
Kila Menganti pakaiannya kemudian ia mencuci muka agar terlihat lebih segar setelah itu ia berjalan mendekati pintu dan membukanya.
"Apa sudah selesai?" Tanya Richo ketika melihat Kila keluar dari kamar mandi.
"Sudah" Jawab Kila singkat.
"Ok" Richo kembali menggendong Kila dan mendudukkannya di atas ranjang.
"Diamlah disini aku akan menyiapkan anak-anak dulu"
"ya"
Richo menghampiri ke-tiga anaknya yang sudah duduk dimeja sana menunggu Richo menyiapkan sarapan.
Dengan telatennya Richo meladeni anak-anaknya sarapan mereka.
"Kalian sarapan lah dulu papi akan menyuapi ibu kalian" Perintah Richo pada ke-tiga anaknya setelah ia mempersiapkan semuanya.
"Baik papi" Jawab ke-tiga anaknya secara bersamaan.
Richo mengambil makanan yang tadi disiapin oleh suster untuk Kila dan menyuapi Kila dengan sabar.
Ayo buka mulutnya" perintah Richo dan Kila pun menurut dan membuka mulutnya.
"Aku tidak mau bawang gorengnya" ucap Kila sambil mengunyah makanannya.
"Kenapa tidak mau?" Tanya Richo mengerutkan keningnya.
"Pahit dan gosong" Kila melirik bawang goreng yang sedikit gosong.
Richo terkekeh saat menyadari jika bawang gorengnya gosong.
"Mungkin chef-nya gagal fokus" Canda Richo membuat Kila tertawa.
"Mas ini sembarangan masak chef bisa gagal fokus" Ucap Kila dengan tersenyum lebar.
"Buktinya bawang gorengnya gosong" Richo melirik bawang goreng yang ditabur dimakamkan Kila.
"Ah sudah deh jangan ngomongin bagor melulu"
"Apa itu bagor?" Tanya Richo tidak mengerti
"Ya itu bawang goreng" Kila menunjuk bawang garam.
"Astaga kamu ini ada-ada saja, sudah ayo cepat makanya nanti keburu Mex datang" suruh Richo.
"Memangnya om Mex mau kesini?" Tanya Kila menatap Richo.
"Iya dia akan menjemput anak-anak"
"Oh" Kila mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ayo ini" Richo mengarahkan sendok yang berisi makanan itu kearah mulut Kila.
"Sudah" Kila menggelengkan kepalanya.
"Ayo dimakan nanti baby girl kita kelaparan" Richo mengusap lembut perut Kila.
"Tapi aku sudah terasa mual" Kila mencabikkan bibirnya memandang Richo.
__ADS_1
"Baiklah sekarang minum obat dan vitaminnya dulu" Richo meletakan piringnya di atas meja dan mengambil obat untuk diminum oleh Kila.
Kila tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya setuju.
"Ini obatnya dan vitaminnya"
Kila menerima obat dan Vitamin "Mana airnya?'
"Sebentar" Richo mengambil air di atas meja dan memberikannya pada Kila.
Kila segera meminum obat dan vitaminnya
"Sudah" Kila memberikan kembali gelasnya pada Richo.
"sekarang makanlah buahnya supaya tidak mual" Richo memberikan semangkuk buah yang sudah dikupas dan dipotong-potong pada Kila. Selama ini jika Kila merasa mual ia selalu memakan buah dan entah kenapa setiap makan buah mual Kila menjadi hilang.
"Aku akan memakan buahnya sendiri mas sarapan aja" Kila menolak siapa. Richo.
"Baiklah habiskan buahnya" Richo tersenyum kemudian menghampiri anak-anaknya yang sudah selesai makan.
"Apa kalian sudah selesai?" Tanya Richo pada ke-tiga anaknya.
"Sudah papi" Jawab mereka bertiga bersamaan.
"Baiklah sekarang temani ibu kalian biar tidak sendirian papi akan sarapan dulu"
"Baik papi" Mereka bertiga menghampiri Kila dan duduk di atas ranjang.
Tok tok tok
Cklek
"Kamu sudah datang Mex" Tanya Richo setelah mengetahuinya siapa yang masuk keruangan itu.
"Iya tuan" Jawab Mex mendekati Richo yang masih makan.
Melihat Mex datang Kila merasa senang dan segera memanggilnya.
