
Khansa tak sabar menunggu kedatangan Alden begitu juga Alden.Saat bertemu Alden langsung memeluk Khansa erat ia sangat merindukan kekasih nya itu.
Setelah menyambut kedatangan Alden,Khansa dan Khanaya langsung menuju rumah Ardan dan Tisha,Mami dan Papi mereka juga sedang berada disana.Devano juga di ajak Alden untuk mampir ke rumahnya dulu.
Sepanjang perjalanan Devano tak henti-hentinya memandang Khanaya yang terlihat berbeda sekali saat awal ia bertemu di Amerika,Gadis tomboi dan manis itu sudah banyak berubah,Sekarang Khanaya mulai memakai riasan karena tuntutan dirinya sebagai model.Semakin cantik dan membuat jantung Devano berdetak keras.
Alden yang melihat ekspresi Devano lewat kaca spion mobil tersenyum.Membuat Khansa yang tak sengaja juga menatap Alden yang sedang menyetir sedikit bingung.Namun khansa akan menanyakannya nanti saat mereka sudah tiba di rumah Alden.
Khanaya menerima telpon dari managernya dan memberitahu Khanaya sesuatu.Setelah menutup telponnya Khanaya bernafas berat.
"Kak aku nggak bisa ikut kerumah Kak Al ya,,ini aku ada pemotretan dadakan"Ucap Khanaya
"Kenapa mendadak Nay,,".Tanya Khansa soalnya setau Khansa adiknya tak ada jadwal pemotretan hari ini.
"Yang jadi model hari ini tiba-tiba pingsan dan masuk rumah sakit kak,jadi Naya yang diminta menggantikannya".Khanaya memberitahu Khansa.
"Jadi kamu Kakak antar Kemana Nay".Tanya Alden
__ADS_1
"Gedung Big star Kak Al".
"Big Star?????"Devano yang tadi diam,setelah
mendengar nama perusahaan keluarganya di sebut ia semakin tertarik dengan pembicaraan Khanaya dan Khansa
"Nggak mudah lho kak Dev aku bisa menjadi model di perusahaan itu,persaingannya lumayan ketat dan hampir semua berbakat".
"Berarti rezeki kamu Nay,lagian kamu tuh nggak ada kurangnya.Cantik dan berbakat".puji Devano
"Kalau pulang nanti telpon Kakak ya Nay,biar Kakak Jemput".Khansa memberitahu
"Nay pulang sama Manajer Juno aja kak"
"Gimana kalo aku saja yang jemput kamu Nay,apartemen ku tak jauh dari Big star".Devano memberi tawaran entah mengapa Devano merasa sedikit cemburu saat tau manager Naya adalah seorang pria.
"Jadi ngerepotin Kak Dev,lagian Kak Dev kan baru datang pasti capek,Nay juga sudah sering di antar pulang sama Bang Juno kak".
__ADS_1
"Iya Dev,Bang Juno udah kami anggap seperti keluarga sendiri".Khansa memberitahu.
Alden mengerti Devano hanya ingin memulai mendekati Khanaya.
"Lain kali aja ya Kak Dev,Mami sama Papi nggak akan ngizinin aku pulang dengan orang yang tak mereka kenal"Khanaya juga merasa tak nyaman menolak.Walau ia sudah mengenal Devano tapi kedua Papi dan Mami nya belum tau siapa Devano.
"Oke lain kali aku akan mengenalkan diri ya Nay sama Papi dan Mami kamu"Devano pun mengerti dan tak ingin memaksa keinginannya pada Khanaya.
Khanaya pun mengangguk setuju,bagi Khanaya Devano adalah pria yang baik,Papi dan Maminya tak akan keberatan jika Khanaya berteman dengan Devano.Apalagi Devano adalah sahabat Kak Alden.
"Al anterin aku sekalian ke Apartemen aku ya,sekalian ke arah sana".Ucap Devano
"Nggak jadi mampir di rumah ku dulu Dev"Tanya Alden
"Nanti malam aja aku mampir ya,beritahu saja alamatnya"Ucap Devano
"Oke,,aku tunggu"Alden pun membelokan mobil untuk menuju gedung Big Star lebih dulu.
__ADS_1