
Bebeapa bulan berlalu Akhirnya Keluarga Raksa dan Edwar pun merasa lega dengan keputusan pengadilan yang akan menjatuhkan hukuman kepada Geri dengan hukuman penjara seumur hidup.
Ardan Pun berencana mengajak Istri serta semua keluarga untuk berlibur.
Tisha menyiapkan segala perlengkapan untuk ia bawa nanti,kebutuhan Alden yang utama.
Greppppp Ardan memeluk Tisha dan mengendus leher sang istri yang sedang sibuk dengan kegiatannya.
Tisha dan membiarkan suaminya terus memeluknya. Ardan pun terus saja mengganggu Tisha jangan lupakan tangannya yang sudah berkelana.
"Mas,,,,"Desis Tisha saat tangan Ardan mulai memainkan bukit kembarnya.
Ardan pun membalik tubuh istrinya dan mencium bibir Tisha,suara kecapan saling bersahutan didalam kamar yang kedap suara itu.
Namun aktifitas panas mereka harus terhenti karena Baby Alden terbangun dan menangis kehausan.
Ardan pun melepaskan pagutannya dibibir Tisha.
"Alden bangun Sha,mungkin ia haus"Ardan mengusap bibir istrinya yang basah karena ulahnya.
Tisha pun menghampiri Putranya didalam Box dan menganggkatnya pelan,Tisha pun mulai menyusui Alden.
__ADS_1
Ardan memperhatikan Alden yang dengan lahap meminum sumber nutrisinya.
"Mas mandi dulu sana"Perintah Tisha melihat suaminya terus memandangi dirinya dan Alden.
Ardan pun dengan cepat menyelesaikan mandinya dan bergabung bersama Istri dan putranya Alden.
Kini pertumbuhan Alden sangat cepat,Berat badannya juga semakin naik,pipi gembulnya selalu menjadi pusat perhatian orang-orang yang melihatnya.
"Mas kapan kita akan berangkat"Tanya Tisha pada Ardan
"Dua hari lagi Sha,masih ada beberapa pekerjaan kantor yang harus Mas selesaikan".
"Iya,Aku tidak mungkin lupa mengajak mereka.Ini Honeymoon yang tertunda untuk mereka Sha,cuma aku sedikit khawatir karena Yola sedang hamil sekarang".Ucap Ardan
"Kandungannya sudah besar Mas,semoga saja Ibu dan calon bayinya selalu sehat".doa Tisha ia senang sekali saat Yola dan Taufan akan ikut bersama mereka.
"Kita juga harus honeymoon disana Sha,aku akan membuatmu hamil lagi".Ucap Ardan ditelinga sang istri.
"Anak kita masih kecil Mas".Ucap Tisha
"Aku ingin rumah kita rame dengan anak-anak kita,kamu tau kan Sha aku anak tunggal dan kadang merasa kesepian,kehadiranmu dan Alden itu adalah anugerah terindah yang kumiliki".Ardan menatap bergantian Tisha dan Alden.
__ADS_1
"Aku bukan gak mau hamil lagi Mas,cuma waktunya belum tepat aku ingin hamil kalau Alden sudah berumur dua tahun,aku menginginkan adiknya nanti perempuan Mas".Ucap Tisha
"Mas menginginkan anak kembar hadir dirahim mu Sha".Ardan mengusap perut Tisha.
"Keluarga kita gak punya gen kembar Mas,emang bisa".Tanya Tisha
"Hmmmmm kamu belum tau ya kalau papa ada saudara kembarnya".Ardan memberitahu.
Tisha menggelengkan kepalanya tanda ia tak tau tentang saudara kembar Papa mertuanya.
"Dimana sekarang saudara kembar Papa Mas".
"Sudah meninggal Sha,Sejak kecil karena sakit".
Tisha mengangguk mengerti,saat melihat putranya Alden kembali tertidur pulas Tisha pun langsung berdiri untuk menaruh Alden kedalam box bayinya.
"Sekarang giliran Daddynya".Ardan menarik tangan Tisha pelan.
"Giliran apa Mas?" tanya Tisha bingung
"Melanjutkan yang tertunda tadi Sha"Tanpa basa basi lagi Ardan pun langsung mencium bibir istrinya dan Tisha bisa mengerti apa yang dimaksud suaminya tadi.
__ADS_1