
Setelah mecari informasi lebih dalam identitas wanita itu sedikit menemui titik terang.
Ardan dan juga Taufan segera mencari keberadaan wanita itu dari informasi yang mereka dapat.
Sebuah desa yang jauh dari keramaian ada sebuah bangunan rumah yang Taufan dan Ardan kunjungi.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu,akhirnya yang punya rumah membuka kan pintunya.
"Cari siapa???"Tanya seorang wanita paruh baya yang membuka pintu
"Apa benar ini rumah Ibu Helda???"Tanya Taufan
"Benar ini rumahnya,kalian ini siapa ya?"Wanita paruh baya itu bertanya balik.
"Saya Taufan dan ini teman saya Ardan,kami berdua dari jakarta Bu,ingin bertemu sama Bu Heldanya ada??".Ucap Taufan lembut karena wajah Wanita dihadapannya ini sedkit tidak ramah
"Anak saya jualan dipasar,kalian ada perlu apa ya !!!bisa sampaikan sama saya saja"Ucap wanita itu ketus
"Kami punya kepentingan dengan anak ibu,jadi kami bisa menunggunya".
"Ya terserah kalian,kalau mau menunggu silahkan tunggu diluar.Karena saya sedikit takut menerima orang asing".Ucap wanita paruh baya itu lagi
Ardan hanya bisa menarik nafas panjang melihat tingkah Ibunya Helda,tapi wanita itu tak salah juga pikirnya,bagaimanapun mereka tamu yang asing baginya.
Tak lama seorang wanita terlihat berjalan menuju kearah mereka.
__ADS_1
"Nah itu anak saya sudah pulang"seru ibunya
Taufan dan Ardan menoleh bersamaan melihat wanita yang datang.
"Mereka siapa Bu???"Tanya Helda kebingungan melihat dua pria tampan dan mapan itulah dalam pikiran Helda sekarang.
"Ibu juga gak tau mereka ini siapa,katanya dari Jakarta mau ketemu sama kamu".Cerita wanita itu pada anaknya.
"Ada perlu apa ya Mas-mas ini?????"Tanya Helda heran ia sama sekali tak mengenal satupun dari mereka.
"Perkenalkan saya Ardan,Menantu dari Edwar kamu pasti mengenal Papa mertua saya".Ardan tidak berbasa basi lagi.
Deg jantung Helda berdetak kencang namun ia berusaha tenang dan mempersilahkan Taufan dan Ardan untuk masuk lebih dulu.
Setelah duduk Taufan langsung mengeluarkan semua foto yang bersangkutan dengan Helda.
"Foto ini,,,,,"Desis Helda melihat kenangan fotonya bersama Geri air matanya tiba-tiba saja mengalir deras.
"Apa hubungan mu dengan Om Geri,dan mengenai kecelakaan mobil ini pasti kamu tau sesuatu kan"Tanya Taufan
"Aku istri siri dari Geri"Jawab Helda jujur hatinya merasa terluka lagi saat mengingat semuanya.
"Kami tidak mempermasalahkan jika kamu istri Om Geri,kami hanya ingin bertanya apa kamu terlibat dalam rencana untuk mecelakai Pak Edwar dan Istrinya".Taufan menekan ucapannya
"Aku tak mau membahas masalah apapun mengenai lelaki brengsek itu lagi"Helda tiba-tiba berubah galak
__ADS_1
"Kalau kalian tidak keberatan silahkan pergi dari sini!!!!!!"usir Helda pada Taufan dan Ardan
"Kamu pasti terlibat,kami hanya meminta bu Helda untuk jadi saksi,dan tidak akan menuntut apapun"Taufan berusaha tenang
"Kalian berdua pulang saja,lihat anakku ketakutan"Ibu nya juga ikut memarahi Taufan dan Ardan
"Kami tidak akan pulang sebelum Bu Helda memberikan informasi kebenarannya".Ucap Ardan tegas
"Apa kalian bisa menjamin keselamatan ku"Helda tertawa getir
"Geri berulang kali ingin melenyapkanku,Namun aku berhasil lolos darinya sekarang kalian mau aku berurusan lagi dengannya,sama saja aku menghantarkan nyawaku dengan suka rela".terlihat wajah Helda menegang antara marah dan kecewa.
"Kami akan melindungi mu,asal kamu mau bersaksi untuk kejahatan yang dilakukan om Geri,pikirkan ini kalau Geri terus dibiarkan bebas berapa lagi korban yang akan berguguran ditangannya dan hidupmu juga tak akan pernah tenang".Taufan mencoba meyakinkan Helda
Helda terihat berpikir,Ia juga lelah terus bersembunyi dengan perasaan bersalah selama ini.
"Apa kalian bisa menjamin keselamatan ku,lagi pula aku juga terlibat dalam rencana kecelakaan itu".ucap Helda lagi
"Kami tak akan menuntut mu,Jadi tolong bekerja sama lah dengan kami untuk menjebloskan Geri kedalam penjara".Ucap Taufan
"Jangan Nak,Ibu gak mau terjadi apa-apa sama kamu"Wanita paruh baya itu memeluk Helda erat sambil sesegukan.
"Aku bersedia jadi saksi,asal kalian benar-benar menjamin keselamatan aku dan ibuku".tegas Helda
Taufa dan Ardan pun mengangguk setuju,Meraka berdua merasa lega
__ADS_1