
Devano selalu gelisah walau ia sudah membayar beberapa bodiguard untuk menjaga Khanaya di setiap kegiatannya,Bahkan beberapa pekerjaan Khanaya diluar kota harus ia tolak.Karena Devano yang memohon pada Khanaya agar tidak pergi.Ia ingin sekali selalu berada di dekat Khanaya untuk melindungi gadis yang ia cintai itu.
Mengingat kondisi nya yang tidak aman Khanaya pun mengikuti saran Devano.
Devano juga sudah memberitahu Alden tentang ini,namun Alden tak memberitahu istrinya keadaan Khansa sangat rentan keguguran karena kandungannya yang lemah Alden khawatir istrinya akan drop lagi saat mendengar kabar bahwa ada yang ingin mencelakai adiknya ditambah ia pernah ada diposisi Khanaya sekarang.Rasa trauma itu pasti ada dan Alden meminta Devano untuk menjaga Khanaya dan memberitahu kedua orang tua Khanaya tentang ini Alden yakin Papi Taufan dan Mami Yola akan punya jalan keluarnya.
Khanaya tidak tau bahwa beberapa orang menjaganya di setiap langkahnya,para suruhan Papi Taufan juga terus memantau segala gerak gerik Khanaya di luar,hanya saja mereka tidak boleh terlalu terlihat karena nanti membuat Khanaya tidak nyaman karena di awasi.
Keberadaan Chelsi masih terus di selidiki,Karena wanita itu tak pernah terlihat lagi setelah hari itu.Devano tak tinggal diam ia sudah memasukan laporan dan segala bukti kejahatan yang Chelsi lakukan termasuk teror ancaman yang di tunjukkan pada Khanaya di kantor polisi.Status Chelsi adalah DPO sekarang.
Devano mengungkapkan perasaannya pada Khanaya dan Cintanya bersambut .Bahagia sudah pasti Devano rasakan terlebih lagi hubungan keduanya sudah mendapatkan restu dari keluarga,Karena Papa Taufan dan Mami Yola melihat Devano adalah pria yang baik terlebih lagi mereka tau Devano sahabat Alden.
Karena kelurga Devano sangat terkenal setelah keluarga Alden akhirnya berita tentang hubungan mereka muncul dipermukaan dan media memberitakan tentang ini.
__ADS_1
Devano sengaja melakukan ini atas persetujuan semuanya,karena ingin memancing Chelsi keluar dari persembunyiannya.dan Ternyata benar Chelsi mulai kesal saat melihat begitu bahagianya Devano dan Chelsi di layar televisi.
*****
Disebuah tepat terpencil,Chelsi sedang sibuk mondar mandir karena sudah melihat beberapa media yang menyiarkan tentang hubungan Devano dan Khanaya.
"Aku tak akan membiarkan mereka berdua bahagia di belakangku,kalau aku punya kesempatan aku akan membunuhmu Khanaya".
"Aissssss Kak Chelsi mau kemana lagi"Ucap Maura malas karena kakaknya itu keras kepala sekali ia disuruh bersembunyi agar tidak tertangkap tapi nekad mau keluar.
"Tentu saja ingin membereskan kedua orang itu"Tunjuk Chelsi pada layar televisi.
"Kak,,coba lihat kamu sedang berhadapan dengan siapa,yang ada nanti Kak Chelsi yang celaka".Maura mengingatkan Kakaknya.
__ADS_1
Chelsi tak menggubris ucapan adik bungsunya itu.
"Cepat berikan kunci mobilnya padaku"Chelsi memaksa.
"Oke kalau itu yang Kakak inginkan,dan kalau terjadi sesuatu jangan menyesal,karena aku sudah memperingatkan Kakak tentang ini".Maura akhirnya menyerahkan kunci mobilnya.
"Percaya padaku,beberapa waktu lagi kamu akan melihat berita duka kedua pasangan itu".Chelsi tersenyum jahat lalu meninggalkan Maura yang masih tak percaya jika kakaknya sejahat itu.
"Kak pikirkan lagi"Pinta Maura
Namun Chelsi tetap keras kepala tak peduli larangan adiknya itu
Chelsi mencari pistol yang akan ia pakai untuk menembak kepala Khanaya,Chelsi yakin usahanya ini akan berhasil resiko ia tertangkap nanti tidak masalah yang penting hatinya sudah terpuaskan bisa mencelakai bahkan membunuh Khanaya maupun Devano.
__ADS_1