Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
wisuda


__ADS_3

Hari ini adalah hari bersejarah bagi Lana karena Ia akan diwisuda.


Lana terlihat anggun dengan balutan kebaya modern yang Ia pesan bersama Santi beberapa waktu yang lalu..


Di Gedung Utama kampus sudah dihias sedemikian rupa, banyak wisudawan yang sudah berdatangan. Hari ini dikhususkan untuk acara wisuda bagi fakultas kedokteran dan Pertanian, pihak kampus membagi 2 jadwal wisudanya.


"Hai Lana... " sapa Santi dan Dio berbarengan.


"Oh.. Hai.. waah kalian sudah go public nih...!!". Lana tersenyum pada pasangan itu.


"sendiri aja Lan...?? tanya Santi.


"Lah iyaaa... mau sama siapa lagi coba??" tapi yang jelas bonyok gue lihat dari sana!". Lana menunjuk langit.


"Maafin gue Lan... ga maksud.." ucapan Santi terpotong dan ia mulai berkaca kaca.


"Eeeith dah ngapain sedih... kan ada kalian di samping gue!" Lana memeluk hangat Santi


Mereka berjalan memasuki area Gedung Utama. Banyak yang datang membawa orang tua atau kekasih mereka dan Lana seperti biasa hanya sendiri saja walaupun ditemani Santi dan Dio tetap saja ada yang kurang karena orang2 terkasih Lana tidak di sisinya.

__ADS_1


Tibalah saat pengumuman wisudawan terbaik untuk setiap fakultasnya.


"Baiklah ini saat yang ditunggu tunggu, untuk fakultas kedokteran wisudawan terbaik diraih oleh... " suara dosen Lana terhenti.


"Diraih oleh... ILana Saraswati dari fakultas kedokteran umum dengan indeks prestasi 4.0 dan mendapat predikat cum laude!!!!".


Suara riuh tepuk tangan saat itu memecah kesunyian pikiran Lana.


"Lan.. lan.. hebat loe.. !!!" Santi menepuk nepuk bahu Lana dan menggoyang goyangkan tangan Lana. sementara Lana hanya bengong.


"Pa.... Ma... Lana berhasil" lirih Lana.


"kepada saudara ILana Saraswati diharapkan maju ke depan untuk memberi sepatah dua patah kata!!". Pinta sang dosen.


Tanpa Lana sadari ada sepasang mata memperhatikannya dari kejauhan.


Ivan terus memperhatikan Lana, langkahnya dan ucapannya di atas podium. Hal ini membuat Ivan bangga pada Lana dan terharu mengingat Lana yang sebatangkara tapi bisa berprestasi seperti saat ini, Ia membanggakan bagi semua orang terutama bagi kedua orang tuanya yang telah tiada.


"I Love You..." lirih Ivan ketika melihat Lana dari kejauhan.

__ADS_1


Seusai acara di Gedung Utama semua menikmati acara wisuda itu dengan berbagai cara ada yang membuat kenang kenangan dengan berfoto melempar Topi Toga, sebelumnya mereka diinstruksikan untuk memberi nama pada topi masing2 sehingga saat topi terlempar mereka dapat bertukar topi dan berfoto bersama.


Suasana riuh dan ramai hari itu, Lana telah selesai dengan teman2nya. Ia memilih beristirahat sejenak di bangku taman tak jauh dari Gedung Utama.


Lana memandangi Danau yang ada di tengah2 taman, Ia merasa tenang dan damai. sesekali Ia melihat kupu2 beterbangan kesana kemari semakin menambah suasana sendu bagi Lana.


Sementara tak jauh dari tempat Lana duduk, dua orang pria tengah sedang berbincang akrab.


"Hai.. ponakan Om yang bandel... kenapa baru kelihatan??" atau jangan2... " goda Prof Raka pada Ivan.


"Hai Om ku yang killer!!... ha ha ha... sambil mencium tangan Omnya dan kemudian memeluknya erat dan hangat


"Husshh... bocah kok ga ada berubahnya!"


"he .. he.. he.."


"Kamu kemari pasti sudah mempertimbangkan saran Om pada kakekmu kan??". tebak Prof Raka pada Ivan.


"Aah Om tau aja.. dan Ivan sudah mencari tau semua tentang dia Om.. jadi daripada keduluan orang ya mending buat Ivan aja" Ivan tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


"Om selalu yakin akan pilihanmu dan Om juga tidak akan merekomendasikan kalau dia bukan gadis baik" Prof Raka membetulkan letak kacamatanya.


"segera bawa dan perkenalkan dia secara resmi pada Om karena selama ini dia tidak tau kalau kamu keponakanku". menepuk bahu Ivan sambil berlalu pergi.


__ADS_2