
Kabar pernikahan Taufan dan Yola akhirnya sampai juga ditelinga Karina.
Karina yang belum bisa menerima jika Taufan akan menikah dengan wanita lain membuatnya menjadi marah dan berniat mencelakakan Yola.
Karina berpikir semenjak kepergiannya,Taufan memilih sendiri dan tidak mau menikah karena masih mengharapkan dirinya kembali.Namun semua pikiran Karina salah faktanya sekarang Taufan akan menikah.
Karina mencari tau tentang latar belakang Yola dan kapan acara pernikahan akan dilaksanakan,Setelah mendapat informasi yang akurat Karina menyusun rencana agar pernikahan Yola dan Taufan batal.
"Kalau aku tak bisa memiliki Taufan kamu juga tidak boleh memilikinya"Seringai jahat terbit dibibir Karina setelah ia sudah selesai menyusun sempurna rencana licik yang akan ia lakukan pada Yola.
Karina memegang Foto Yola yang dia ambil dari sosial media milik Yola kemudian ia cetak untuk mempermudah para pembunuh bayarannya mengenali Yola saat eksekusi nanti.
"Gadis miskin berharap menikahi pangeran cihhhhhh,bersembunyi di wajah polos mu ini padahal jelas apa yang kamu incar dari Taufan "cibir Karina setelah tau siapa Yola.gadis yang sederhana jauh dari kata mewah.
Hari pernikahan tiba
Mama Cintya dibantu Mama Ana sudah mempersiapkan semua untuk acara Taufan.
Mama Mira meminta acara di adakan di rumah keluarga Wiratmaja saja,mengingat rumahnya sekarang hanya kontrakan kecil yang mereka sewa berdua selama ini.
Tentu saja usulan Mama Mira disambut baik oleh Mama Cintya.
Yola memakai kebaya berwarna putih dan riasan yang sangat pas diwajahnya.
Yola dan Mama Mira hanya menunggu jemputan mobil dari keluarga Ardan dan tidak bertanya siapa yang akan menjemputnya.
Sebuah Mobil berwarna hitam sudah berada didepan rumah kontrakan Yola,lelaki berjas hitam dengan kaca mata hitam langsung mendatangi rumah Yola.
Tanpa rasa curiga sedikitpun Yola dan Mama Mira masuk kedalam mobil mengira mobil dan supir yang datang itu adalah suruhan dari keluarga Ardan,karena penampilan rapi dari lelaki itu tak membuat mereka mencurigai apapun.
Setelah melihat kedua wanita itu sudah masuk kedalam mobil,Lelaki itu langsung menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi.
"Pak bisa pelan-pelan saja bawa mobilnya"Tegur Yola pada lelaki yang belum ia kenali sama sekali.
"Kalau tidak cepat nanti bisa terlambat Nona"jawab lelaki itu dan melirik sekilas di kaca spion.
Yola hanya bisa bernafas panjang,karena lelaki itu tetap membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
"Apa Taufan dan Bos Ardan mengirim supir mantan pembalap F1"bisik Mama Mira pada Yola
__ADS_1
Yola hampir saja tertawa lepas mendengar ucapan sang Mama.
Namun ada kejanggalan yang Yola rasakan,karena arah jalan yang mereka tuju bukan menuju arah rumah keluarga Ardan,bahkan mobil ini sudah menuju keluar kota.
"Pak,sepertinya kamu salah ambil jalan.ini bukan jalan menuju ke arah rumah Mama Cintya".ucap Yola berusaha tidak panik dulu
Mama Mira yang juga menyadari mulai khawatir,dan bertanya-tanya siapa lelaki yang membawa mereka sekarang.
"Mana ponselku ma"Tanya Yola pelan namun masih terdengar oleh lelaki itu.
"Jangan coba-coba menghubungi seseorang,aku membawa senjata sekarang bisa saja aku menembak mati kalian berdua".ancam lelaki itu
Yola pun mengurungkan niatnya,keselamatan dirinya dan Mamanya sedang terancam sekarang.
"Siapa kamu sebenarnya dan mengapa menculik kami"Tanya Yola
"Tidak perlu tau siapa aku,aku hanya orang bayaran yang bertugas membawamu menghantarkan nyawa".Ucapan lelaki itu membuat Yola terkejut.
