Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
terseruduk lagi


__ADS_3

Ivan merebahkan dirinya di apartemen mewah miliknya. Ia memandang langit kamarnya,


saat iya memejamkan matanya.. tiba-tiba muncul bayangan Lana yang menatapnya tadi.


"Arrrgghhh... kenapa cewek itu muncul tiba2!"


Ivan berbalik badan dan tengkurap mencoba memejamkan matanya dan lagi lagi bayangan Lana yang muncul.


"huuuhh bisa error aku nih.. dan merem melek cewek itu lagi.. Ia memegang dadanya yang berdetak tak karuan.


sementara itu Lana setelah mendapat informasi tempat koasnya, Ia segera pulang dan beristirahat. Lana tak menjelaskan apapun pada Santi tentangnya hari ini.


Seminggu kemudian..


"Selamat pagi.. salam kenal dan selamat bergabung bersama kami di sini". Bram menutup pertemuan pagi ini kepada seluruh dokter yang ditugaskan koas.


"Halo dokter Lana.. " sapa Cahya pada Lana


"Halo Bu.." senyum sambil menjabat tangan Lana.


"Jangan Panggil Ibu.. kita kan seumuran, panggil Ibunya kalau lagi meeting aja atau lagi ada kedinasan" pinta Cahya.


"Eh iya.. Cahya.. sudah lama kerja disini?"


"Baru setahun ini Dok.."


"Waah jangan panggil dok kan tadi bilangnya panggil nama". Lana tersenyum pada Cahya.

__ADS_1


Sejak saat itu Lana dan Cahya akrab, setiap ada waktu mereka berdiskusi ataupun sekedar makan siang bersama.


"Cahya.. aku belum bertemu dengan direktur di sini". Ucap Lana sambil mengambil sendok untuk makan siangnya.


"Oh itu.. Pak Direktur sedang ada meeting di luar dan pembangunan proyek barunya". Cahya menjelaskan


"Wah.. aku kira Pak Direktur hanya mengurus rumah sakit ini saja.. "


"tidak beliau punya beberapa usaha, selain itu Ia CEO baru dari Raharja Group".


"Oh begitu... " . Lana mengesap jus alpukat kesukaannya.


seminggu berlalu, Lana bekerja di rumah sakit itu, dia dan Santi sahabatnya bekerja sambil menunggu jadwal wisudanya yang akan dilaksanakan bulan depan.


"Pagi dok.. " sapa para karyawan yang dilewati Ivan.


"Eh.. eh.. maaf Pak saya buru2 ada pasien gawat.. ". Lana buru2 tanpa melihat yang ia tabrak


Ketika Ivan berbalik badan Lana sudah pergi menuju UGD. kemudian Ivan berbisik Rio asisten pribadinya.


"siapa dia?? " tanya Ivan berbisik.


"Maaf dok, itu tadi dokter koas di sini, namanya dokter ILana Saraswati.


Ivan tersenyum tipis lalu kembali melanjutkan langkahnya menuju lantai 5 ruangannya.


Sampai di depan pintu ponsel Ivan berdering, tertulis "Kakek".

__ADS_1


"Halo Kek... ". Sapa Ivan pada kakeknya.


"Hala halo... salammu mana??" Kakek Raharja bersungut di ujung telpon.


"Iyaa.. Assalamualaikum.. kakekku tersayang..". Ivan mengeluarkan nada manjanya.


"jam makan siang ketemu kakek di Restaurant keluarga kita".


"Iya kek.. nanti Ivan ke sana.. "


" Ya sudah kakek tunggu, Assalamualaikum"


"Iya kek, Wa'alaikum salam". Ivan menutup telponnya dan menghela nafas panjang..


saat akan membuka pintu, Rio berjalan mengikuti dari belakang dan menyerahkan beberapa berkas pada Ivan.


"Dok... ini berkas2 dokter koas yang dokter minta, sekedar informasi menurut Bu Cahya beliau juga pernah memberikan ini sebelumnya". Rio menjelaskan.


"Iya.. memang pernah di berikan kemudian saya kembalikan lagi setelah tanda tangan, saya menandatangani surat persetujuan koas mereka lewat listnya, sekarang saya mau yang lengkap karena waktu itu hanya sekilas lihat fotonya".


"Baik dok.. ini berkasnya".


"Oh Oke.. tolong di note setelah makan siang saya mau adakan rapat dadakan karena ada info baru untuk akreditasi kita". perintah Ivan pada Rio


"Baik Dok..." Rio undur diri


"terima kasih Yo". Ivan tak pernah lupa berterjma kasih walaupun itu pada karyawannya.

__ADS_1


__ADS_2