Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.64


__ADS_3

"Kila kemudian duduk saja biar bibi yang membuatnya" Ucap bibi Siti khawatir dengan keadaan Kila, karena pagi ini Kila lebih terlihat pucat dari biasanya ditambah lagi ada lingkaran hitam dimatanya menandakan jika Kila kurang tidur.


"Tidak bibi biar Kila yang membuatnya. Bibi bisa bantu yang lain untuk membuat sarapan" Tolak Kila dengan lembut.


"Tapi Kila kamu sangat pucat sekali, bibi tidak tega melihatnya" Bibi Siti mencoba membujuk Kila.


"Tidak bibi. Kila baik-baik saja, bibi tidak usah mencemaskan Kila" Kila tersenyum sambil memotong buah alpukat.


"Baiklah tapi kamu harus meminum susumu dulu akan membuatkannya" Akhirnya bibi Siti mengalah.


Disaat bibi Siti membuat susu tiba-tiba perut Kila terasa sakit dan kepalanya berputar-putar kemudian pandangan matanya berkunang-kunang dengan keringat dingin yang bercucuran.


"Au sakit" Keluh Kila memegangi perutnya yang terasa sakit.


Bruk


Bibi Siti yang melihat Kila terjatuh segera berlari kearah Kila bersama dengan maid yang lain yang kebetulan berada di dapur.


"Kila...!" Teriak bibi Siti kemudian ia membawa Kila kedalam pangkuannya.


"Bibi sakit"Ucap Kila lirih kemudian ia memejamkan mata dan pingsan.


"Kila buka matamu Kila" Bibi Siti panik menepuk-nepuk pipi Kila yang sudah tak sadarkan diri.


"Darah apa itu?" Ucap seorang maid yang melihat darah mengalir diselangkangan Kila.


"Astaga Kila pendarahan, cepat kalian panggil tuan dan nyonya besar" Perintah bibi Siti


"Baik bibi" Ucap maid itu segera berlari menuju kamar Richo.


Sesampainya didepan kamar Richo maid itu segera mengetuknya.


tok tok tok


"Tuan apa anda ada didalam?" Teriak maid itu


"Iya sebentar" Jawab Richo dari dalam


Cklek


"Ada apa?" Tanya Richo setelah ia membuka pintunya.


"Itu tuan nyonya Kila pingsan" Jawab maid itu dengan panik


"Apa, pingsan?" Richo terkejut mendengar Kila pingsan.


"Ya tuan, ayo cepatlah"


"Dimana dia"


"Ada didapur tuan"


Setelah mengetahui Kila pingsan didapur ia segera berlari menuju dapur. Sedangkan maid itu menuju kamar nyonya besar untuk memberitahukan jika Kila pingsan.


Sesampainya di dapur Richo segera menghampiri bibi Siti yang sedang memangku Kila sambil menangis.


"Bibi Kila kenapa?" Tanya Richo cemas

__ADS_1


"Nyonya mengalami pendarahan tuan"Jawab bibi Siti dengan bergetar.


"Apa pendaran?"


"Iya tuan"


Richo segera mengangkat tubuh Kila dan membawanya keluar dari dapur untuk dibawa kerumasakit.


"Richo ada apa ini?" Tanya nyonya besar saat bertemu dengan Richo didepan pintu dapur.


"Kila pingsan dan pendarahan mom" Jawab Richo masih terus berjalan keluar.


"Pendarahan?" Nyonya besar bingung kenapa Kila bisa mengalami pendarahan


"Iya mom, apa mommy mau ikut kerumasakit?"


"Ya mommy ikut"


Kemudian Richo bersama dengan nyonya besar membawa Kila kerumasakit.


Richo membawa mobilnya dengan kecepatan penuh tak perduli dengan keselamatannya yang terpenting ia segera sampai ketempat tujuan. Beruntung ini masih pagi sehingga jalanan masih lenggang dan belum banyak mobil yang lewat.


"Richo jangan ngebut" Teriak nyonya besar yang ada dibelakang memangku kepala Kila.


"Maaf mom kita harus cepat sampai, kasihan Kila" Jawab Richo masih fokus dengan jalanan.


"Mommy mengerti kamu mencemaskan keadaan Kila, tapi kalau kita kecelakaan bagaimana kita akan menolong Kila?" Ucap nyonya besar memperingati Richo.


"Baiklah mom" Richo akhirnya menurunkan laju kendaraannya.


"Richo menurutmu kenapa Kila mengalami pendarahan?"