"Om sini" panggil Kila melambaikan tangannya.
Mex yang dipanggil menoleh "Tuan saya kesana dulu ya, istri anda memangil" Pamit Mex.
"Awas jangan macam-macam!" Ancam Richo menatap tajam Mex.
"Tidak tuan, paling cuma peluk peluk dikit" Canda Mex sambil tersenyum meledek dan meninggalkan Richo disana.
"Dasar asisten kurang ajar" Umpat Richo pelan dan tidak ada yang mendengarnya.
"Ada apa nyonya?" Tanya Mex tersenyum setelah ia berada disamping Kila.
"Jangan panggil aku nyonya!" Kila mencabikkan bibirnya memandang Mex.
"Baiklah. tapi bibirnya jangan digituin" Ucap Mex tersenyum.
"Tapi paman ibu akan semakin cantik jika bibirnya seperti itu!" Ucap Zec ikut berbicara.
"Ya ibu kalian memang cantik dan kalian sangat pintar memilih seorang ibu" Mex tersenyum melihat mereka berempat.
"Iya dong siapa dulu" Bangga Zec sambil tersenyum.
__ADS_1
Kila yang mendengar mereka memuji dirinya hanya tersenyum.
"Ini" Kila memberikan mangkuk yang berisi potongan buah pada Mex.
"Apa ini sudah?" Tanya Mex menerima mangkuk buah itu.
"Belum"
"Lalu kenapa diberikan padaku?" Tanya Mex tidak mengerti maksud Kila.
"Kila mau disuapi oleh om" lirih Kila memelas.
"Oh, baiklah" Kemudian Mex mulai menyuapi Kila.
Kila merasa senang saat Mex mau menyuapi dirinya.
"Apa ini enak?" Tanya Mex tersenyum
"Enak om" Kila menganggukkan kepalanya.
"kami juga mau" Ucap Zoe dan Zil bersamaan.
"Ok" Jawab Mex kemudian menyuapi mereka semua.
Richo yang melihat Kila disuapi oleh Mex merasa kesal "Dasar cari muka dan kenapa juga Kila mau disuapi sama dia. Tadi aja enggak mau disuapi, giliran sekarang ada Mex dia minta disuapi dasar plin-plan. Katanya cinta mati sama aku tapi nyatanya setiap kali ada Mex dia selalu senang dan manja sama Mex, dasar menyebalkan!" Richo ngomel-ngomel sendiri namun dengan nada lirih dan segera menghampiri mereka.
"Sini biar aku aja yang menyuapi Kila" Richo merebut mangkuk yang berisi potongan buah dari tangan Mex.
Mex tersenyum saat Richo merebut mangkok yang ia pegang dengan muka masam, kemudian Mex mundur dan memberi ruang untuk Richo.
"Kenapa mangkuk buahnya mas ambil?" tanya Kila merasa heran.
"Biar aku saja yang menyuapimu" Jawab Richo datar.
"Aku tidak mau" Kila menatap Richo dengan cemberut.
"Kenapa tidak mau kan sama saja" ketus Richo.
"Pokoknya aku tidak mau, aku hanya ingin disuapi om Mex. Kenapa sih mas ini tidak mengerti banget" Kila merebahkan tubuhnya membelakangi Richo dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Mex yang melihat perdebatan mereka langsung membawa anak anak keluar dan bermain ditaman.
Melihat Kila membelakanginya Richo segera duduk di atas ranjang dan membelai rambut Kila.
"Maaf jika aku egois, jangan marah"
"Aku tidak marah" Jawab Kila dengan suara bergetar menahan tangisnya.
Richo yang tau jika Kila menangis ia segera membalikkan badan Kila.
"Jangan menangis maafkan aku" Richo mengusap air mata Kila yang sudah membasahi wajah cantiknya.
"Mas Richo tidak bersalah, aku yang salah karena tadi aku minta disuapi om Mex. Aku tidak tau kenapa aku tadi ingin sekali disuapi oleh om Mex" Lirih Kila.
"Sudah tidak papa. Apa sekarang kamu mau aku panggilkan Mex?" Richo memandang Kila dengan rasa bersalah karena kini ia menyadari kalau Kila mungkin sedang mengidam.
bersambung.....
jangan lupa like & komen
__ADS_1
terimakasih 🙏🙏