Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 185


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai juga di hotel tempat mereka berempat akan menginap beberapa hari.


Khansa yang merasa lelah memilih untuk beristirahat sebentar di kamar hotel,Alden pun tak keberatan ia lebih mementingkan kesehatan sang istri.


Khanaya ingin sekali mengajak Khansa untuk berjalan-jalan namun karena melihat kondisi kakaknya sekarang merasa tak tega.


"Kak aku ingin mengajakmu berkeliling,tapi sepertinya kondisimu tidak memungkinkan".ucap Khanaya


"Kalau kalian mau berjalan-jalan nggak apa jangan menungguku,Nanti setelah aku sedikit fit Alden dan aku akan menyusul kalian".Balas Khansa ia tak keberatan adiknya ingin keluar lebih dulu.


"Iya pergilah Dev,,Naya".Alden juga meminta Pengantin baru itu untuk menikmati liburan sekaligus honeymoon nya.


"Baik lah kak,nanti aku akan memberitahu tempat yang aku kunjungi,jadi kalian bisa menyusul ku".ucap Khanaya sebelum meninggalkan kamar sang Kakak.


"Mas apa kita akan menyusul mereka"Tanya Khansa di sela pelukan sang suaminya.


"Tidak,,biar saja mereka menikmati masa liburan dan bulan madunya berdua,kita punya agenda sendiri tidak boleh menggangu mereka"Alden mencium hidung Khansa lembut


Khansa mengangguk mengerti,walau ia ingin sekali berjalan-jalan bersama adiknya.Namun apa yang suaminya katakan benar juga tak boleh menggangu pengantin baru itu.


*****


Turki,,Cappadocia



"Indah nya"Ucap Khanaya saat melihat

__ADS_1


balon-balon udara itu mengudara.


"Kamu menyukainya sayang"Ucap Devano dan memeluk Khanaya dari belakang.


"Sangat suka,aku dan Kak Khansa memang ingin sekali kesini berdua,tapi tak menyangka kami kesini dengan para suami"Ucap Khanaya tersenyum senang.


"Nikmati liburan ini sayang,aku akan mengajak kemanapun tempat yang ingin kamu kunjungi".Bisik Devano mesra Devano lebih fokus dengan tampilan istrinya dari pada menikmati pemandangannya.


"Makasih Mas"Ucap Khanaya dan mengecup sekilas bibir Devano


"Kamu menggodaku sayang"Devano kembali mencium Khanaya dalam.Sampai mereka berdua hampir kehabisan pasokan oksigen baru ciuman itu lepas.


Devano mengelap bibir Khanaya yang basah,Istrinya itu sudah pintar mengimbangi ciumannya.


"Andai ini dikamar hotel sudah aku makan kamu sayang".suara Devano serak


"Kamu Membuatku gemas sayang"Mencubit pipi istrinya.


"Mas sakit"Rengek Khanaya manja


"Aku suka saat kamu memasang wajah ini Nay".kembali menciumi pipi sang istri


"Kamu lapar"Tanya Devano tiba-tiba saat mendengar bunyi perut sang istri.


Khanaya mengangguk malu,ia memang merasa lapar sekarang.Perutnya belum terisi sejak awal datang tadi.


"Aku akan memesan makanan ,tunggulah disini aku akan secepatnya kembali setelah memesan makanan untuk kita"Devano meninggalkan Khanaya sementara.

__ADS_1


"Iya Mas,jangan lama-lama ya".


Devano mengangguk setuju.


Setelah menunggu semua makanan dan minuman yang sudah dipesan pun akhirnya datang juga para pelayan menaruhnya di sebuah meja.


"Sayang ayo makan "Ajak Devano saat melihat sang istri masih sibuk dengan kamera ditangannya memotret beberapa foto.


Khanaya pun mendekati suaminya dan segera memakan hidangan makanan yang terlihat sangat lezat itu.


"Mas aku ingin menaiki balon udara itu"Tunjuk Khanaya


"Setelah kita selesai makan,aku akan menemanimu menaiki balon udara itu".


"Pasti menyenangkan kalau Kak Khansa dan Kak Al ikut bersama kita".Ucap Khanaya


"Sangat berbahaya sayang orang hamil harus naik balon udara itu".


"Iya Mas,Nanti kita boleh kesini lagi kan saat Kak Khansa sudah melahirkan bayinya".Pinta Khanaya


"Pasti kita akan kesini lagi sayang,tapi aku ragu".


"Kenapa".


"Bisa saja setelah Khansa sudah melahirkan,giliran kamu yang hamil".


"Eh,,,"

__ADS_1


__ADS_2