Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 162


__ADS_3

Cindi merasa putus asa karena sekeras apapun usahanya untuk menggoda Alden akan sia-sia.


Alden bahkan mengancam Cindi akan segera memecatnya bila masih berprilaku tidak sopan padanya.


Cindi tak ingin kehilangan pekerjaannya,ia membutuhkan uang yang banyak untuk biaya rumah sakit ibu nya yang sedang sakit parah sekarang.Dah gaji yang perusahaan Alden berikan sangat menjanjikan.


Jujur ia jatuh hati sejak pandangan pertama pada Alden.Namun sayang Pria itu sudah milik orang lain.Cindi memang sangat gila harta hidup yang biasa ia jalani sebagai anak konglomerat menjadi kebiasaanya untuk berfoya-foya tapi setelah kepergian sang Ayah semua yang Cindi miliki habis sudah dan kondisi kesehatan ibunya semakin menurun.Semua teman yang selalu ada saat Cindi senang dulu,sekarang semua pergi entah kemana.


Cindi memang sekolah di bidang sekretaris jadi ia tak begitu kesulitan saat melamar pekerjaannya di perusahaan Alden,terlebih staf melihat penampilannya yang menarik sangat cocok untuk bidang pekerjaannya.


Bagi cindi menggaet pria kaya adalah jalan pintasnya.Namum baru ingin mencoba ia sudah kalah duluan.Cindi yang masih punya hati pun tak ingin merebut Alden dari Khansa, terlebih Khansa begitu baik padanya,kalau sampai ia merusak hubungan suami istri itu apa ia pantas masih disebut seorang wanita.


Cindi berharap ia bisa mendapatkan seorang pria yang seperti Alden kelak.


Saat Cindi melamun seseorang mengagetkannya.


"Mba ngelamun jorok ya"Ucap Pria itu dengan entengnya.


Cindi merasa kesal dengan ucapan pria dihadapannya kini,Cindi mengenalnya siapa lagi kalau buka sang manager Bayu.

__ADS_1


Sejak cindi Masuk bekerja Bayu selalu saja mengganggunya.Bayu adalah sepupu Alden.


"Bisa tidak jangan ganggu aku pak Bayu"Ucap Cindi ketus.


"Kalau cewek cantik dianggurin kan sayang"Bayu memang tipe cowok yang suka tebar pesona.


Cindi mencebikkan bibirnya kesal.


"Mana Alden,aku ingin menemuinya".Tanya Bayu,ia begitu senang menggoda Cindi dan membuat wanita itu kesal.


"Bos Alden sedang keluar bersama Istrinya makan siang".Jawab Cindi


"Kamu sibuk nggak Cindi,aku mau ajak kamu makan siang diluar"Ucap Bayu tiba-tiba


"Eeehhhhhhhh,,,nggak usah pak Bayu.Aku sudah makan di kantin kantor tadi".Tolak Cindi


"Aku jarang lho ngajak wanita makan siang,kamu itu beruntung wanita pertama yang aku ajak".Bayu masih mencoba meyakinkan Cindi


Cindi melihat tajam ke arah Bayu,mana ia percaya begitu saja dengan ucapan pria dihadapannya ini.

__ADS_1


"Aku tau cindi kamu menyukai Alden kan,dia pria beristri dan jangan mengganggu rumah tangganya".


Cindi kaget dari mana Bayu mengetahuinya.


"Pak Bayu jangan sembarangan bicara,kalau sampai yang lain dengar bisa jadi bahan gosip nanti aku".Ucap Cindi pelan


"Hehehehe tapi ucapan ku memang benar kan,cara kamu menatap Alden aku bisa menebaknya,aku hanya ingin memperingatkan mu jangan coba-coba menggoda Alden".


"Ya aku jujur memang menyukainya sejak awal,tapi setelah tau ia sudah menikah aku juga sadar diri dan akan membuang perasaanku dan bekerja dengan baik disini".Ucap Cindi tegas


"Aku akan tutup mulut karena tau kebenaran ini,tapi ada syaratnya".Bayu menaik turunkan alisnya.


Cindi tak ingin semua kantor mengetahuinya,ia akan merasa malu dan tak akan nyaman saat bekerja.


"Apa syaratnya????"Tanya Cindi


"Jadi lah pacarku"


"Apa"Cindi kaget

__ADS_1


__ADS_2