Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 189


__ADS_3

Sampai di kota Bursa,Alden langsung mencari penjual Kebab fenomenal untuk sang istri.


Bagi Alden,Devano,dan Khanaya rasa kebabnya enak tapi tanggapan mereka biasa saja,berbeda dengan Khansa yang sangat menyukai nya Bahkan minta nambah terus punya suaminya pun ludes ia makan.Selera bumil ini makin meningkat,hingga pipi gembulnya mulai terlihat.


Setelah kenyang dan puas sudah mencicipi Kebab yang ia inginkan.Khansa pun merasa mengantuk.


"Mas bisa kah kita cari hotel dekat sini sekedar tidur siang".Pinta Khansa karena hotel mereka tempati agak jauh dari tempatnya sekarang.


"Apa yang tidak untukmu Moy"Ucap Alden lalu mencium pipi Khansa.Membuat Devano dan Khanaya hanya melengos kan nafas beratnya melihat pasutri di depannya kini.Bumil dan Pakmil ini semakin lama bucin nya nambah.


Namun Devano tersenyum senang,karena ada waktu sebentar untuk ia ***-*** bareng istrinya.


Hampir dua jam mereka berada di hotel,Khansa bukan hanya sekedar tidur.Alden juga mengambil kesempatan untuk ambil jatahnya.


Kemudian Khansa pun sudah siap untuk pergi ke tempat wisata belanja nya.Ia melihat rambut adiknya yang basah sama seperti dirinya,tanpa bicara mereka pun tertawa.


"Sekarang Naya ngerti,kenapa Kak khansa saat siang-siang itu keramas saat dirumah,dan Kak Khansa bilang karena gerah dan panas".Bisik Khanaya membuat Khansa semakin tergelak.


"Jadi sekarang tanpa Kak Khansa jelaskan,kamu sudah ngerti kan"Ucap Khansa.


Khanaya tertawa sudah mengetahui jawaban pertanyaannya selama ini.

__ADS_1


Perjalanan dari kota Bursa ke Istiklal Street hampir satu jam,Devano yang membawa mobil karena si bumil ingin bermanja-manja di lengan suaminya.


Khanaya juga sedikit lelah karena mendapat serangan dua ronde dari suaminya,ia juga belum sempat tidur tadi langsung memejamkan matanya saat mobil mulai meninggalkan hotel.


Devano tau sang istri pasti lelah setelah melayaninya,dan membiarkan istrinya itu tertidur dan mengecup sekilas kening sang istri.


Setelah satu jam akhirnya mereka sampai di tempat yang dituju.


Devano dan Alden akan mencari tempat santai untuk ngopi sambil menunggu istri mereka berbelanja,bukan tidak mau menemani hanya saja Khansa dan Khanaya melarang mereka.


Khansa tau Alden dan Devano juga pasti lelah tapi mereka tak mengatakannya.Karena ingin membuat para istrinya senang.


Namanya wanita saat melihat barang-barang yang banyak dan murah naluri mereka untuk berbelanja sangat besar.Namun masih dalam batas normal walau kekayaan dan uang suami mereka mampu membeli apapun.


Khanaya juga membeli beberapa oleh-oleh untuk sahabat terdekatnya dan manager yang ia anggap seperti Kakaknya sendiri.tak lupa ia juga membelikan yang spesial buat Orang tuanya dan keluarga Devano.


"Kak lihat bayi itu lucu sekali"Tunjuk Khanaya saat melewati jalan dan melihat seorang bayi yang sedang di bawa ibunya.


"Rasa ingin cepat melahirkan,aku tak sabar bertemu bayiku dan mengajaknya berjalan-jalan seperti itu".Ucap Khansa sambil mengusap perutnya lembut.


"Aku juga ingin punya bayi menggemaskan seperti itu nanti"Khanaya ingin sekali mencubit pipi bayi itu gemas.

__ADS_1


"Nay,,kamu nggak menunda kehamilan kan"Tanya Khansa tiba-tiba.Khansa bisa tau adiknya itu masih ingin berkarir.


Khanaya terdiam sesaat,ia tak mengelak ada niat ingin menunda punya momongan dulu karirnya sedang di puncak popularitas,bukan hal mudah dan sebentar ia sampai pada titik ini.Berita pernikahannya tak menyurutkan dan menghambat karirnya,kontrak kerja semakin banyak yang datang.


Namun pikirannya itu berubah setelah melihat Devano yang begitu mencintainya.Mau cepat diberi momongan Khanaya akan menerima nya.


"Aku tak memakai pil penunda kehamilan,padahal ini masa suburku Kak.Kemungkinan aku langsung hamil sangat besar".Ucap Khanaya sedikit berbisik karena ada banyak orang di dekat mereka.


"Iya Kakak juga nggak setuju kalau kamu menunda hamil,soal karir suamimu itu pawangnya yang bisa membuat mu jadi model terkenal walau sudah punya anak nanti".


"Aku nggak setuju Kak,aku sudah meminta Kak Dev agar tak ikut andil dalam Karirku.Urusan pribadi dan pekerjaan aku nggak mau di campur Kak.Devano awalnya menolak namun aku tetap bersikeras menolak akhirnya Kak Dev setuju".


"Kakak Hanya Khawatir Nay,jangan sampai mempengaruhi hubungan kalian.Ingat pesan mami kita harus menurut apa kata suami kalau itu baik untuk kita".


"Iya Kak aku mengerti,terima kasih sudah memperingatkan ku"Khanaya memeluk Khansa erat.


"Jangan lama-lama peluk istriku"Alden sudah berada didekat mereka,Alden hanya bercanda saja.


"Aissssss pakmil ini sensitif sekali"Ejek Naya dan langsung menggandeng Davano yang juga berada didekatnya.


"Kalian sudah selesai belanja???"Tanya Devano

__ADS_1


"Satu toko lagi Kak Dev"Khanaya nyengir


"Biar kami temenin,sini semua belanjaan mu biar Kakak yang pegang".Devano mengambil beberapa paper bag di tangan Khanaya.Begitu pun Alden juga langsung menggantikan Khansa memegang belanjaannya.


__ADS_2