
sabarlah aku akan mengatakan semua yang kamu inginkan selama ini dihari ulangtahun pernikahan kita nanti. Setelah itu kita akan pergi bulan madu yang tidak pernah kita lakukan selama kita menikah. Batin Richo kemudian ia masuk kedalam selimut dan memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
Dikamar nyonya besar
Nyonya besar menelpon orang kepercayaannya untuk mencarikan dokter spesialis kangker darah yang paling canggih dan handal yang ada diluar negeri serta membawanya ke Indonesia. Agar Kila tidak perlu keluar negri dan bisa melakukan pengobatan disini. Untuk masalah pembayaran itu tidak jadi masalah asalkan Kila sembuh maka berapa pun biayanya nyonya besar pasti akan membayarnya. Sungguh nyonya besar tidak ingin terjadi apa-apa pada Kila.
*****
Pagi telah tiba Richo terbangun lebih dulu dari Kila. Dilihatnya Kila masih terlelap dalam tidurnya. Richo mencium kening Kila kemudian ia turun dari ranjangnya dan berjalan kearah kamar mandi dan membersihkan diri disana.
Usai mandi Richo keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan pada pinggangnya sambil mengeringkan rambutnya.
"Kamu sudah mandi mas?" Tanya Kila yang melihat Richo tengah menggunakan pakaiannya.
"Iya" Jawab Richo singkat.
"Mas Richo kenapa tidak membangunkan aku, akukan bisa menyiapkan semu keperluan mas" Kila bangun dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya di ranjang.
"Aku tidak tega bangunin kamu soalnya kamu tidurnya pulas banget" Jawab Richo jujur.
"Maaf lain kali aku tidak akan bangun terlambat" Ucapan Kila merasa tidak enak karena tidak bisa melayani suaminya dengan baik.
"tidak papa, kamu tidak perlu merasa tidak enak begitu" Ucap Richo tersenyum.
Setelah semuanya rapi Richo duduk di atas ranjang disamping Kila.
"Sekarang mandilah aku akan menunggumu disini nanti kita turun sama-sama" Ucap Richo merangkul pundak Kila.
"Mas boleh aku memelukmu sebetar saja?" Tanya Kila lirih.
"Ya boleh" Richo mendekap tubuh Kila yang semakin hari semakin kurus. Ia merasa aneh saat mendengar permintaan Kila karena tidak biasanya Kila meminta dipeluk.
Kila begitu bahagia saat didekap oleh Richo. Namun kebahagiaannya itu hanya sesaat ketika ia mengingat jika dirinya tengah mengidap penyakit kangker darah.
"sudah" Ucap Alya melepaskan dekapan hangat Richo.
"Baiklah sekarang mandilah" Perintah Richo membelai rambut Kila.
Kila turun dari atas ranjang dan ketika hendak melangkahkan kakinya ia merasa lemas. Sesaat Kila berdiam diri ditempat kemudian ia memaksakan diri untuk melangkahkan kakinya walaupun dengan keadaan lemas, Kila tidak ingin jika Richo sampai tahu kalau dirinya tengah sakit.
__ADS_1
Kila masuk kedalam kamar mandi dan dengan cepat ia menyelesaikan mandinya. Usai mandi Kila memakai lipstick yang selalu ia simpan disaku bajunya, Kila selalu memakai lipstick karena ia tidak mau Richo mengetahui jika saat ini dirinya tengah sakit dan melihat bibir pucatnya.
Kila keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Kila duduk didepan meja rias dan menyisir rambutnya.
kini Kila dan Richo keluar dari kamarnya menuju meja makan.
Dimeja makan Kila melihat semuanya sudah berkumpul di meja makan dan siap untuk sarapan.
"Maaf kami terlambat" Ucap Richo tersenyum
"Tidak papa sekarang kalian duduklah, kita akan sarapan bersama" Jawab nyonya besar menyuruh Kila dan Richo duduk.
"Baik mom" Jawab Richo dan Kila secara bersamaan kemudian mereka duduk.
Mereka semua memulai sarapannya bedengan diam tanpa ada yang berbicara.
Usai sarapan Richo berpamitan pada mereka semua untuk berangkat kekantor begitu juga dengan ke-tiga anak laki-lakinya, mereka berangkat sekolah diantar oleh sopir yang khusus untuk mengantar jemput anak-anak kesekolah.
