
"Aku tidak mau aku takut terjadi sesuatu pada mas. Aku tidak mau! Hiks hiks hiks" Teriak Kila menangis sesenggukan.
"Tidak akan terjadi sesuatu padaku. Keluarlah" Kali ini Richo tidak membentaknya karena melihat Kila menangis.
"Tidak mau aku tetap tidak mau" Kila memeluk Richo dengan erat.
Richo yang merasakan pelukan Kila merasa sedikit nyaman membuat tubuhnya meminta lebih dari sekedar pelukan.
"ahhh" Richo mencoba menahan hasratnya.
"Keluarlah aku tidak ingin menodai mu"
"Lakukanlah mas aku ini istrimu. Tidak akan dosa jika kita melakukan itu"
"Tapi___"
"settt..." Kila meletakan jari telunjuknya dibibir Richo "sekali saja tidak papa"
Ya Tuhan aku seperti wanita murahan saja. Batin Kila.
Kila sudah tidak tahan melihat Richo merintih menahan hasratnya. Kila mengalungkan tangannya dileher Richo dan memberanikan diri untuk mencium bibir Richo. Tidak disangka Richo membalas ciuman Kila. ciuman itu semakin dalam hingga menimbulkan desahan sedangkan tangan Richo sudah menelusup kedalam baju Kila.
Kila sudah berada dalam kungkungan Richo dan keduanya sudah polos tidak ada sehelai benangpun ditubuh mereka.
Setelah saling men***bu akhirnya mereka melakukan penyatuan tubuh.
Keringat Richo dan Kila sudah bercucuran membanjiri tubuh mereka. Mereka berdua mencoba mengatur nafasnya yang memburu karena pergulatan panas yang mereka lakukan
"Mas aku haus" Ucap Kila pelan
"Biar aku ambilkan" Richo bangun dari tidurnya dan mengambil air di atas nangkas dan memberikannya pada Kila.
Kila mengambil dan meminum air yang diberi oleh Richo sambil memegangi selimut yang menutup tubuh polosnya.
baru beberapa menit mereka mengakhiri penyatuan tubuh kini obat itu sudah bereaksi kembali dan akhirnya merekapun melakukan pergulatan panas itu lagi.
Hingga pukul 3 dini hari mereka berdua baru mengakhiri kegiatan panas mereka dan tertidur pulas dengan saling berpelukan.
pagi harinya
Nyonya besar memberi tahu anak anak jika Kila sedang tidak enak badan dan Harus beristirahat jadi nyonya besar menyuruh anak-anak berangkat sekolah diantar oleh sopir dan tidak perlu menunggu Kila.
Seperti biasanya Mex datang kerumah Richo untuk menjemput Richo berangkat kekantor.
Sudah 4 jam Mex menunggu Richo di ruang tamu tapi yang ditunggu tidak terlihat batang hidungnya membuat Mex kesal.
"Mex kenapa kamu belum berangkat kekantor?" Tanya nyonya besar saat melihat Mex masih setia menunggu Richo di ruang tamu.
__ADS_1
"Saya sedang menunggu tuan nyonya besar" Jawab Mex sambil menoleh kearah nyonya besar yang duduk di sebelahnya.
"Ini sudah jam 10 dia tidak akan berangkat kerja"
"Kenapa tuan tidak akan berangkat kerja?"Tanya Mex mengerutkan keningnya bingung
"Apa kamu melupakan kejadian tadi malam Mex?"
Mex yang mendapat pertanyaan dari nyonya besar seperti itu mencoba mengingatnya.
Ia terkekeh saat sudah mengingat kembali bagaimana Richo diberi obat itu saat mereka berada di kafe.
Mex menepuk jidatnya "Ah iya hampir saja lupa" gumam Mex.
"Apa kamu sudah mengingatnya Mex?" Tanya nyonya besar tersenyum.
"Sudah nyonya besar, tapi apa mereka akan melakukannya?"
"Kamu pikir dia akan tahan"
"Sepertinya tidak, hahaha...." Mex tergelak tawa
"Jangan menertawakan putraku Mex"
Bug
nyonya besar memukul bahu Mex
"Sudah berangkatlah bekerja sana" Perintah nyonya besar pada Mex.