"Tapi apa?" Tanya nyonya besar penasaran.


"Kila setiap pagi muntah-muntah Mom dan sudah 3 hari ini ia terlihat murung" Jelas Richo.


"Apa Kila hamil?" Tanya nyonya besar mencoba menebaknya.


"Mungkin saja iya tapi Richo tidak yakin"


"Kenapa tidak yakin? Apa terjadi sesuatu pada Kila sehingga kamu meragukan kehamilannya?"


Richo terdiam tak menjawab pertanyaan nyonya besar.


"Richo kenapa kamu diam apa ada yang kamu sembunyikan dari mommy?" Tanya nyonya besar menyelidik.


"Tidak mom, Richo hanya tidak ingin menerka-nerka sebelum mendengarkan langsung dari dokter" Jawab Richo bohong ia tidak ingin nyonya besar tahu jika ia meragukan kehamilan Kila karena ia hanya melakukanya pada malam itu saja.


"Baiklah mommy mengerti"


Kamu tidak bisa membohongi mommy Richo, mommy tau kamu bohong. Aku akan menanyakan pada bibi Siti tentang hal ini aku yakin dia tau karena selama ini bibi Siti dekat dengan Kila. Batin nyonya besar.


Kini mobil Richo sudah berada didepan IGD. Richo segera turun dari mobil dan memanggil berjaga didepan IGD.


Dengan sigap penjaga IGD segera mengambil brangkar kemudian segera membantu mengeluarkan Kila dari dalam mobil dan diletakkan di atas brangkar lalu membawanya kedalam ruang IGD agar segera mendapatkan pertolongan.


Didepan pintu ruang IGD Richo menunggu dengan cemas dan khawatir.

__ADS_1


Melihat kecemasan Richo nyonya besar mengusap lengan Richo dan membawanya duduk agar sedikit tenang.


"Mom apa Kila akan baik-baik saja?"Tanya Richo dengan wajah cemasnya.


"Jangan khawatir dia pasti baik-baik saja karena Kila adalah wanita yang kuat" Ucap nyonya besar menenangkan Richo walaupun saat ini ia juga merasa khawatir terhadap Kila.


Richo mengangguk kemudian meletakan kepalanya di pundak nyonya besar.


Cklek


Pintu ruang IGD terbuka dan keluarlah dokter Sefan bersama asistenya dan satu dokter wanita ahli kandungan.


"Dokter Sefan bagaimana keadaan istri saya?" Tanya Richo tak sabar


"Istri anda baik-baik saja tuan untuk lebih jelasnya anda bisa menanyakan langsung pada dokter ahlinya" Jawab dokter Sefan menunjuk dokter wanita yang ada disampingnya.


"Tuan bagaimana kalau kita bicara di ruangan saja supaya lebih nyaman?" Usul dokter wanita itu.


"Baiklah dok" Jawab Richo setuju


"Apa mommy mau ikut" Tanya Richo pada nyonya besar.


"Mommy akan menunggunya disini" Jawab nyonya besar.


"Mari tuan, ikut saya"


"Baik dok"


Richo dan dokter wanita itu segera menuju ruangannya diikuti oleh dokter Sefan sedangkan asisten dokter Sefan pergi mengurus pasien lainnya.


sesampainya di ruangan, dokter wanita itu mempersilahkan Richo untuk duduk


"Silahkan duduk tuan"


"Ya terimakasih"


Richo duduk didepan dokter wanita itu dengan tegang sedangkan dokter Sefan berdiri disampingnya Richo dengan bersendekap dada.


"Dok sebenarnya istri saya sakit apa? Kenapa bisa pendarahan seperti itu?" Tanya Richo setelah ia duduk.


"Apa anda belum mengetahui jika istri anda itu hamil?"


"Hamil..., kok bisa?"


"Astaga tuan, kenapa anda bodoh sekali. Tentu saja bisa karena dia adalah istri tuan dan anda pasti sudah melakukan hal itu dengannya" geram dokter Sefan.


"Aku tau itu maksudku sudah berapa hari istriku itu hamil" ketus Richo.


"Dokter Sefan, tuan Richo bisakah saya menjelaskannya keadaan nyonya Kila?" Tanya dokter wanita itu agar mereka bisa berhenti berdebat.


"Silahkan dok" Jawab dokter Sefan dan Richo secara bersamaan.


"Ok begini tuan"


bersambung....


jangan lupa like & komen

__ADS_1


terimakasih...


__ADS_2