Mama Mira sudah terisak ketakutan dan terus berdoa didalam hati agar diberikan perlindungan.
Yola melihat ponsel didalam tas nya menyala, tertera nama Taufan disana,Yola mematikan dering nya tadi malam dan belum menghidupkannya lagi.
"katakan padaku sekali lagi siapa yang menyuruhmu menculik ku!!!!!!"Teriak Yola
"Kamu mau mati Nona,berani sekali berteriak padaku!!!!!!"Lelaki itu menodongkan pistol ke arah Yola.
"Ampuni putriku Pak,jangan menyakiti putriku"Mama Mira memohon
Yola sempat shock namun ia tetap memilih untuk tenang sambil berpikir bagaimana cara ia menyelamatkan diri tanpa membahayakan mamanya.
Dari sebrang telpon Taufan yang mendengar semua percakapan Yola dan penculik menjadi panik dan khawatir.
"Yola,,,apa yang terjadi katakan padaku dimana kamu sekarang,apa kamu mendengar ku"Tanya Taufan panik,dan menyadari Yola dalam bahaya.
Melihat Yola tak berbicara lagi Lelaki itu kembali menyimpan Pistol miliknya.
"Bukan kah Jalan ini menuju arah kepuncak,jalannya sedikit terjal pak berhati-hati kita bisa celaka bersama".Ucap Yola dan berharap Taufan bisa mendengar ucapannya.
"Tidak usah mengajari ku Nona,katakan pesan terakhir sebelum kamu dan wanita tua ini meninggalkan dunia ini selamanya".Ucap Lelaki itu
__ADS_1
"Apa salah kami Pak,sehingga kamu tega melakukan ini"Mama Mira kembali terisak dengan tubuh gemetar.
"Aku juga tidak tau apa salah kalian,yang ada di kepalaku hanya uang yang akan banyak aku dapatkan setelah melenyapkan putrimu hahahahaha"Suara tawa
"Aku ingin mengatakan bahwa aku sangat mencintai calon suamiku,berharap aku masih bisa bertemu dengan nya untuk terakhir kali".Yola meneteskan Air matanya
"Miris sekali Nona"Ejek lelaki itu
Taufan yang masih mendengar ucapan Yola merasa hatinya teriris.
Lelaki itu melihat layar ponsel yang menyala pada Tas Yola menjadi marah besar,Lalu merampas paksa ponsel Yola dan langsung mematikan bahkan membantingnya keras.
"Kamu mau main-main denganku Nona"Seringai membunuh lelaki itu mulai terlihat lagi.
Yola hanya bisa pasrah akan keselamatannya kali ini.
*******
"Apa yang terjadi ????"Tanya Ardan melihat Taufan yang kacau
"Nyawa Yola dan Mama Mira dalam bahaya,aku menelpon Yola dan mendengar percakapannya dengan penculiknya".Ucap Taufan
"Bukankah Pak Bandi yang akan menjemput Yola dan Mama Mira pagi ini".Tanya Ardan lagi
"Pak Bandi menelpon ku,ban mobil nya bocor dan aku ingin memberitahu Yola bahwa Pak Bandi sedikit terlambat,tapi yang ku dengar malah Yola sedang dalam bahaya,dan ponselnya tidak bisa lagi dihubungi".Jawab Taufan dengan suara bergetar.
"Lacak GPS terakhir keberadaan Yola,aku akan meminta para anak buah Papa mencarinya".Ardan pun berlari mencari keberadaan Papa Raksa untuk meminta bantuan.
"Aku ikut,,,"Taufan pun secepat mungkin mengikuti langkah Ardan,ia sudah tak perduli lagi dengan acara pernikahannya yang gagal lagi kali ini,dihatinya hanya ingin menyelamatkan Yola sekarang juga.
"Tunggu aku Yola,aku akan menyelamatkanmu tak akan ku biarkan orang lain berani menyakitimu"bathin Taufan
Mama Cintya yang mendengar kabar buruk ini pun menangis dan sangat khawatir.
"Temukan Yola dalam keadaan selamat"Pinta Mama Cintya pada Ardan dan Taufan.
Taufan pun menggenggam tangan Mama Cintya dan mengangguk.
Papa Raksa dan Papa Edwar pun ikut bergerak untuk menyelamatkan Yola.dan Ardan juga sudah menghubungi Polisi.
__ADS_1