Setelah semuanya berangkat nyonya besar menyuruh Kila bersiap-siap, karena ia akan berangkat ke dokter untuk melakukan transfusi darah. Tubuh Kila sudah semakin lemas, rasanya ia sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan karena ia sangat lemas sekali.
Nyonya besar dan Kila berangkat kerumasakit sedangkan Princess diasuh oleh bibi Siti.
"Mom rasanya aku lemas sekali, bolehkah aku tidur dipangkuan mommy?" Tanya Kila lirih bersandar bahu nyonya besar.
"Tidurlah sayang" Jawab nyonya besar tersenyum memandang wajah Kila.
Kila merebahkan tubuhnya dan meletakkan kepalanya dipangkuan nyonya besar. Sedangkan nyonya besar membelai lembut kepala Kila.
"Mom Kila mohon jangan beritahu ibu dikampung ya..." Pinta Kila sambil memejamkan matanya.
"Memangnya kenapa kamu tidak mau ibumu tahu?" Tanya nyonya besar mengerutkan keningnya heran.
"Aku tidak mau membuat ibu cemas dan sedih mom" lirih Kila memeluk perut nyonya besar.
"Baiklah mommy tidak akan memberitahukan pada ibumu"
Tidak terasa mereka sudah sampai dirumasakit dan dokter Sefan sudah menunggu mereka dilobi rumasakit.
"Selamat pagi nyonya besar dan nyonya muda Kila" Sapa dokter Sefan dengan tersenyum.
__ADS_1
"Pagi dok" Jawab nyonya besar dan Kila secara bersamaan.
"Mari nyonya kita langsung saja karena semuanya sudah disiapkan dan dokter spesialis kangker juga sudah menunggu diruangan"
"Dokter bisakah mengambilkan kursi roda untuk Kila karena saat ini kondisi Kila sangat tidak memungkinkan berjalan" Pinta nyonya besar.
"Apakah nyonya muda Kila sangat lemas?"Tanya dokter Sefan memperhatikan Kila yang sudah lemas.
"Iya dok" Jawab Kila menganggukkan kepalanya.
"Baiklah tunggu sebentar!"
Dokter Sefan mengambil kursi roda dan menyuruh Kila duduk di kursi roda setelah Kila duduk di kursi roda dokter Sefan mendorongnya.
Sesampainya diruangan Kila segera melakukan transfusi darah agar Kila kembali kuat.
Beberapa jam kemudian Kila sudah selesai transfusi darah dan saat ini ia sedang tertidur. nyonya besar yang menungguinya duduk disamping ranjang yang ditempati Kila dan menggenggam dan mencium tangan Kila dengan penuh kasih sayang.
Dokter setan masuk kedalam ruang perawatan yang ditempati Kila.
"Nyonya besar apakah nyonya Kila sudah bangun dari tidurnya" Tanya dokter Sefan setelah ia berada di samping nyonya besar.
"Belum dok" Jawab nyonya besar menatap dokter Sefan.
"Baiklah biarkan nyonya muda Kila beristirahat nanti jika badannya sudah mulai nyaman nyonya muda Kila boleh pulang" Ucap dokter Sefan tersenyum ramah.
"Baik dok, saya harap Kila tidak sampai dirawat disini" Harap nyonya besar karena jika Kila dirawat dirumasakit maka Richo akan curiga dan tahu kalau Kila sakit. Sebenarnya ia tidak tega untuk tidak memberitahu Richo tapi ini semua karena permintaan Kila dan nyonya besar tidak mau membuat Kila kecewa karena Kila sudah sangat mempercayainya.
"Oh tidak perlu nyonya besar, begitu nyonya muda Kila merasa badannya kuat maka nyonya muda Kila langsung boleh pulang" Jelas dokter Sefan.
Dua jam kemudian Kila terbangun dari tidurnya ia merasakan badannya mulai kuat kembali.
"Kila kamu tidurnya pulas sekali nak apakah sekarang badanmu sudah enakan?" Tanya nyonya besar tersenyum membelai rambut Kila.
"Sekarang sudah jauh lebih baik mom!" Jawab Kila tersenyum.
bersambung.....
Jangan lupa like dan komen ya....
__ADS_1
terimakasih 🙏