Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 110


__ADS_3

Kedatangan Geri dengan ancaman membuat Edwar merasa tidak tenang.Ia mengenal sifat sang kakak yang akan melakukan hal nekad bahkan menghilangkan nyawa sekalipun akan Geri lakukan untuk memenuhi keinginannya.


"Apa aku serahkan saja perusahaan ini padanya,dan aku akan merintis usaha funiture lagi".Edwar meminta pendapat Papa Raksa.


"Sebaiknya kamu diskusikan ini dengan istri dan anakmu".Ucap Papa Raksa bijak


"Baiklah,aku akan membicarakan ini pada Ana dan Icha".


Papa raksa mengangguk setuju.


**********


Disebuah pusat perbelanjaan Yola nampak sibuk memasukan beberapa stok makanan kedalam keranjang nya.


Taufan hanya mengikuti kemauan sang bumil yang selera makannya makin naik akhir-akhir ini.


"Mas mau dimasakin daging hari ini gak"Tanya Yola pada Taufan yang dari tadi hanya mengikuti nya saja tanpa memasukan apapun kedalam keranjang mereka.


"Mas gak mau kamu terlalu capek sayang,kita bisa membeli atau memesan makanan sesuai dengan selera kamu,aku ngikut aja kok".Taufan tak Ingin sang istri terlalu memforsir tenaganya


"Mas kan tau sejak hamil aku sangat suka memasak sendiri,aku lebih suka makanan yang aku masak dari pada beli diluar sana".


Sudah seperti ini Taufan hanya bisa mengikuti kemauan sang istri,Mood Yola yang berubah-ubah selama hamil sering membuatnya harus banyak bersabar.


"Sayang kamu tunggu disini sebentar ya,aku mau mengambil sesuatu disebelah sana"ucap Taufan


Yola pun mengangguk karena tempat yang dimaksud Taufan tak jauh dari tempat ia berada sekarang.

__ADS_1


Yola terus memilih beberapa bahan yang akan ia masak nanti untuk makan malam.


Saat ingin mengambil sekantong Brokoli tak sengaja bersamaan dengan seseorang yang juga mengambil nya.


Yola reflek menarik tangannya dan mengambil brokoli yang berasa disebelahnya tanpa melihat siapa orang disampingnya itu.


"Sepertinya kita memang berjodoh".Orang itu nyeletuk setelah melihat siapa wanita yang ia pegang tangannya tadi.


mendengar suara seseorang yang tak asing Yola terpaksa memutar kepalanya untuk melihat siapa orang itu.


Saat melihat wajah Geri,Yola merasa kesal.dan memilih untuk menjauh Yola tak ingin meladeni pria aneh itu.


Belum sempat Yola melangkah jauh tangan Geri sudah mencengkram tangannya kuat.


"Lepasin tangan aku,Kalau anda mau macem-macem disini aku akan teriak"Ancam Yola ia sangat ketakutan kalau saja Pria tua ini berbuat nekad.Yoka juga mengkhawatirkan Calon bayi didalam perutnya ia tak mungkin bisa menggunakan bela dirinya sekarang.


"Mas kamu kemana sih"Bathin Yola saat rak melihat suaminya.


Geri semakin menarik tangan Yola hingga tubuh Yola semakin mendekat.


"Jangan terlalu jual mahal gadis cantik,aku sudah tau latar belakang keluargamu kamu pasti butuh banyak uang kan,Jadi lah kekasihku semua kebutuhan mu akan aku penuhi".Geri sangat terobsesi dengan Yola,karena hanya Yola yang tidak ia bisa dapatkan dengan mudah.


"Dengar ya Tuan Geri,aku ini sudah menikah bahkan sekarang aku juga sedang hamil.Jangan samakan aku dengan wanita-wanita mu yang sangat mudah terlena dengan harta dan mengorbankan harga diri !!!!,sebaiknya lepaskan tanganku sebelum suamiku datang dan menghajar mu".Yola mulai berontak mencoba melepas genggaman erat Geri pada tangannya.


"Aku tak mempercayai ucapan mu,Aku akan melakukan apapun demi mendapatkan mu,bahkan aku berencana menculik mu sekarang".Geri tersenyum penuh kelicikan.


"Lepasin tangan istriku!!!!!!"

__ADS_1


Bughhhhhhhhhhhhhhhhhhh


Bogem mentah mendarat sempurna di pipi Geri


Geri pun terjatuh keras dilantai dan menarik Yola yang hampir saja ikut jatuh bersamanya beruntung Taufan dengan sigap menangkap istrinya.


"Sialan,siapa yang berani memukulku"Geri mengusap darah segar di bibirnya yang keluar akibat pukulan kuat dari Taufan.


"Bangun"Taufan ingin memukul lagi Geri keributan mereka mengundang banyak orang berkumpul untuk melihat.


"Aku peringatkan jangan berani menggangu istriku lagi,kali ini aku lepaskan jangan coba-coba mengulanginya lagi kamu akan tau akibatnya"Ucap Taufan ia terpaksa melepaskan Geri karena begitu banyak orang yang melihat keributannya sekarang.


"Cihhhhhhhhhhhhhh aku tak akan menyerah mendapat kan istrimu itu"Geri masih menantang Taufan.


Taufan sudah siap menghajar Geri lagi namun dengan cepat Geri menghindar dan memilih melarikan diri.


"Tunggu saja pembalasanku"Ucap Geri sambil berlari.


Taufan ingin mengejar Geri namun ditahan oleh Yola.


"Mas sudah gak usah dikejar,Aku mau pulang"Ucap Yola ia mulai kehilangan mood belanjanya karena kejadian ini.


"Kamu baik-baik aja kan sayang"Tanya Taufan khawatir ia memeluk istrinya,jujur Taufan merasa bersalah karena meninggalkan sang istri seorang diri,Taufan pergi ke toilet sebentar karena ingin biang air kecil.


"Hiksss,hiksss,aku ingin menghajarnya tapi memikirkan bayi kita"Yola merasa kesal pada Geri berani menyentuh tangannya.


"Sudah gak apa-apa sayang,maaf kan Mas sudah meninggalkanmu tadi,kita pulang ya"Taufan pun membawa Yola untuk pulang dan melewati orang-orang yang masih melihat kearah mereka.

__ADS_1


__ADS_2