
"kenapa tidak suka? biasanya kamu suka dengan makanan yang manis-manis seperti ini" heran Richo.
"Entahlah sekarang aku lebih suka memakan makanan yang gurih"
"Kenapa kesukaan kita jadi terbalik begini?"
"Aku juga tidak mengerti, mungkin ini keinginan anakmu" Jawab Kila santai.
"Ya mungkin kamu benar. Ah rasanya kenyang sekali" Ucap Richo setelah menghabiskan semua cupcakenya.
"Astaga mas kamu menghabiskan semuanya?" Heran Kila saat melihat Richo menghabiskan 10 cupcake sekaligus.
"Habis cupcakenya enak sih" Ucap Richo dengan cengengesan.
"Mas Richo nanti tidurnya tidak usah di kursi lagi ya..., Kila enggak mau badan mas sakit semua karena tidur di kursi"
"Kalau nanti aku tidur di sofa bagaimana aku bisa membantumu jika kamu mau ketoilet atau butuh sesuatu?"
"mas bisa tidur disini" Kila menepuk-nepuk kasur yang ia tempati.
"Baiklah kalau kamu mau aku tidur disini aku akan tidur disini"Jawab Richo kemudian ia juga naik keatas ranjang yang ditempati Kila.
Kila tersenyum senang melihat Richo menuruti keinginannya.
"Sekarang aku mau nanya dan kamu harus jawab yang jujur" Richo memulai pembicaraannya yang dari tadi selalu ia tahan, karena belom merasa ada waktu yang pas dan mungkin inilah waktu yang tepat untuk menanyakan kehamilan Kila.
"Mas Richo mau tanya apa?" Kila menatap Richo dengan tatapan sayunya.
"Apa kamu sudah tau jika disini ada anak kita?" Tanya Richo mengusap perut datar Kila.
"Iya"Jawab Kila singkat.
"Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku? Apa kamu tidak menginginkan anak ini?"Tanya Richo menatap Kila tajam
"Bukan seperti itu" Jawab Kila mulai terisak
"Lalu apa?"
"Aku takut" lirih Kila masih terisak
__ADS_1
"Takut kenapa?"
"Aku, aku takut kalau mas tidak mau menerima anak ini dan menyayanginya seperti mas menyayangi ketiga anak mas"
"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu?"
"Karena mas Richo tidak pernah mencintaiku, aku takut mas juga tidak bisa menerima dan mencintai anak yang lahir dari rahimku" Kila semakin terisak.
Sesaat Richo memejamkan matanya "Kamu ini bodoh sekali. Dia ini anakku darah daging ku aku pasti akan mencintai dan menyayanginya tak perduli siapapun ibu yang melahirkannya aku pasti akan menyayanginya sepenuh hatiku" Richo menghapus air mata Kila dan memeluknya.
"Apa mas juga akan mencintai ibunya?" Tanya Kila mendongakkan kepalanya menatap Richo.
"Maafkan aku, aku belum bisa mencintaimu tapi aku janji aku akan mencintai, menyayangi dan menjaga anak kita" Richo membawa kepala Kila memeluk dadanya.
Kila yang memeluk dada Richo merasakan dan mendengar detak jantung Richo yang berdetak dengan cepat seperti yang ia rasakan setiap kali dirinya berdekatan dengan Richo. Perlahan-lahan Kila mulai memejamkan matanya menikmati hangatnya pelukan Richo yang selama ini ia inginkan dan impikan.
Setelah Richo memastikan Kila tertidur pulas ia segera merebahkan tubuh Kila dan menyelimutinya kemudian ia juga ikut tidur disamping Kila. Richo menatap dan mengusap lembut perut Kila dengan rasa bersalah.
Maafkan papi sayang, papi sempet meragukan kehadiranmu. Papi janji akan menyayangimu seperti papi menyayangi ke-tiga kakak-kakak mu. Batin Richo berbicara dengan anak yang masih berada di rahim Kila.
