Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Kembali ke Apartement


__ADS_3

Setelah infus yang ada di tangan Lana habis, Ivan bergegas memanggil perawat untuk melepasnya. Kemudian Ia dan Lana berpamitan pada Edo via telpon, karena Edo sedang ada pasien jadi Ivan tak ingin mengganggu waktu kerja temannya itu.


Perjalanan cukup panjang untuk sampai ke apartement. Sepanjang perjalanan tak henti Ivan memanjakan Lana dengan genggaman tangan dan belaian halus di rambut Lana.


Lana yang merasa sangat nyaman dengan perlakuan suaminya itu mulai terlelap.


Ivan menarik tubuh Lana sehingga kepalanya bisa bertumpu di paha Ivan.


Setelah beberapa lama perjalanan itu, akhirnya mereka sampai di apartement. Dengan lembut pula Ivan menggendong tubuh Lana menuju apartmenentnya.


Ivan merebahkan tubuh istrinya di ranjang, apartementnya sudah dalam keadaan otomatis sehingga AC akan menyala ketika ada penghuni di dalam apartementnya dan Ivan kini membersihkan dirinya di kamar mandi, beberapa menit kemudian Ivan sudah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang lebih segar.


Ia duduk di dekat istrinya, dipandanginya wajah Lana dengan sendu. Ia sangat bahagia saat ini karena dalam waktu 9 bulan ke depan Ia akan menjadi seorang ayah.


Lana membuka matanya perlahan, yang pertama kali di lihat adalah wajah suaminya yang tampan. Lana tersenyum manja, Ia merentangkan tangannya sebagai tanda ingin di peluk. Ivan mengerti dan memeluk erat istri tercintanya.


"sayang.. aku lapar... ayo kita cari makan?". pinta Lana pada Ivan.


"Ayo.. aku juga lapar... kamu mau makan apa sayang?"


"Aku pingin sate kambing". ucap Lana


"Oh sate kambing.. ayoo..." sambil meraih tangan istrinya.


"ta.. tappii..." potong Lana

__ADS_1


"Tapi apa sayang?" Ivan mengernyitkan dahinya.


"Tapi aku mau kamu yang masak satenya!"


"haaah??" Ivan kaget mendengar Lana memintanya untuk masak sate kambing.


"Kalau kamu ga mau ya ga pa2". sambil cemberut dan membalikkan badannya lagi memunggungi Ivan.


"sayang... jangan ngambek donk..!" membalikkan tubuh Lana.


"hiks.. hiks.. hiks..." Lana menangis tersedu.


"Iya.. aku akan buatkan sate kambing buat kamu, sudah ya jangan marah?" Ivan berusaha membujuk Lana, Ia sadar emosi Lana sedang naik turun semenjak hamil dan sangat manja akhir2 ini.


Lana mulai bisa tenang dan tidak menangis lagi, lalu Ivan meminta Lana untuk istirahat karena Ia akan pergi ke supermarket yang terkoneksi dengan apartementnya.


Tak berapa lama Ivan kembali ke apartementnya Ia melihat Lana di kamar yang ternyata sedang tertidur pulas. Mungkin karena lelah setelah pulang dari outing, jadi Ivan membiarkan Lana tertidur dan Ia memulai aktifitasnya di dapur untuk membuat sate kambing permintaan Lana tadi.


Ivan memang piawai dalam berbagai hal Ia tak segan2 mengerjakan apapun sendirian, hal itu sudah biasa dilakukan saat Ia kuliah di luar negeri. Ivan sering mengadakan acara barbeque bersama teman2 kampusnya dulu jadi untuk membuat sate kambing bukan hal yang sulit baginya.


Sudah satu jam Ivan berkutat di dapur untuk membuat sate, kini sate yang dibuatnya sudah matang, Ivan melangkahkan kakinya ke kamar untuk membangunkan istrinya.


"Sayang... ayo bangun...". sambil menyentuh pipi Lana untuk membangunkannya.


Lana menggeliat karena merasa ada yang menyentuh pipinya.

__ADS_1


"hmmmm.. iya... " ucap Lana sambil mengerjapkan matanya perlahan.


"Ayo makan.. katanya pingin sate kambing". ucap Ivan.


"Apa kamu yang buat? kapan? Apa kamu beli ya trus bangunin aku?". Lana masih tak percaya.


"Aduuh... kok ga percaya sih sama aku? tadi aku sudah masakin buat kamu cuma aku lihat kamu lagi tidur jadi aku bangunin pas udah matang". Ivan tertunduk lesu.


Lana bangkit dari ranjang dan menuju dapur, Ia melihat di atas meja makan sudah terhidang sate kambing yang Ia inginkan. Lana menyapu pandangannya ke semua bagian dapur. Dilihatnya dapur sudah bersih dan rapi, jadi Lana berfikiran bahwa Ivan membeli sate itu.


Tiba2 tanpa sengaja kaki Lana tersandung tempat sampah yang ada di pojok meja. Kemudian Ia menekan pedal pada tempat sampah itu, dilihatnya beberapa bungkus bekas pembungkus daging dan melihat juga potongan kulit bawang. Ia merasa bersalah karena mengira Ivan membelinya hanya karena Ia tak melihat suaminya memasak sate itu.


Lana kemudian berjalan ke kamar dan mendapati Ivan yang duduk bersender di kepala ranjang sambil memejamkan matanya.


Lana berjalan ke arah Ivan dan duduk di depannya.


"Sayang.. maafin aku ya... aku ga nyangka kamu beneran buatin aku sate". sambil membelai pipi Ivan.


Ivan yang mendengar itu kemudian membuka matanya dan meraih tengkuk Lana, Ivan mencium lembut bibir istrinya itu, semakin lama semakin melumatnya, Lana pun membalas ciuman suaminya. Mereka saling ******* dalam beberapa menit hingga mereka merasa kehabisan nafas dan menghentikan ciuman itu.


"Itu hukuman buat kamu!" ucap Ivan sambil menempelkan keningnya di kening Lana.


"hmmm... maafin aku sayang...". ucap Lana masih terengah mencoba meraih oksigen setelah berciuman dengan suaminya.


"Ya sudah... ayo kita makan..." Ivan beranjak dari ranjang dan meraih tangan Lana menuju dapur.

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya menikmati sate kambing buatan Ivan. Lana tak menyangka kalau suaminya bisa memasak. Ia memakan habis sate kambing itu tanpa sisa dan Ivan tersenyum melihat tingkah Lana yang semakin ke sini semakin manja dan menggemaskan.


__ADS_2