
Taufan dan Ardan terus menyelidiki kejadian yang menimpa Khansa dan Alden,semua rekaman Cctv di diskotik sudah Taufan kantongi.
Sayang sekali beberapa rekaman Cctv yang penting sudah hilang,Pelaku sudah merencanakannya dengan matang.Namun Taufan tak menyerah ini menyangkut keselamatan dan keamanan putri sulungnya itu ia akan tetap mengusut sampai tuntas sampai ia mendapatkan bukti dan menjebloskan pelaku ke penjara.
Setelah kejadian Khansa sudah tidak di perbolehkan lagi berangkat kesekolah memakai motornya,Ia harus setuju Alden yang akan mengantar jemput ya.dan dengan beberapa pengawasan para bodiguard.
"Al loe curiga Kairo yang berada dibalik semua ini".Tanya khansa setelah mereka berdua pulang sekolah bersama
"Hanya feeling gue saja Moy,Soalnya Kairo ngebet banget loe bisa hadir di pestanya".
"Buat apa dia lakuin itu ke gue,Kairo ada dendam apa ke gue".Lirih Khansa
"Kita akan tau semua alasan Kairo ingin melakukan penculikan itu,kalau ia sudah terbukti bersalah".Ucap Alden
"Sejak kejadian itu Vina juga nggak ada kabar Al gue khawatir ia juga diculik,dan sikap Kairo seperti tak terjadi apapun ia bersikap tenang dan ia juga kaget tentang kabar yang menimpaku saat di pestanya".cerita Khansa
"Tetap waspada Moy,Nggak semua orang bersikap baik di depan itu di belakangnya juga baik".Ucap Alden
__ADS_1
"Hmmmmmmm gue kangen naik motor Al"Lirih Khansa ia merasa sekarang segala aktivitasnya terbatas
"Moy coba mengerti,orang tua loe khawatir tentang keamanan loe,Gue juga kepikiran gimana nanti kalau gue sudah diluar negeri yang jagaain loe siapa".ucap Alden mengingat ia akan segera melanjutkan pendidikannya keluar negeri dan meninggalkan Khansa.
Khansa termenung memikirkan semua ucapan Alden,Entah mengapa hatinya merasa sakit saat Alden ingin meninggalkannya keluar negeri,Kedekatan nya selama ini dan perhatian Alden membuat Khansa sedikit tersentuh.mereka jarang sekali bertengkar membuat Khansa merasa nyaman.
"Moy,kok ngelamun"Alden menyentuh pundak Khansa
"Andai saja gue nggak kepesta itu,kejadian ini nggak akan terjadi dan Vina nggak akan hilang tanpa kabar,gue ngerasa ini salah gue Al".Ucap Khansa tiba-tiba.
Alden pun menepikan mobilnya di pinggir jalan.
"Gue harap Vina nggak terlibat".Harap Khansa
"Gue juga berharap begitu Moy,Sekarang jangan nyalahin diri loe lagi ya.Semua kejadian yang kita alami anggap itu sebagai pengalaman dan pelajaran buat kita".Alden mengusap lembut rambut Khansa.
Khansa mengangguk setuju
__ADS_1
jantung Khansa berdetak kencang saat Alden menatap matanya dalam.
"Ada apa dengan gue ya,Setiap Alden natap gini jantung gue berdetak kencang.Seringnya gue biasa aja".bathtin Khansa
"Moy udah puas liatin gue,baru nyadar kalo gue ini ganteng jadi loe betah banget natap gue".Ucap Alden sengaja menggoda Khansa.
Pikiran Khansa sebelumnya langsung buyar.
"Pede banget loe Al,,,,,"Khansa memukul tangan Alden
"Moy sakit luka gue"Ringis Alden karena Khansa memukul tangan Alden yang terluka.
"Al Maaf"Khansa merasa bersalah karena ia lupa tangan Alden yang terluka.
"Coba liat jahitannya terlepas nggak"Alden sebenarnya hanya mengerjai Khansa.
Khansa pun melihat luka Alden dan meniupnya perlahan.
__ADS_1
"lagian loe pede banget sih bilang ganteng,luka loe aman kok"Ucap khansa setelah melihat Luka Alden dan Khansa mengerucutkan bibirnya kesal karena ia tau Alden sedang mengerjainya.
"Iya luka gue aman,tapi jantung gue nggak aman Moy".Bathin Alden