Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
1.50


__ADS_3

"Nyonya besar menggandeng tangan Richo diikuti oleh Mex dari belakang. Mereka bertiga menuju tempat ijab Kabul yang ada ditengah-tengah ruangan itu.


Setelah sampai Richo duduk didepan pak penghulu dan paman Kila yang akan jadi wali nikah kila karena ayahnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.


Kini semuanya sudah hadir termasuk para saksi dari kedua belah pihak dan semua akan dimulai saat mempelai wanita sudah hadir.


Semua mata tertuju pada tangga termasuk Richo, ia tertegun saat melihat Kila yang terlihat anggun dan cantik dengan balutan kebaya berwarna putih menuruni anak tangga satu persatu dengan digandeng oleh ibu dan bibi Sum diikuti oleh ke-tiga anak-anak Richo dari belakang.


Kila terus menampilkan senyum terbaiknya untuk menutupi rasa gugupnya.


sesampainya di tempat ijab Kabul Kila segera duduk disamping Richo.


Setelah semuanya hadir acara akad nikah pun dimulai dengan pembukaan setelah itu dilanjutkan dengan khotbah nikah yang disampaikan langsung oleh petugas KUA.


kini saatnya Richo mengucapkan ijab Kabul.


Richo mengulurkan tangan kanannya menjabat tangan kanan paman Kila untuk melakukan ijab-kabul.


"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan engkau Richo Adijaya bin Putra Adijaya dengan keponakan saya Kila Larasati binti Abdulah dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 200 gram dibayar tunai"


"Bismillahirrahmanirrahim, saya terima nikahnya Kila Larasati binti Abdulah dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 200 gram dibayar tunai"


"Bagaimana para saksi sah"


"Sah..." teriak semua orang yang hadir di acara akad nikah Richo dan Kila.


"Alhamdulillah" ucap pak penghulu dan yang lainya.


Setelah ijab-kabul dinyatakan sah Richo membaca doa akad nikah dengan khusu.


Setelah membaca doa Richo dan Kila menandatangani buku nikah.


kini waktunya Richo menyerahkan mahar kepada Kila dan bertukar cincin nikah.


Kila menyematkan cincin kawin dijari manis Richo kemudian ia mencium tangan Richo begitu juga sebaliknya, Richo menyematkan cincin kawin dijari manis Kila kemudian ia mencium kening Kila.


Acara terakhir yaitu sungkeman atau memohon maaf sekaligus meminta restu orang tua.


Selesai sungkeman Richo dan Kila berada di pelaminan untuk berfoto bersama dan menyalami para tamu undangan yang memberikan selamat atas pernikahan mereka berdua.


Semua orang begitu terlihat sangat bahagia dengan pernikahan Richo dan Kila.


Sesuai keinginan Kila pesta akad nikah digelar secara sederhana dan untuk acara akad nikah ini keluarga Richo hanya mengundang para kerabat dan sahabat dekat saja. Sedangkan untuk acara pesta nanti malam Richo mengundang semua karyawannya dan juga rekan bisnisnya.

__ADS_1


Pukul 2 siang acara baru selesai kini Richo dan Kila masuk kedalam kamar pengantin untuk beristirahat sebelum mereka bersiap-siap kembali untuk berpesta nanti malam.


Kila berdiri didepan ranjang ia melihat sekeliling kamar yang dihias begitu indah. Begitu juga dengan ranjangnya. Kila melihat diatas ranjang sudah ditaburi dengan kelopak bunga mawar merah yang berbentuk hati.


selain itu lantai kamar juga bertaburan dengan kelopak bunga mawar merah dimana-mana.


"mas dimana kita beristirahat kalau kasurnya penuh dengan bunga kayak gini?" Tanya Kila tak bersemangat


"Ya kalau mau istirahat ya tinggal istirahat aja di ranjang" Jawab Richo dengan entengnya.


"Tapi kan enggak enak mas tidur di atas bunga kayak gitu. Kenapa sih kamarnya mesti dihias dengan bunga segala" Protes Kila sambil mencabikkan bibirnya.


