
Sampai di rumah sakit Alden langsung mendapatkan penanganan medis.
Khansa sangat khawatir melihat darah yang Alden keluarkan sepanjang perjalanan.
"Apa gue harus hubungin Mami dan Papi,atau memberitahu Tante Tisha dan Om Gibran".Khansa pun nampak berpikir apa yang akan ia jelaskan pada keluarga nya nanti.
Alden yang sudah mendapatkan penanganan keluar ruang perawatan.Ia langsung menghampiri Khansa yang duduk termenung.
"Moy"sapa Alden
"Lu nggak apa-apa kan Al??"Tanya Khansa masih dengan nada khawatir.
"Cuma luka ringan Moy,lihat gue udah di obatin"Alden memperlihatkan tangannya yang sudah terbalut perban yang sempat dijahit sebelumnya.
"Tetap aja gue khawatir,darahnya banyak banget dan itu luka lu dapat karena udah nolongin gue".Ucap Khansa
"Gue nggak keberatan Moy,nyawa pun akan gue berikan demi menyelamatkan mu".Ucap Alden tulus.
"Loe baik banget sih Al,,dibalik sikap loe yang selalu nyebelin ternyata hati loe malaikat".Khansa memuji Alden
Alden tersenyum mendengar ucapan Khansa
"Ayo kita pulang sekarang Moy,keluargamu dirumah pasti mengkhawatirkan mu".Ajak Alden
"Gue harus bilang apa sama Mami dan Papi,mereka pasti kecewa karena gue udah bohongin mereka Al".Lirih Khansa
"Lebih baik kita ceritakan kebenarannya,gue yakin keluarga loe bisa mengerti dan memaafkan loe asal jangan mengulanginya lagi".Alden memberikan saran
__ADS_1
"Baiklah,ayo mami gue sudah dari tadi menelpon tapi nggak gue angkat.Gue bingung harus mengatakan apa sama Mami".
"Pasti Tante Yola khawatir padamu Moy,telpon balik dan bilang loe diperjalanan pulang sama gue".ucap Alden yang sudah bersiap untuk meninggalkan rumah sakit.
Khansa pun mengangguk setuju dan ia pun segera menghubungi Mami nya,dan Khansa mengatakan pada Maminya akan menjelaskan semua nanti saat ia tiba di rumah kenapa terlambat pulang,Karena Maminya merasa heran kenapa saat pergi dengan Vina dan pulang bersama Alden.
insting seorang ibu sangat kuat,Yola merasa sudah terjadi sesuatu pada putrinya.Namun mendengar khansa sekarang bersama Alden kekhawatirannya sedikit berkurang.
Sampai dirumah Khansa,Alden pun ikut turun untuk mengantar Khansa.
Khanaya yang membuka pintu sedikit terkejut melihat keadaan Alden dan Khansa.
"Kak apa yang terjadi!!!"tanya Khanaya panik
"Dan itu tangan kak Al kenapa???"Tunjuk Naya pada tangan Alden.
Khanaya pun mempersilahkan Alden dan Khansa masuk,walau ia penasaran apa yang terjadi pada Kakaknya dan Alden.
Khansa pun masuk dan melihat kedua orang tuanya sudah menunggunya dengan perasaan khawatir.
"Apa yang terjadi Khansa"Tanya papi Taufan pada putrinya.
Papi Taufan juga melihat Alden yang terluka dengan baju penuh darah.Ia ingin menanyakan langsung pada Alden tapi Khansa sudah memeluknya erat .
"Maafin Khansa Papi,Mami"Khansa berhambur memeluk kedua orang tuanya itu dan menangis penuh penyesalan karena sudah membohongi kedua orang tua yang sangat sayang kepadanya itu.
Papi dan Maminya membiarkan Khansa menangis dan menunggu sang putri untuk tenang agar bisa menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Setelah tangisnya reda Khansa pun mulai berkata jujur pada Mami dan Papinya.
"Maafin Khansa Pi,mi,,udah berbohong".
"Kamu berbohong apa sayang??"Tanya Mami Yola lembut dan mengusap rambut putrinya
"Sebenarnya Khansa dan Vina tak pergi ke Mall malam ini,Tapi Khansa pergi ke diskotik"ucap Khansa ragu
"Diskotik!!!!!!!!"ucap Papi Taufan
Khansa mengangguk tanpa berani menatap Papinya.
"Khansa menghadiri pesta ulang tahun teman Khansa Pi,Tanpa pernah berpikir akibatnya dan Khansa bersyukur Alden juga berada disana menyelamatkan Khansa".
"Al apa yang terjadi pada tangan mu"Tanya mami Yola
"Hanya luka goresan senjata tajam Tante,Al sudah mengobatinya".Jawab Alden
Alden pun menceritakan kejadian yang mereka berdua alami malam ini.
Khanaya sangat shock mendengar cerita Alden dan Khansa.begitu juga Papi dan Mami nya tak menyangka Khansa berbohong.
"Jangan lakukan hal ini lagi Kak"Khanaya memeluk sang Kakak,walau Khanaya sering usil pada Khansa.Tapi ia sangat menyayangi Kakaknya itu.
Khansa mengangguk dan membalas pelukan Khanaya.
"Papi akan selidiki siapa yang berani ingin menculik putri Papi dan membuat putra seorang Ardan terluka seperti ini".Ucap Taufan dengan kilatan mata menahan amarah.
__ADS_1