Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Kekuasaan Ivan


__ADS_3

Satu malam terlewati setelah kesalahfahaman yang terjadi antara Ivan dan Lana. Pagi menjelang dan menampakkan sinarnya, Setelah bangun dan melaksanakan tugasnya pada sang pemilik hidup kini Ivan dan Lana berbincang di depan TV.


"Sayang... kamu makan sebanyak ini??" ucap heran Ivan ketika melihat begitu banyak makanan di atas meja di depan TV.


"hu um.. habis lapar sih.. dan lagi aku kan lagi sebel sama kamu jadi lebih baik aku makan banyak daripada terus2an kesel" ucap Lana.


"iya.. maafin aku ya..." pinta tulus Ivan.


"iyaa... bukankah kita sudah melupakannya!, Oya aku mau tanya kok kamu bisa gampang masuk kamarku sayang? setahuku dimana pun hotelnya ga akan ngasih kunci ke orang asing". Lana bingung


"hmmmm" sambil tersenyum menatap Lana.


"kok ham hem.. senyum2 lagi! ayo jawab dong sayang... kok bisa sih??!" Lana benar2 penasaran.


" Sayang... coba kamu sebutkan nama hotel ini?" pinta Ivan


"hmmm... R Boutique Hotel and Spa..." Lana menyebutkan lengkap nama hotel itu.


"Ya... terus... " Ivan gemes melihat wajah Lana yang penuh tanda tanya.


"Ya terus.. ya terus.. terus apa dong??" Lana lebih gemes lagi.

__ADS_1


"R... R.. sayang...". Sambil menoel hidung mancung Lana.


"R!!!.. R... Raharja!!! duuh kenapa aku sampe ga ngeh sih kalau ini hotel kamu!!". Lana malu sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Akhirnya mereka tertawa bersama karena merasa kekonyolan yang terjadi, karena emosi Lana tak tahu kalau hotel yang ditempatinya untuk ngambek adalah hotel suaminya sendiri.


Dalam hati Lana berfikir seberapa banyak kekuasaan yang dimiliki suaminya. Ia terheran2 sendiri.


"Sayang.. maaf ada yang mau aku sampaikan" ucap Ivan tiba2 dengan rasa takut kalau Ia menyampaikan maksudnya maka Lana akan marah lagi.


"Iya apa sayang??" ucap Lana.


"Gini kemaren aku berjanji untuk menjenguk tante Rahma ibunya Sarah, karena bagaimana pun aku pernah dekat dengan keluarganya, aku juga ingin mengenalkanmu dengan Sarah dan ibunya supaya kedepannya tidak ada lagi salah faham antara kita dan supaya Sarah juga mengerti kalau aku sudah punya kamu". panjang lebar Ivan menjelaskan dengan masih rasa takut kalau Lana akan menolak idenya.


"Boleh... ayo kapan kita besuknya, lagian Bu Rahma juga sempat aku tangani di UGD belum lagi aku juga belum lihat hasil pantauan ICU kemaren". Lana berucap dengan ringannya.


"Serius sayang? kamu ga pa2??". ucap Ivan sendu


"Iya ga pa2.. kita sudah bahas ini semalam, apa yang sudah lalu biarlah berlalu, bukankah kamu ingin hanya kita berdua yang menatap masa depan?". Lana membelai lembut pipi Ivan.


"terima kasih istriku.. hal2 seperti ini yang membuatku makin cinta kamu makin kagum, I Love You.." ucap Ivan sambil mencium tangan Lana yang menyentuh pipinya.

__ADS_1


"I Love you more" ucap Lana pelan.


Pagi itu Ivan dan Lana memutuskan untuk mengambil cuti, mereka masih ingin menikmati waktu bersama, siang hari mereka berencana menjenguk ibunya Sarah.


"Sayang... " ucap Ivan sambil mendekat ke Lana.


"Iya.. " ucap Lana sambil masih fokus menonton TV.


"Aku mau sarapan" ucap Ivan sambil memainkan rambut Lana.


"Oh sarapan.. ayoo kita pesan online atau kita beres2 dulu trus cari makan di luar??" ucap enteng Lana masih sibuk dengan tontonan layar TV.


"bukan sarapan itu, sarapan yang lain" ucap manja Ivan.


"Sarapan apa?? masih tak menoleh ke Ivan


"Sarapan Kamu"...


Lana menoleh ke arah suaminya dan terkejut karena Ivan sudah mencium bibirnya dan Ia sudah mendorong Lana ke pegangan sofa sehingga Lana yang tak siap harus rela dengan apapun yang dilakukan Ivan pagi itu.


Pada akhirnya dengan penjelasan dan penuh cinta kasih serta pengertian setiap masalah yang datang akan mudah di selesaikan.

__ADS_1


__ADS_2