Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
sakit


__ADS_3

Tanpa Lana sadari Ivan mengikuti Lana pulang ke rumah. Ivan ingin tau tempat tinggal Lana.


Lana yang tak tau kalau ada yang mengikuti membuka pintu pagar dan memarkirkan motornya. Ivan kembali melajukan mobilnya setelah tau rumah Lana.


Beberapa hari berlalu


Hari ini Lana berusaha bangun dari tidurnya tapi kepalanya berat, perutnya panas dan terasa melilit, Lana berusaha meminum obat anti nyeri setelah itu ia mengabari pihak rumah sakit untuk menukar jadwalnya karena Ia tak bisa kerja karena sakit.


sementara di ruang direktur


" Yo.. apa hari ini dokter Lana jaga??" tanya Ivan ke asiatennya.


"sebentar Pak, saya cek dulu". Rio mengambil telpon dan berbincang serius dengan seseorang di ujung telpon.


"dokter Lana sedang tidak jaga Pak, informasinya dia sakit Pak". Rio menjelaskan keadaan Lana.


Sreeett... bunyi kursi kerja yang di dorong ke belakang.


"Yo.. tolong batalkan semua meeting saya hari ini, jadwal ulang untuk minggu depan sampaikan saya ada keperluan mendesak". Ivan memberi perintah Rio sang asisten


"Oya.. tolong siapkan tas kerja saya, selengkap2nya.. akan saya bawa sekarang. saya tunggu di mobil 10 menit dari sekarang".


"Baik Pak.." Rio seolah mengerti akan maksud atasannya, Ia bergegas menghubungi ke lantai 1 untuk menyiapkan semuanya.


Sementara seorang perawat sudah tergopoh gopoh berjalan ke arah lift sambil membawa sebuah tas dan menunggu seseorang di depannya.

__ADS_1


"kamu mau on call kemana Dik?" tiba2 Cahya mengejutkan didik sang perawat.


"Oh ini Bu Cahya.. saya diminta menyiapkan ini oleh Pak Rio". didik menjelaskan ke Cahya


"Oh.. begitu". jawab Cahya sambil menunggu lift menuju ruangannya.


"ting" suara lift terbuka dan munculah Rio dengan wajah yang tak kalah tampan dari Ivan.


hal ini membuat Cahya sedikit kaget karena tak menyangka Rio yang akan keluar dari lift itu.


"Pagi Pak Rio.." ucap Cahya sopan.


"Pagi Bu Cahya". Rio berlalu dan mengambil tas yang dibawa didik, kemudian berlalu menuju parkiran dewan direksi.


"Aduuuuh kenapa nih jantung kayak habis lihat hantu and dag dig dug der gini.. tiap berurusan sama tuh asdir". Cahya geleng2 kepala sendiri.


Ivan langsung tancap gas, tujuannya saat ini adalah rumah Lana.


Sementara di rumah Lana, keringat dingin bercucuran dari sekujur tubuh Lana. Ia merasa lemas. Baru kali ini ia merasakan badannya selemah ini.


"tok.. tok.. tok.." suara ketukan pintu rumahnya membuat Lana harus bersusah payah berjalan ke depan pintu.


"Iya.. sebentar" suara lemah Lana sambil berusaha membuka pintu.


ceklek...

__ADS_1


Ivan berdiri di depan pintu dan membuat Lana membulatkan matanya heran, pagi2 didatangi direkturnya.


"kamu...., Arrghhh... " Lana terhuyung lemas hampir bersimpuh di depan pintunya, dengan sigap Ivan menangkap tubuh gadis itu dan menggendongnya di depan badannya. Lana tak bisa berbuat banyak apalagi protes, untuk bicara saja sudah tak bertenaga rasanya.


Ivan merebahkan tubuh Lana di tempat tidur kemudian Ia berlari kecil menuju pintu depan mengambil tas kerjanya yang sudah disiapkan Rio tadi. Ivan menutup pintu itu.


Dengan sigap Ivan segera memeriksa keadaan Lana.


Ia kemudian memasang infus yang sudah dibawanya tadi. membiarkan Lana tenang sebentar.


Ivan berjalan mencari arah dapur, Ia kemudian membuat bubur untuk Lana.


Kemudian Ivan kembali ke kamar Lana sambil membawa semangkuk bubur dan air putih.


dengan mata setengah sayu Lana mencoba mengerjapkan matanya.


Ivan menaruh bubur itu di meja samping tempat tidur lalu menaruh bantal untuk sandaran Lana duduk.


Lana hanya menurut semua tindakan Ivan.


Ivan menyuapi Lana dengan telaten sampai bubur itu habis dimakan Lana.


"istirahatlah.. kamu kecapean, tensi rendah dan gejala typus". Ivan menjelaskan sambil membantu Lana pada posisi tidur dan membenarkan selimut Lana.


Lana hanya diam dan mulai memejamkan matanya. iya merasa sedikit nyaman sekarang. Ia memejamkan matanya, Ivan membenahi rambut tipis yang ada di pipinya.

__ADS_1


"cup" Ivan mengecup kening Lana.


Lana tak bisa berontak, Ia memilih diam dan tidur.


__ADS_2