Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 179


__ADS_3

Pandangan Khansa mulai kabur,darahnya mulai berdesir hebat berita tentang adiknya membuatnya sangat tertekan dan khawatir.


"Mas Al,,,,"Lirihnya lagi Khansa mulai kehilangan kesadaran.


Alden secepatnya berlari saat mendengar istrinya berteriak keras.Alden yang berada dikamar mandi pun langsung keluar.melihat keadaan istrinya membuat jantung Alden terasa terhenti sejenak.


"Moy,,,buka matamu sayang,,apa yang terjadi"Tangis Alden pecak melihat wajah Khansa yang sudah pucat pasi.


Alden melihat kearah televisi yang masih menyala,dan ia pun bertambah khawatir.


Alden mengerti kenapa sang istri tiba-tiba Drop,Khansa pasti sudah melihat berita ini.


Alden segera mengganti bajunya,Saat bertemu Bi Tuti di bawah Alden meminta Bi Tuti memberitahu Mommy dan Daddy nya tentang keadaan Khanaya.


"Apa yang terjadi Pada Non Khansa Tuan muda????"Tanya Bi Tuti panik


"Alden nggak bisa jelasin sekarang Bi,,tolong beritahu Daddy ya aku akan secepatnya kerumah sakit".Ucap Alden tanpa menunggu lagi Alden segera menggendong istrinya dan membawanya ke mobil dan segera menuju rumah sakit terdekat,Alden tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Istri dan Calon anaknya.


Setelah sampai dirumah sakit Khansa langsung mendapat perawatan intensif.


*******

__ADS_1


Belum hilang kecemasan Taufan Dan Yola mendapat kabar berita tentang Khanaya yang akan di tembak,kini dapat kabar Khansa pingsan.


"Mas kenapa putri kita harus mengalami ini semua,apa salah ku dimasa lalu hingga putri-putri ku mengalami hal yang sama denganku"Isak Yola dan memeluk erat suaminya.


"Tenang lah sayang,,,Mas tak akan membiarkan orang yang ingin mencelakai putri kita lolos begitu saja,aku akan memberinya perhitungan".


Taufan mengusap lembut rambut Istrinya.


Ardan dan Tisha yang memang secara kebetulan bertamu kerumah Yola juga sangat Shock mendengar kabar Khansa dan Khanaya.


"Kalian berdua temui Khanaya,Nanti biar aku dan sama Yola yang menemui Khansa".Tisha memberi saran.


Ardan dan Taufan setuju.


"Mas nggak izinin kamu mengemudi dalam keadaan kacau seperti ini"Tolak Taufan


"Biar aku saja yang menyetir mobil".Ucap Tisha


Ardan pun setuju dan memberikan kunci mobil pada istrinya dan ia akan ikut bersama Taufan.


"Hati-hati ya sayang"Ardan mengecup lembut kening istrinya sebelum ia pergi dengan Taufan.

__ADS_1


"Iya Mas"Jawab Tisha


"Kabarin Mas,tentang kondisi Khansa nanti ya"Taufan pun mencium kening Yola.


Tanpa menunggu lagi mereka semua pergi ketujuan masing-masing.


*******


Alden mondar mandir menunggu dokter untuk memberitahu keadaan Istrinya.


Tak lama Dokter pun keluar ruang perawatan.


"Dokter gimana istriku?????"Tanya Alden langsung


"Kondisi nya sudah stabil,kondisi tadi sangat berbahaya bagi ibu dan janin yang dikandunganya.Apa yang sebenarnya terjadi sampai ia seperti ini".Tanya Dokter itu.


Alden menarik nafas dalam dan menceritakan pada Dokter tentang kejadian yang membuat khansa tak sadarkan diri.


"Syukurlah kamu membawanya tepat waktu,jadi kami masih bisa mengatasi dan melakukan pengobatan yang tepat,Lain kali lebih berhati-hati lagi kondisi ibu dan bayinya sangat lemah saat ini".Ucap Dokter memberitahu.


Perasaan cemas Alden mulai berangsur hilang setelah mendengar istri dan calon anaknya baik-baik saja.

__ADS_1


"Terima kasih dokter"Ucap Alden sebelum dokter itu berpamitan pergi.


Para suster segera membawa bangkar Khansa menuju ruang inap dirumah sakit dan Alden segera ikut bersama.


__ADS_2