Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.86


__ADS_3

Di sebuah ruangan dalam rumah sakit Richo duduk di atas tempat tidur sambil mendekap bantal dengan pandangan yang kosong, ia menyesali semua yang telah ia lakukan pada Kila.


"Mommy benar aku akan menyesalinya setelah dia tiada, andai saja aku mengatakan semua perasaanku Kila pasti akan bahagia dan tidak akan pergi secepat ini, Kila kenapa kamu pergi meninggalkan aku, kenapa kamu mengingkari janjimu, kamu pernah bilang kalau kamu akan selalu mendampingi aku dan mengabiskan waktu bersama denganku hingga tua tapi kenapa kini kamu pergi," ucap Richo ia menyembunyikan wajahnya di bantal yang ia dekap.


Kali ini Richo begitu terpuruk menerima kenyataan bahwa Kila sudah tidak ada lagi di dunia ini.


Richo kembali mendongakkan kepalanya dan memandang bantal yang didekapnya. ia mulai tersenyum saat bantal yang didekapnya berubah menjadi Kila.


"Sayang akhirnya kamu bangun juga, aku sangat merindukanmu sayang, jangan pergi meninggalkan aku. Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu," ucap Richo tersenyum sambil mengusap-usap bantal yang dikira adakah Kila.


nyonya besar, Mex dan ketiga anak Richo yang dari tadi melihat Richo berbicara dengan bantal tidak bisa berbuat apa-apa.


Nyonya besar yang melihat Richo mengalami depresi yang hebat karena kehilangan Kila hanya bisa menangis. Ia mengusap-usap punggung Richo sambil meneteskan air matanya.


"Mommy lihatlah Kila sudah bangun, aku sudah bilang kalau Kila tidak mungkin meninggalkan aku," ucap Richo tersenyum kemudian ia mencium dan memeluk bantal tersebut.


"Sayang sadarlah nak jangan seperti ini, Kila sudah tidak ada sayang ini bukan Kila," ucap nyonya besar dengan menangis.


"Papi ibu sudah tidak ada, beliau sudah meninggal Pi," sambung Zec.


Richo yang mendengar perkataan nyonya besar dan Zec menatap mereka berdua bergantian dengan tatapan penuh kemarahan.


"Tidak! Kila tidak meninggal kalian bohong, pergi kalian dari sini!" teriak Richo mendorong mereka berdua bergantian.


setelah mendorong mereka berdua Richo mulai mengamuk sehingga perawat yang datang bersama dengan mereka menyuruh mereka keluar dari ruangan tersebut.


Nyonya besar dan yang lainnya keluar dengan perasaan sedih mereka tidak menyangka jika kepergian Kila mampu membuat Richo kehilangan akal sehatnya.


Tuan Richo benar-benar sangat mencintai Kila sampai-sampai dia mengalami gangguan jiwa seperti ini saat kehilangan Kila, padahal dulu saat kehilangan nyonya Sinta tuan Richo tidak sampai seperti ini. batin Mex


"Mex ini sudah sore kamu urus semua kepulangan jenazah Kila dan hubungi lah ibunya Kila, agar segera kemari karena setelah ibunya datang kita akan memakamkannya," ucap nyonya besar sambil menghapus air matanya.


"Baik nyonya," jawab Mex menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


mereka semua kembali menghampiri bibi Siti yang sudah berada di depan kamar jenazah karena tadi di saat mereka pergi melihat Richo suster telah memindahkan Kila ke kamar jenazah.


"kakak," ucap Princess mengulurkan kedua tangannya meminta gendong pada Zec.


Zec segera mengendong princess dan mencium kepala princess dengan sayang. Ia kasihan pada adiknya yang baru berusia 3 tahun, nanti pasti adiknya itu akan sedih saat melihat ibunya sudah tidak ada sedangkan papanya harus mengalami depresi yang hebat, entah bagaimana kehidupan adiknya itu nantinya Zec tidak bisa membayangkannya lagi.


