Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 168


__ADS_3

Malam hari Alden pun membawa Khansa ke Dokter untuk memeriksa kesehatannya.


Dokter Vivian sudah menunggu kedatangan mereka.Sebelumnya Alden sudah membuat janji.


Dokter Vivian menanyakan gejala apa saja yang Khansa rasakan.Khansa pun menceritakan semua nya.


Dokter Vivian pun mengangguk mengerti,diagnosis pertamanya adalah kemungkinan Khansa sedang berbadan dua.


"Kamu coba pake testpack ini untuk memeriksa urine mu".Dokter Vivian memberikan Khansa sebuah alat tes kehamilan.


Khansa pun mengikuti arahan Dokter Vivian.


Tes itu menunjukan dua garis merah samar-samar yang artinya Khansa positif hamil.


"Ini masih samar,tapi dari gejala yang kamu rasakan,ada kemungkinan kamu sekarang sedang hamil".Ucap Dokter Vivian yakin.


"Hamil,,,,,,"Ucap Khansa hampir tak percaya bahwa gejala mual dan muntah yang ia alami beberapa hari ini adalah karena ada janin di perutnya.


"Iya kamu hamil Khansa,selamat ya"Ucap Dokter Vivian.Dokter Vivian adalah Kakak kelas Khansa dan Alden dulu dan sekarang berprofesi sebagai dokter.

__ADS_1


Alden juga sama terkejutnya seperti Khansa ia tak menyangka buah cintanya dan Khansa hadir secepat ini.


"Mas,,,aku hamil"Khansa memberitahu Alden.


"Iya Moy,,Kita akan jadi orang tua"Alden mencium pucuk kepala Khansa.


"Untuk lebih akuratnya Khansa bisa melakukan USG di Dokter Lania,dokter spesialis kandungan".Saran Dokter Vivian.


Alden dan Khansa pun mengikuti saran Dokter Vivian dan menemui Dokter Lania.dan hasilnya Khansa memang sedang mengandung.


Dokter Lania memberikan berapa resep obat dan vitamin yang harus Khansa konsumsi selama kehamilannya.


"Mas aku harus cuti kuliah,aku takut kalau kegiatanku di kampus berpengaruh dengan pertumbuhan calon bayi kita".Ucap Khansa.


"Kita bicarakan itu nanti dirumah ya Moy,kita bisa minta pendapat dari orang tua kita"Alden tak ingin langsung mengambil keputusan.


"Iya Mas,,,"Khansa mengusap lembut perutnya yang masih rata itu.


Kabar kehamilan Khansa juga sudah keluarganya dengar,Mami Yola dan Papi Taufan pun segera datang kerumah Ardan dan Tisha.

__ADS_1


Semua keluarga sangat bahagia,akan kabar kehamilan Khansa.ini adalah calon cucu pertama mereka.


Setelah semua berkumpul,Khansa pun menceritakan kegalauan hatinya.


"Kamu masih bisa tetap kuliah Sa,cuma aktivitas berat di kampus bisa kamu kurangi".Mami Yola memberi saran.


"Tapi kami semua juga menyerahkan semua keputusan ditangan kalian berdua"Ucap Mami Yola lagi.Tisha pun sependapat dengan Yola.


"Kita lihat Kondisi Khansa beberapa hari ke depan,kalau kondisinya tidak memungkinkan ambilah libur dulu karena Daddy perhatikan kondisi Khansa sangat lemah".Ardan akhirnya ikut buka suara


"Alden setuju dengan saran Daddy,Alden juga khawatir soal kondisi Khansa".Alden menatap istrinya


Dan Khansa pun mengikuti semua saran yang baik dari keluarganya.Dan semua izin cutinya Papi Taufan yang akan mengurusnya.


Karena hari sudah semakin malam.Mami dan Papi Khansa pun pamit pulang.


Khansa yang sudah merasa lelah dan mengantuk akhirnya langsung meminta Alden mengantarnya ke kamarnya.


Alden memandang wajah Khansa yang sudah tertidur pulas.

__ADS_1


"Pantas saja akhir-akhir ini sikapmu berbeda Moy ternyata ada calon buah hati kita disini"Alden mengusap pelan perut Khansa dan mencium kening sang istri.


__ADS_2