"Dasar bodoh, yang namanya kamar pengantin ya seperti ini. Memangnya kamu enggak pernah lihat kamar pengantin itu kayak apa?" Richo mencubit hidung Kila dengan gemas.


"Kan Kila belum pernah menikah jadi ya enggak pernah lihat kamar pengantin mas" Jawab Kila dengan polosnya sambil mengusap hidungnya yang memerah akibat dicubit Richo.


"Yasudah kamu lebih baik mandi aja dulu nanti kalau mau tidur kita bersihin bunganya itu lagian saya juga tidak nyaman tidur di atas bunga kayak gitu"


Kila mengangguk setuju kemudian ia melangkah keluar hendak mengambil pakaian dikamarnya.


"Tunggu Kila, kamu mau kemana?" Tanya Richo saat melihat Kila melangkah keluar.


Kila menoleh kearah Richo"Mau ambil baju dikamar"


"Benarkah? Dimana bajunya?"


"Ada dilemari paling ujung" Richo menunjuk deretan lemari yang paling ujung.


"Baiklah" Kila menuju lemari yang paling ujung dan mengambil satu setel baju santai.


Setelah mengambil baju Kila masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Richo duduk di sofa menunggu Kila selesai mandi sambil memainkan game yang ada di ponselnya.


dua puluh menit kemudian Kila selesai dengan ritual mandinya dan keluar kamar mandi dengan menggunakan baju santainya.


"Mas mandilah dulu aku sudah selesai" Kila menyuruh Richo mandi


"Ya" Jawab Richo singkat kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Kila menyiapkan baju untuk Richo setelah itu ia keluar kamar untuk mengambil sapu dan membersihkan kelopak bunga mawar yang berserakan dikamar itu.


"ah akhirnya beres juga" Gumam Kila saat melihat kamar itu sudah bersih oleh kelopak bunga mawar.


Kila yang duduk diatas ranjang sambil bersandar segera memalingkan mukanya saat melihat Richo keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.

__ADS_1


Richo yang melihat baju gantinya sudah disiapkan di atas ranjang langsung mengambil dan segera menggunakannya dikamar mandi saat ia tau Kila malu melihat dirinya yang hanya menggunakan handuk tanpa berpakaian.


Richo naik keatas ranjang dan duduk disamping Kila. Sesat ia terdiam kemudian dia menyuruh Kila untuk tidur.


"Tidurlah dulu ini sudah jam 3 dan waktu kita hanya tinggal 2 jam untuk bisa tidur karena setelah itu kita harus bersiap kembali" Ucap Richo kemudian ia merebahkan tubuhnya untuk tidur.


"Aku tidak bisa tidur" Kila melirik Richo.


Richo menoleh "Kenapa?"


"Lapar" Jawab Kila tersenyum malu


"Sebenarnya aku juga sih"


Richo mengambil ponselnya dan menghubungi bibi Siti untuk mengantarkan makanan kekamarnya.


Tok tok tok


"Tuan ini makanannya" Teriak bibi Siti dari luar kamar.


Richo yang mendengar panggilan dari bibi Siti segera membuka pintu kamarnya dan mengambil nampan yang berisi makanan.


"Kila ayo kita makan" Richo menaruh makanan di atas meja.


"Iya mas" Jawab Kila kemudian turun dari ranjang dan duduk di sofa bersebelahan dengan Richo.


Richo yang sudah melahap makanannya berhenti saat melihat Kila hanya menatap makanannya.


"Kila kenapa makanannya tidak dimakan?"


"Aku elergi dengan udang dan makanan ini ada udangnya"


"Kalau begitu makanlah punyaku" Richo memberikan makanannya pada Kila dan Kila pun menerimanya.


"Lalu bagaimana dengan mas Richo?"


"Saya akan memakan makananmu itu" Richo mengambil makanan Kila.


Kila mengangguk kemudian mereka makan dengan diam tanpa ada yang bersuara.


Selesai makan Kila membawa piring kotor mereka kedapur dan segera kembali kekamar


kila merebahkan tubuhnya disamping Richo dan tak lama kemudian Kila pun sudah tertidur pulas.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2