Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 200


__ADS_3

Devano pun sudah berada di kamar kembali,dan mengajak Khanaya untuk pergi.


Juno dan Hanna tidak bisa pulang sekarang karena akan mengurus beberapa model lain yang masih terikat kontrak kerja Juno dan Hanna hanya mengantarkan Devano dan Khanaya sampai di bandara.


Tanpa sepengetahuan Devano,Gina ternyata sudah memantau segala gerak gerik Devano dan Khanaya.Gina akan menyusul Devano ke Jakarta,banyak rencana yang ingin ia lakukan agar bisa merebut hati Devano kembali.


Sampai di Jakarta Khanaya meminta Devano mengantarnya ke rumah orang tuanya,dan disana juga Khansa dan Alden sedang berkunjung.


Kepulangan Khanaya yang tiba-tiba membuat semua keluarga khawatir,terlebih lagi Devano yang tak memberi kabar menyusul Khanaya.


"Apa terjadi sesuatu???"Tanya Alden pada Devano saat ia hanya duduk berdua diruang tamu.Sedangkan para wanita sibuk di dapur membantu Mami nya menyiapkan sesuatu.


Devano mengangguk,dan mulai menceritakan semua nya dari awal.


Alden mendengarkan dengan serius.Dan mulai mengerti keadaan Devano dan Khanaya.


"Kenapa tak menghubungiku,aku bisa membantumu menyelesaikan semuanya".Ucap Alden

__ADS_1


"Aku dan Khanaya tak ingin membuat kalian disini Khawatir,terutama Khansa istrimu kamu tau kan kalau sesuatu yang buruk terjadi pada adiknya itu berbahaya bagi Khansa".


"Kamu benar juga,tapi lain kali jangan menutupi hal sebesar ini pada kami dan selamat buat mu Dev,akhirnya kamu juga akan menjadi seorang Daddy sama sepertiku".Ucap Alden turut bahagia mendengar kabar Khanaya sedang mengandung.


"Makasih Al,,selama ini kamu sudah banyak sekali membantuku".Ucap Devano tulus ia merasa bersyukur menemukam sahabat seperti Alden yang sekarang juga menjadi kakak iparnya.


Tak lama Khanaya dan Khansa datang dengan membawa sepiring makanan ringan untuk para suami mereka.Sedangkan Mami Yola membawa minuman dingin.


"Papi belum pulang kantor ya Mi"Tanya Khanaya tak melihat kehadiran papinya.


"Iya,mungkin sebentar lagi.Tadi mami sudah menelpon Papi agar segera pulang".


Alden yang sudah tau lebih dulu dari Devano hanya tersenyum kecil.


Tidak menunggu lama Papi Taufan akhirnya pulang,Papi Taufan memberi ciuman hangat pada Mami Yola yang menyambut kedatangannya.


"Pi,,sini cepat aku sudah tak sabar menunggu kabar gembira dari Naya,katanya menunggu papi datang dulu"ucap Khansa antusias ia penasaran sejak tadi tentang apa yang ingin adiknya itu sampaikan.

__ADS_1


Khanaya tertawa melihat antusias kakaknya itu,Situasi seperti ini mana tega Khanaya menceritakan tentang kejadian buruk yang menimpanya.Mungkin ia akan mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya,tapi bukan sekarang.


Papi Taufan pun segera duduk diantara para menantunya.


"Papi ingin dengar ada kabar gembira apa???"Tanya Papi Taufan


"Ini alasan Devano menyusul ku tiba-tiba,Dan aku harus pulang sebelum waktunya".


"Nay kamu semakin membuat Kakak penasaran".Ucap khansa tak sabaran sejak hamil jiwa keingintahuannya sangat besar berbanding terbalik saat ia remaja dulu yang sedikit introvert dan terlihat gadis yang sangat cuek.


"Kabar gembiranya adalah aku sedang hamil"Lanjut Khanaya


"ka..mu,,Ha,,,mil,,"Ucap Khansa terbata-bata namun langsung memeluk adiknya itu.


"Iya Kak,aku hamil".


"Aku akan punya dua cucu".Papi Taufan pun tak kalah bahagia mendengar kehamilan Naya.

__ADS_1


Mami Yola sudah mengusap air mata bahagianya.ia juga tadi sempat curiga kalo putri bungsunya itu sedang hamil saat Khanaya tak suka mencium bau mentega.


__ADS_2