
Cindi terus saja mencari perhatian Alden,Walau Alden tak menggubrisnya.Alden paham dengan sikap Cindi sudah banyak wanita yang mendekatinya dulu bersikap seperti Cindi.
Alden yakin tak mungkin bisa tergoda tapi tetap saja ia merasa khawatir,jika Khansa melihat sekretaris barunya ini.Khansa tipe wanita pencemburu dan curigaan.kadang cepat juga salah paham.Alden tak mau kejadian di Amerika dulu terulang kembali.
"Cindi saat kamu tidak aku panggil keruangan bisakah kamu tetap di mejamu saja"Akhirnya Alden membuka suaranya.
"Ehhhh iya pak"Cindi jadi malu karena memang ia sengaja melakukan apapun yang tak mendapat perintah dari Alden dari pura-pura membuatkan minum dan merapikan berkas-berkas di meja Alden.
"Sebentar lagi istriku akan datang,aku tak ingin kamu berada diruangan ini"Ucap Alden lagi.
"Bapak sudah punya istri???"Tanya Cindi kecewa
"Kamu belum tau jika aku sudah menikah dua Minggu lalu dan ia akan mengunjungi ku hari ini".
Cindi menggelengkan kepalanya,tak ada yang memberitahunya lagi pula Alden sangat terlalu muda untuk memiliki Istri.
Belum sempat Cindi keluar ruangan,Khansa sudah masuk kedalam ruangan Alden.
"Moy"Ucap Alden kaget tak menyangka sang istri sudah berada diruangan ya.
"Maaf Al,,aku pulang lebih awal dan langsung kesini,aku kangen"Khansa tak menyadari ada Cindi didalam ruangan ia langsung memeluk suaminya dan mencium pipi Alden.
__ADS_1
Alden sangat senang saat Khansa bersikap manja seperti ini.
"Moy diruangan ini aku tidak sendiri"Bisik Alden ditelinga sang istri.
Khansa melepas pelukan dan melihat sekitar ruangan.Ada wanita yang berdiri mematung melihat kemesraan pengantin baru itu.
"Siapa dia Al???"Khansa sedikit berbisik
"Sekretaris baru ku"Jawab Alden
"Maaf Mba,,aku nggak melihat mu tadi.Namaku Khansa"Khansa mengulurkan tangan nya pada Cindi sebagai salam perkenalan.
Cindi tak langsung menyambut uluran tangan Khansa ia memperhatikan Wajah Khansa yang tak terasa asing baginya.
pikir Cindi
menyadari dirinya sedang melamun Cindi pun langsung meminta Maaf.
"Maaf aku Cindi,salam kenal"Cindi pun menyambut uluran tangan Khansa.Cindi merasa iri melihat Khansa dan tak menyukai kecantikan Khansa yang alami tanpa make up berlebih itu.Terlebih lagi Khansa adalah istri dari pria yang membuatnya jatuh cinta pertama kali.
"Aku harus memanggil kamu apa ya,seperti ya umur kamu lebih muda dari ku".Tanya Cindi berbasa basi.
__ADS_1
"Panggil saja namaku Khansa,lagi pula mungkin umur kita tak terlalu jauh berbeda".Ucap Khansa.
Cindi mengira Khansa gadis baru lulusan SMA dan menikah muda.
"Baiklah aku akan memanggil mu Khansa".
"Cindi bisakah kamu tinggalkan ruangan ini,aku ingin berdua saja dengan istriku".Ucap Alden
Cindi pun mengangguk dan berpamitan untuk keluar.walau dihatinya sedang terbakar api cemburu.
Khansa pun tak terlalu memikirkan Cindi ia langsung membuka beberapa makan siang yang sebelumnya ia beli disebuah restauran.
"Al ayo kita makan"Ajak Khansa
"Moy kamu nggak keberatan Cindi menjadi sekretaris ku kan".Tanya Alden Hati-hati.
"Kalau cara kerja nya bagus mengapa juga aku harus keberatan Al,,lagi pula aku percaya sama kamu Al"Khansa mengerti maksud dari ucapan suaminya.
Khansa lebih dewasa sekarang ia sudah belajar dari pengalamannya dulu tak bisa asal menuduh dan cemburu tanpa adanya bukti namun ia tetap akan waspada,Suaminya sekarang adalah seorang pemimpin perusahaan besar pasti banyak godaan nya terutama adalah godaan wanita lain.
"Makasih Moy sudah percaya padaku".Alden mencium kening Khansa lembut.
__ADS_1
"Kepercayaan aku harus dijaga ya Al,,,"
Alden mengangguk ia tak menyangka istrinya itu sudah jauh berubah sekarang.