Richo beralih menatap wajah Kila yang masih terlihat pucat. Richo membelai lembut pipi Kila yang mulus dan halus.
*****
"Selamat pagi tuan dan nyonya"
Kila dan Richo langsung terbangun saat mendengar seorang pria menyapa dirinya yang masih tertidur dengan saling berpelukan. mereka berdua merasa malu ketika menyadari jika disana sudah ada dokter Sefan dan dokter kandungan.
Kila yang merasa malu langsung menyandarkan tubuhnya di ranjang dan memalingkan wajahnya sedangkan Richo malah mengomeli dokter Sefan.
"Ck dokter Sefan kenapa sepagi ini sudah kesini dan tidak mengetuk pintu terlebih dahulu mengganggu saja" Ucap Richo dengan wajah masam.
"Hay tuan kau pikir ini masih subuh, coba lihatlah ini sudah jam 9 pagi dan waktunya para dokter mengontrol semua pasiennya" Ketus dokter Sefan.
"Baiklah cepat periksa istriku" suruh Richo.
"Bukan aku yang akan memeriksanya tapi dia" Dokter Sefan menunjuk dokter wanita yang ada disampingnya.
"Lalu kenapa dokter ikut kesini?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin menemani dokter Gea dan juga mengunjungi istri mu yang cantik ini" Jawab dokter Sefan santai.
"Dia ini istriku awas aja jika dokter berani macam-macam dengannya" Ancam Richo menatap tajam dokter Sefan.
Dokter wanita atau dokter Gea menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan mereka.
"Tuan Richo, dokter Sefan, apa kalian bisa diam?" Tanya dokter Gea sambil memandang mereka berdua bergantian.
"Bisa dok" Jawab Dokter Sefan dan Richo secara bersamaan.
"Baiklah kalau begitu biarkan saya memeriksa nyonya Kila terlebih dahulu" Dokter Gea pun mendekati Kila.
"silahkan dok" Ucap dokter Sefan tersenyum.
Dokter Gea memeriksa Kila dengan teliti dan setelah memastikan jika Kila baik-baik saja dokter Gea mengijinkan Kila untuk pulang besok dengan catatan Kila harus banyak-banyak beristirahat dan yang terpenting dia tidak memikirkan hal yang bisa membuatnya stres.
Setelah dokter Sefan dan dokter Gea keluar Richo masuk kekamar mandi mengambil air dan handuk kecil untuk membersihkan badan Kila.
"Ayo biar aku yang mengelap badan mu ini" Ucap Richo mengambil handuk kecil dan mencelupkan handuk itu kedalam air hangat.
Berlahan lahan Richo membuka semua pakaian Kila dan mengelapnya dengan handuk kecil dari wajah hingga ujung kaki Kila.
Setelah dirasa cukup bersih Richo mengeringkan badan Kila dengan handuk dan memakaikan baju rumasakit yang sudah disediakan oleh suster tadi.
"Seharusnya mas Richo mengantarkan ku saja kekamar mandi supaya mas tidak kerepotan seperti ini" Ucap Kila merasa kasihan saat melihat suaminya itu mengurus dirinya.
"Aku tidak mau nanti kamu jatuh, aku tidak mau terjadi sesuatu pada kalian" Richo sebenarnya takut jika Kila akan mengalami hal yang sama seperti Sinta saat Sinta mengandung Zil yang terjatuh dari kamar mandi.
Richo tak mengapa jika harus menahan hasratnya karena melihat tubuh Kila yang seksi dan menarik asalkan Kila dan jamin yang dikandungnya baik-baik saja.
Kila merasa senang dan bahagia karena Richo begitu perhatian padanya.
setelah selesai mengurus Kila Richo segera masuk kekamar mandi. dan menyelesaikan urusannya dikamar mandi.
bersambung....
jangan lupa like & komen
terimakasih...
__ADS_1