
Sebulan berlalu kesehatan dan pertumbuhan bayi di perut Khansa semakin baik dan sehat,Kekhawatiran Alden sedikit berkurang dan sifat bad mood Khansa juga perlahan hilang.
Nafsu makan Khansa mulai naik membuat pipinya membulat sempurna,Namun Khansa tidak pernah peduli asal ia dan calon bayinya sehat.
Khansa sangat bersyukur memiliki suami yang sabar seperti Alden,sifat sabar yang Tisha wariskan untuk putranya.Namun bukan berarti Alden tidak pernah tegas pada istrinya,jika istrinya bertindak diluar batas ia tak segan untuk menegur namun dengan cara yang bijaksana.
Sebab itulah Khansa merasa Alden memang orang yang tepat untuknya,sifatnya yang kadang kekanak-kanakan akan Khansa ubah sedikit demi sedikit,karena tak lama lagi ia akan menjadi seorang ibu.
Namun Alden tak menuntut Khansa harus sempurna karena dengan keunikan Khansa itulah yang membuat Alden jatuh cinta.Kekurangan Khansa akan Alden tutupi dengan kelebihannya begitupun sebaliknya.
*******
"Nay,,temenin aku kesuatu tempat"Ucap Devano saat Khanaya baru saja menyelesaikan pemotretan terakhirnya.
"Kemana Kak????"Tanya Khanaya
"Aku ingin memperbaiki sesuatu,nanti aku beritahu saat di mobil".Ucap Devano
__ADS_1
Khanaya pun tak bertanya lagi,setelah berpamitan pada Bang Juno Khanaya mengikuti langkah Devano.
Devano mengajak Khanaya ke sebuah toko perhiasan.Ia ingin memperbaiki sebuah kalung berliontin yang putus.
Khanaya memperhatikan kalung yang Devano berikan kepada penjaga perhiasan untuk diperbaiki,Khanaya tidak meras asing pada kalung itu.
"Kenapa Kalung itu sama persis dengan Kalungku yang hilang".Gumam Khanaya didalam hatinya.Karena penasaran ia pun menanyakan nya pada Devano.
"Kak Dev,,itu kalung siapa????".Tanya Khanaya
Devano tersenyum"Kamu jangan cemburu ya,,itu kalung seorang gadis kecil yang sangat menggemaskan".Jawab Devano
"Aku hanya bercanda Nay"mengacak lembut rambut kekasihnya.
"Ayo kita duduk disana,sambil menunggu kalungnya diperbaiki,ada yang ingin aku ceritakan padamu".Devano merangkul Khanaya untuk duduk di kursi tak jauh dari tempat ia berdiri sekarang.
"Gadis kecil itu mungkin sudah dewasa sekarang,kak Dev hanya merasa bersalah dulu tak bisa melindunginya dari Chelsi,dan Kak Dev belum sempat meminta maaf karena aku ia harus mendapat pukulan dari Chelsi".Devano masih ingat gadis kecil itu terluka dan menangis ketakutan.
__ADS_1
Khanaya semakin penasaran,ia yakin gadis kecil yang Devano maksud adalah dirinya.
Khanaya masih ingat kejadian yang menimpanya saat usianya baru lima tahun.
"Apa orang tua gadis itu tidak memarahi Chelsi???".Tanya Khanaya memastikan bahwa tebakan nya tidak salah.
"Gadis kecil itu berlari mencari orang tuanya,namun Chelsi dengan cepat menarik tanganku untuk pergi,aku hanya sempat mengambil kalung nya yang terjatuh dan berharap bisa bertemu gadis kecil itu lagi dan meminta maaf,karena aku masih menyimpan rasa bersalah itu sampai sekarang Nay".ucap Devano lirih
Khanaya menarik nafas dalam ia sudah yakin bahwa yang Chelsi dan Devano maksud gadis kecil itu adalah dirinya.
"Gadis kecil dengan dress pink,Memakai bando bunga-bunga dan sedang memegang sebuah balon dan es cream,dan sampai sekarang masih memiliki luka di pelipis kirinya karena seorang gadis gila mendorongnya keras".Ada tekanan berat saat Khanaya mengucapkannya dan rasa sakit dihatinya karena kejadian itu sempat membuatnya mengalami trauma yang panjang,Dengan kesabaran mami dan papinya menjalani terapi akhirnya Khanaya bisa melawan rasa traumanya.
Devano hanya menatap mata Khanaya merasa heran dari mana Khanaya bisa menyebutkan ciri-ciri lengkap gadis kecil itu.
"Apa kamu kenal gadis kecil itu Nay?dimana dia?bawa aku menemuinya Nay,aku ingin meminta maaf padanya".Ucap Devano antusias
"Gadis kecil itu ada di hadapanmu sekarang Kak Dev".
__ADS_1
"Hahhhhh"Devano terkejut