"Baik nyonya besar, saya permisi dulu"
Mex melangkah menuju pintu tapi sebelum ia sampai di pintu Mex teringat sesuatu dan membuat Mex kembali menghampiri nyonya besar.
"Kenapa kembali lagi Mex" Tanya nyonya besar saat melihat Mex sudah ada didekatnya lagi
"Maaf nyonya besar sebelum jam makan siang nanti ada rapat direksi dan tuan harus hadir" Jelas Mex.
"Baiklah Mex, biar saya yang akan datang dirapat direksi nanti"
"Baik nyonya besar saya akan menunggu anda di kantor. Sekarang saya permisi dulu nyonya besar"
"Ya" Jawab nyonya besar singkat.
Mex segera meninggalkan rumah Richo dan pergi kekantor.
Di kamar
__ADS_1
Richo baru terbangun saat merasakan tangannya keram akibat dijadikan bantal oleh Kila. Berlahan-lahan Richo menarik tangannya dan meletakan kepala Kila di bantal.
Richo tersenyum membelai pipi kemudian beralih ke bibir Kila yang masih terlelap dalam tidurnya.
"Bibir ini rasanya manis sekali" gumam Richo mengusap-usap bibir Kila dengan ibu jarinya.
Richo segera berhenti mengusap bibir Kila saat ia melihat Kila mulai menggeliat dan membuka matanya.
"Mas sudah bangun?" Tanya Kila mencoba untuk bangun dari tidurnya dan bersandar di ranjang sambil menutupi tubuhnya yang masih polos.
"Ya dan sekarang aku mau mandi dulu karena badanku rasanya lengket semua" Richo bangun dari tidurnya dan mengambil bokser yang tercecer dilantai untuk dipakai.
Kila hanya mengangguk dan menatap Richo yang sudah berjalan menuju kamar mandi.
20 menit kemudian Richo sudah selesai dengan mandinya dan keluar kamar mandi hanya mengunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya sedangkan tangannya sibuk mengeringkan rambut dengan handuk kecil.
Kila yang melihat bentuk tubuh Richo yang atletis ingin rasanya ia memeluknya tapi itu tidak mungkin bisa terjadi. Mungkin hanya tadi malamlah Kila memiliki kesempatan untuk memeluk dan menyentuh tubuh Richo, karena hari-hari selanjutnya ia tidak mungkin bisa melakukannya kembali sebab ia tau kalau Richo tidak mencintainya dan tidak akan mungkin mau dipeluk oleh dirinya.
"Kila apa kamu tidak ingin mandi" tanya Richo membuyarkan lamunan Kila
"Emmmm, iya"
Sebenarnya Kila masih malas untuk mandi karena badannya terasa remuk dan bagian sensitifnya juga terasa perih tapi ia harus mandi karena badannya terasa lengket.
Kila menurunkan kakinya dan mencoba berdiri sambil memegangi selimutnya. Saat berjalan ia merasakan bagian sensitifnya sakit yang luar biasa dan kakinya juga terasa gemetar.
Richo menghampiri Kila, saat ia melihat Kila hanya diam tak melanjutkan langkahnya.
"Apa itu sakit?" Tanya Richo menunjuk bagian sensitif Kila.
"Iya" Kila menunduk malu
Seharusnya aku tidak melakukannya berulang ulang karena itu adalah yang pertama kalinya bagi Kila tapi mau bagai mana lagi obat latnat itu sudah mempengaruhi ku dan aku tidak bisa menahannya. Batin Richo
"Kalau begitu aku akan mengantarmu kekamar mandi"
Richo langsung mengangkat tubuh Kila dan membawanya kedalam kamar mandi.
Didalam kamar mandi Richo mendudukkan Kila di kloset dan mengisi bathtub dengan air hangat serta menuangkan aromaterapi.
Setelah selesai dengan itu semua Richo segera mengangkat tubuh Kila dan meletakkannya di bathtub.
"Sekarang berendam lah dulu supaya segar dan tidak terlalu sakit, aku akan keluar jika kamu sudah selesai panggil aku"
"Ya" Kila menganggukkan kepalanya.
Richo keluar dan menutup pintu kamar mandi membiarkan Kila didalam sendiri.
__ADS_1
Richo yang melihat seprainya ada noda darahnya ia pun segera menggantinya supaya Kila tidak merasa malu saat tau ada noda darah diseprai.
bersambung.....