
Hari ini Khanaya dan Baby Kenzie akan pulang kerumahnya.Devano sudah mempersiapkan segala keperluan istri dan anaknya itu.Sementara waktu Yola ikut tinggal bersama Khanaya untuk membantu merawat Baby Kenzie.
"Sayang ini kamar untuk Baby kita, aku memilih warna ini,kalo kamu kurang suka kita bisa merombaknya lagi".Ucap Devano sambil memeluk istrinya dari belakang
Khanaya suka desain kamar yang Devano buat,soal warna tidak ada masalah bagi Khanaya yang penting membuat Baby nya nyaman adalah yang utama.
"Aku menyukainya Kak Dev,Jangan di rombak lagi ini saja udah cukup".
"Baiklah sayang"Devano mengecup sekilas kedua pipi Khanaya.
"Astaga Kak Dev,,dilihat mami".Ucap Khanaya menyadari sang Mami masih bersama mereka.
"Anggap aja mami disini patung,Tapi ingat Dev istrimu masih dalam masa nifas belum boleh di apa-apain"Ucap Mami Yola sambil menahan tawa.
Devano hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal dan Mami Yola pun berlalu masuk untuk menaruh Cucu nya didalam box bayinya.
Khanaya banyak belajar mengurus bayi dari sang Mami,Dari cara menyusui yang benar dan belajar memandikan Baby Kenzie.
__ADS_1
Devano juga banyak membantu Khanaya mengurus Baby Kenzie,Bangun bergantian saat Kenzie rewel.Sebenarnya Khanaya melarang suaminya karena ia tau Devano sudah sangat lelah di kantor.
Namun Devano tak mau jika hanya Khanaya saja yang mengurus Baby Kenzie,ia juga punya tanggung jawab menjaganya.
"Sayang aku juga Ayahnya,jadi sudah tugasku ikut menjaga dan merawatnya".Ucap Devano saat Khanaya memintanya untuk tidur
Khanaya pun tak memaksa lagi Devano untuk beristirahat,karena jawaban yang ia terima selalu sama.Mereka pun secara bergantian menjaga Baby Kenzie.
********
Waktu berlalu berlalu Baby Kenzi tumbuh sehat dan aktif kini usianya sudah memasuki satu tahun dan sudah mulai belajar berjalan.
Devano dan Khanaya sangat suka menghabiskan sore di taman belakang rumahnya.Sekedar menemani putranya bermain dan saling bercerita.
"Sayang gigi Kenzi sudah mulai tumbuh yang bagian atas".Ucap Devano saat Kenzi menggigiti tangannya.
"Aku mau lihat Kak Dev"Khanaya membuka sedikit mulut putranya.
"Wah sudah ada dua Kak"Khanaya sangat senang melihat gigi Kenzi yang mulai keluar.
__ADS_1
"Pantas saja aku sedikit kesakitan saat menyusuinya".Ingat Khanaya saat menyusui putranya.
"Dari artikel yang aku baca,saat tumbuh gigi para batita akan merasa gatal pada gusinya dan aku rasa ia akan lebih sering menggigit,jadi kamu harus bersiap untuk itu sayang".Ucap Devano sambil mencium pipi istrinya hal yang sangat sering ia lakukan.
"Kak,,,aku merasa baru saja melahirkan Kenzie,tapi tak menyangka ia sudah sebesar ini".Khanaya merasa terharu melihat pertumbuhan putranya.
"Apakah itu artinya,Kenzie sudah bisa memiliki adik lagi,aku akan dengan senang hati membuat adik untuk putra kita"Ucap Devano sambil menaik turunkan alisnya.
"aku bukan belum siap kak,hanya saja aku ingin fokus dulu merawat Kenzie ia masih membutuhkan kasih sayang penuh".
"Kamu benar sayang,aku hanya bercanda"Devano memeluk Khanaya erat namun segera terlepas,karena putranya menggigit tangannya.
"Kenzie mengapa suka sekali menggigit tangan Ayah"Devano mengusap tangan yang digigit putranya.
"Dia mungkin kesal Kak,karena kamu selalu saja memelukku"Celetuk Khanaya
"Apa putra Ayah sudah bisa cemburu".
Kenzi seakan mengerti maksud ucapan Ayahnya langsung memeluk Khanaya dan tak membiarkan Devano mendekati Ibunya.
__ADS_1
Devano dan Khanaya tertawa melihat tingkah putranya.