Setelah Mex mengurus semua kepulangan jenazah Kila maka saat ini jenazah Kila sudah siap dibawa pulang untuk disemayamkan dikediaman Richo.


Nyonya besar naik ke dalam ambulance menunggu jenazah Kila sedangkan anak-anak dan bibi Siti naik mobil Mex. Kini di rumah sakit hanya tinggal Richo yang masih mengalami depresi hebat.


Mobil ambulance yang membawa jenazah Kila melaju dengan cepat diiringi dengan mobil Mex dari belakang.


Tidak butuh waktu lama mobil ambulance itu sudah memasuki pintu gerbang rumah Richo. Di sana sudah banyak para pelayat yang menyambut kedatangan jenazah Kila, bahkan tenda untuk para pelayat pun sudah terpasang rapi di halaman rumah Richo begitu pula dengan bunga duka cita yang berjajar rapi di sana.


Jenazah Kila kini dibawa ke dalam rumah untuk disemayamkan sementara waktu sambil menunggu ibunya Kila datang setelah itu baru jenazah Kila akan dimakamkan.


Saat ini nyonya besar dan anak-anak duduk di samping jenazah Kila. Zec begitu sedih melihat Kila terbujur kaku di depannya. Ia tidak menyangka jika dia akan kembali kehilangan sosok ibu untuk yang kedua kalinya diusianya yang ke 15 tahun.


Suasana rumah Richo semakin ramai oleh para pelayat yang berdatangan, entah itu dari kalangan pejabat, artis, maupun yang yang lain.


Zec, Zoe dan Zil berserta nyonya besar tetap ada di samping Kila dengan tak henti-hentinya membacakan Yasin untuk Kila.


kini pagi telah tiba Zoe dan Zil masih terlelap dalam tidurnya di samping jenazah Kila sedangkan Zec dan nyonya besar tidak tidur sama sekali mereka masih tetap setia duduk di samping Kila.


"Oma istirahatlah sebentar di kamar biar Zec yang akan menjaga ibu," perintah Zec sambil memandang nyonya besar.


"Apa kamu tidak apa-apa oma tinggalkan sendiri," tanya nyonya besar sambil membelai rambut Zec.


"Tidak apa-apa oma, pergilah."


"Baiklah Oma akan ke kamar sebentar."


"Ya oma."

__ADS_1


Nyonya besar berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan Zec yang masih menunggui jenazah Kila.


"Zoe, Zil bangun," ucap Zec membangunkan kedua adiknya.


Zoe dan Zil yang dibangunkan oleh Zec langsung bangun dan duduk menghadap Zec.


"Kak kemana oma?" tanya Zil saat dirinya tidak melihat nyonya besar.


"Oma sudah ke kamar, kalian berdua cepatlah mandi sebelum orang orang datang," perintah Zec.


"Baik kak," jawab Zoe dan Zil secara bersamaan.


mereka berdua meninggalkan Zec sendiri dan pergi ke kamar masing-masing.


setelah nyonya besar mandi ia kembali menghampiri Zec yang masih menunggui Kila.


"Sayang mandi dan istirahatlah dulu kamu dari tadi malam belum istirahat," ucap nyonya besar yang sudah duduk di samping Zec.


"Aku akan mandi setelah Oma ada yang menemani," jawab Zec memandang nyonya besar dengan perasaan yang sangat sedih.


"Oma tidak apa-apa sendirian di sini sekarang kamu ke kamar lah," perintah nyonya besar mengusap-usap lengan Zec.


"apa oma tidak apa-apa Zec tinggal sendirian di sini? tanya Zec memastikan.


"Tidak apa-apa sayang, pergilah."


"baiklah," ucap Zec berdiri dari duduknya dan segera ke kamarnya.


jam 8 pagi semua pelayat sudah kembali berdatangan. Nyonya besar dan keempat cucunya juga sudah sudah duduk di samping Kila.


bersambung....


kira-kira Kila meninggal beneran enggak ya?

__ADS_1


jangan lupa like dan komen


terima kasih 🙏


__ADS_2