
"Is,,,tri,,,,,"Shela hampir tak percaya
"Iya gue sama khansa sudah di jodohkan,dan dia calon istri gue kan".Alden mengulangi ucapannya lagi.
"Zaman sudah modern gini masih ada ya acara perjodohan"Shela tersenyum getir hatinya terasa sakit setelah tau kebenaran tentang hubungan Alden dan Khansa,harapannya untuk bisa bersama Alden pupus sudah.
__ADS_1
"Ya masih ada lah,salah satu contohnya gue".ucap Alden
Melihat Pak Faiz yang sudah keluar dari ruangannya Alden pun bergegas meninggalkan Shela.