
*Author :Kasih konflik dikit aja ya,,,✌️**nggak berat-berat kok😁*
Makan malam tiba,Bang Juno tak memberikan sedikitpun kesempatan Aldo untuk mendekati Khanaya.
Juno sempat bingung dengan kehadiran Aldo di sini,Yang ia dengar Aldo sedang ke luar negeri.
Khanaya masih kurang nafsu makan,kepalanya masih sakit dan sempat muntah beberapa kali.
Namun Juno memintanya tetap untuk makan malam ini.
Bang Juno pun meminta Hanna untuk mengantar Khanaya ke kamarnya,Juno pun segera menelpon dokter untuk memeriksa keadaan Khanaya.
Ponsel Khanaya tertinggal di meja makan.Dan Aldo melihat itu tersenyum smirik.
********
Devano merasa khawatir beberapa kali ia menelpon sang istri namun tak ada jawaban.Saat menelpon Juno juga sama sedang sibuk.
"Astaga ada apa dengan ponsel mereka berdua"Devano semakin khawatir.
Namun Devano tak menyerah ia menghubungi ponsel Khanaya lagi dan kali ini berdering dan seseorang bersuara dari seberang sana.
__ADS_1
"Hallo bukan kah ini ponsel istriku,kenapa orang lain yang mengangkatnya".Ucap Devano mencoba tenang saat suara laki-laki asing yang menyambutnya.
Aldo terlihat kecewa saat tau Khanaya ternyata sudah bersuami.Namun Aldo tetap terobsesi pada Khanaya,Wanita yang sudah mencuri perhatiannya sejak pertama kali bertemu,Wanita yang sangat berbeda dari para wanita yang selama ini dengan suka rela mendekatinya demi uang.
"Ah,,Nona Khanaya sudah bersuami,kenapa ia tak memberitahu ku.Kami berdua baru saja selesai makan malam dan Nona Khanaya sedang berada dikamar mandi,aku sedang menunggunya Tuan".Ucap Aldo
"Siapa kamu!!!!!"Devano terpancing emosi "dan kenapa ponsel istriku ada padamu"
"Aku sudah mengatakannya,Istri anda sedang berada di kamar mandi.Karena ponsel ini terus berdering aku mengangkatnya".Aldo tersenyum penuh kemenangan ia akan memulai mendekati Khanaya dengan merusak kepercayaan suaminya.
"Kamu kira aku percaya padamu,aku mengenal siapa istriku".Devano tak percaya begitu saja.
"Terserah,aku akan menikmati tubuh istrimu malam ini.Aku sudah memberi sesuatu pada minumannya tadi.dan kamu tau apa yang akan kami lakukan saat istrimu dalam pengaruh obat perangsang yang aku berikan hahahahaha".
"Apa yang bisa kamu lakukan,sudah lah aku mendengar Khanaya sepertinya memanggilku".Aldo segera mematikan sambungan telponnya.
Aldo tersenyum puas
"Aku rasa hubungan mereka setelah ini tidak akan baik-baik saja".ucap Aldo sambil terus memandangi wajah Khanaya di layar ponsel.
"Kamu akan segera menjadi milikku".Alden menciumi ponsel Khanaya.
__ADS_1
Devano terus menghubungi Ponsel Khanaya namun Aldo tak menggubrisnya bahkan ia langsung mematikan total ponsel Khanaya.
Devano pun langsung memesan tiket penerbangan pribadi untuk malam ini dan akan langsung menuju Labuan Bajo.Ia tak ingin sesuatu terjadi pada istrinya.Pikirannya sudah kacau balau dan berharap istrinya akan sadar dan menghentikan pria asing sialan itu.
Devano meremas kasar wajahnya dan merutuki kebodohannya.Ia berpikir Khanaya aman bersama Juno,seharusnya ia mengirimkan beberapa bodiguard untuk menjaga Khanaya.
"Kalau sesuatu yang buruk terjadi pada istriku,aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku".Devano memasukan beberapa lembar baju miliknya dan meminta supir nya segera siapkan mobil untuknya.
********
"Hanna dimana ponsel ku" Tanya Naya saat ia sudah merasa sedikit baik kan.
"Aku tidak melihat ponselmu Naya".Ucap Hanna
"Astaga kenapa aku begitu ceroboh,ponselku tertinggal di meja makan hotel".Khanaya berharap ponselnya tidak hilang di ambil orang.
"Hanna pinjamkan ponselmu,aku ingin menghubungi suamiku ia pasti khawatir.Karena ia pasti menghubungiku saat jam segini".Ucap Naya.
"Pakailah Nay,aku akan mencari Bang Juno. kenapa sampai sekarang Dokter belum datang kesini,aku juga akan mencari ponselmu".Hanna pun memberikan ponselnya pada Naya.
Tak ingin membuat suaminya Khawatir Naya pun langsung menghubungi Devano.
__ADS_1
Khanaya mengerutkan keningnya tak biasanya suaminya mematikan ponselnya.
"Hanna nomor suamiku tidak aktif".Ucap Khanaya,ia masih berpikir Ponsel Devano hanya kehabisan baterai saja.