
Kairo tetap usaha dengan berbagai cara agar khansa mau datang ke pestanya.
Khansa sedikit terganggu dengan ulah Kairo.
Karena terus di paksa dan Khansa berpikir ia juga pergi bersama Vina sahabatnya akhirnya Khansa menerima undangan Kairo.
Pikir Khansa cuma sebentar setelah memberikan kado dan ucapan selamat Khansa akan segera pulang.
"Akhirnya ada teman gue ke pesta Kairo"Ucap Vina senang
"Gue terpaksa bohong sama Mami dan Papi nih".Lirih Khansa
"Pasti kalau orang tua mu tau nggak dapat izin ya"tanya Vina
Khansa mengangguk.
"Pakai gue sebagai alasan kamu bisa keluar,Nanti biar gue jemput lu".Vina memberi saran.
"Terus gue bilang mau kemana???"
"Bilang aja kita mau nonton bioskop,seperti biasa kamu selalu dapat izin kan buat ke mall".
Khansa pun setuju dengan saran Vina.Khansa tidak tau kalau Vina dan Kairo sudah bekerja sama merencanakan sesuatu.
Vina memang tak pernah menyukai Khansa ia merasa iri dengan Khansa.Vina hanya pembenci yang berkedok sebagai sahabat Khansa yang polos dan baik hati.
__ADS_1
Malam hari Khansa mengikuti saran Vina untuk memakai pakaian biasa saja agar tak mengundang kecurigaan Mami dan Papinya.nanti ia bisa berganti dress saat tiba di pesta nanti.
"Pulang jangan terlalu malam ya Kak"Pesan Mami Yola
"Iya Mi"Jawab Khansa gugup ia merasa bersalah telah membohongi keluarganya.
Vina yang sudah datang menjemput Khansa pun pamit untuk pergi bersama Khansa.
Tanpa curiga sedikitpun Mami Yola dan Papi Taufan pun mengizinkan putri mereka pergi.
Alden yang datang kerumah khansa untuk memberikan kue buatan Mommy nya untuk Tante Yola tak sengaja melihat Khansa yang pergi dengan Vina.
Alden paling semangat saat sang Mommy memintanya untuk mengantarkan kue untuk keluarga Khansa.
"Pak Yudi ini ada titipan kue dari Mommy saya buat keluarga Om Taufan"Alden memberikan pada satpam bernama Yudi yang memang sudah mengenal Alden.
"Tuan Alden nggak mampir dulu"Tanya pak Yudi
"Lain kali Ya pak,saya ada keperluan mendadak harus balik".Ucap Alden
Pak Yudi pun mengucapkan terima kasih pada Alden dan pamit untuk mengantarkan kue kedalam rumah Khansa.
Alden tidak membuang waktu lagi ia segera menyusul Mobil Vina yang membawa Khansa.
"Jangan bilang Khansa akan kepesta ulang tahun Kairo"Bathin Alden khawatir.
__ADS_1
Dugaan Alden memang nggak meleset.Mobil Vina berhenti tepat didepan sebuah diskotik yang lumayan terkenal di ibukota.
"Astaga Moy,kenapa lu pergi ke pesta Kairo.Lu pasti berbohong pada Mami dan Papi lu".Lirih Alden ada perasaan kecewa dihatinya.
"Gue harus ikut masuk kedalam,Gue nggak mau terjadi sesuatu pada Khansa.Gue nggak bisa percaya dengan Kairo".Alden mengepalkan tangannya kesal.
Khansa dan Vina memilih untuk kekamar mandi lebih dulu untuk mengganti baju mereka sebelum bertemu Kairo.
Tamu undangan sangat ramai,Kairo tak hanya mengundang teman-teman sekelasnya saja,tetapi semua perkumpulan ya juga ia undang.
Alden sengaja memilih tempat yang sedikit tak terlihat jadi ia bisa memantau Khansa tanpa sepengertahuan orang lain termasuk Kairo.
Khansa dan Vina pun yang sudah mengganti pakaian mereka pun langsung mencari keberadaan Kairo untuk memberi ucapan selamat.
"Haiiiii Kairo happy brithday"Vina memberikan cipika cipiki pada Kairo.
Kairo terlihat tidak terlalu menyukai apa yang Vina lakukan padanya,bahkan Kairo berharap Khansa lah yang menggantikan Posisi Vina saat ini.
"Makasih kalian berdua sudah mau datang"ucap Kairo dengan mata berbinar
"Selamat ulang tahun ya Kairo"Khansa juga mengucapkan selamat dan memberikan hadiah untuk Kairo.
Kairo berharap Khansa juga melakukan apa yang Vina lakukan sebelumnya,namun itu hanya mimpi bagi Kairo.
Dentuman suara musik yang nyaring tak terbiasa Khansa dengar ditelingamya,ia sedikit terganggu dengan suasana pesta yang penuh rokok dan minuman keras.
__ADS_1