Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Lana Cemburu


__ADS_3

"Van.. tunggu". ucap Sarah sambil memegang lengan Ivan.


"Sar.. maaf aku ga tau kalau kamu di sini tadi, bisa kita bicara di luar". ucap Ivan pada Sarah.


"iya..." Sarah menganggukkan kepala dan mengikuti langkah Ivan.


"siapa yang sakit??"


"Mama Van.. " sambil menyenderkan kepalanya di bahu Ivan.


"Sar.. kita ga boleh gini.. ga enak di lihat orang". Ivan mulai menjaga jarak dengan Sarah.


Sarah seorang wanita cantik blasteran Jawa dan Turki, orang yang melihatnya pasti terpesona dengan wajahnya yang cantik rupawan bagai putri negri dongeng.


Sarah pacar pertama Ivan saat kuliah di luar negeri, namun hubungan mereka hanya seumur jagung karena Sarah lebih memilih karirnya dan pergi meninggalkan Ivan.


Semenjak itu Ivan sangat tertutup dengan hubungan percintaan, Ia lebih memilih untuk fokus meneruskan masternya.


"Van.. aku mau minta maaf untuk semuanya". ucap tulus Sarah.


"Sudahlah.. itu sudah masa lalu ga perlu di ungkit lagi". Ivan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Apa kita bisa bertemu lagi, aku butuh teman".


"Aku ga tau... saat ini aku sedang sibuk tapi nanti akan aku sempatkan bertemu tante". ucap Ivan berusaha tetap tenang, Ia juga tak ingin melukai hati Sarah yang kini sedang sedih karena ibunya masuk rumah sakit.


"Mama akan di bawa ke ICU untuk pemantauan". ucap Sarah


"Nanti setelah tante masuk ruangan aku akan sempatkan lihat". ucap Ivan tulus.


Ivan sudah mengenal baik keluarga Sarah, bahkan sangat akrab dengan Bu Rahma. Ivan kerap berkunjung ke rumah Sarah ketika libur kuliah, oleh karena itu Ia tak bisa mengabaikan Sarah dan keluarganya walaupun mereka sudah putus.


Sementara itu Lana di ruangannya hanya diam menatap layar ponselnya dimana ada foto pernikahannya saat di Bali.


Tak lama kemudian Mitha mengetuk ruangan Lana.


"Dok... waktu tukar jaga, Dokter Aldi sudah datang". ucap Mitha


"Ah iyaa Ta.. saya siap2 dulu.."


"Iya.. bentar lagi Dok Aldi ke sini". pamit Mitha sambil menutup pintu.


Setelah operan jaga, Lana bergegas pulang tapi Ia bingung apa akan pulang ke apartement atau kemana, fikirannya berkecamuk melihat pemandangan siang tadi.

__ADS_1


Akhirnya Ia memilih pulang ke apartement untuk mengambil beberapa baju lalu Ia keluar lagi dan menuju salah satu hotel dekat rumah sakit.


Hari ini Ia belum bisa menjernihkan fikirannya jadi Lana memutuskan untuk menyendiri, Ia enggan bertemu suaminya bahkan perintah untuk ke ruangan Direktur di abaikannya.


Sementara di rumah sakit, Ivan sedang menunggu Lana di ruangannya. Lana tak kunjung datang, bahkan Ia melihat jam yang menunjukkan hari sudah mulai sore. Lana juga tak membalas telpon atau pesan dari Ivan.


"Apa dia marah lihat aku tadi?" gumam Ivan sambil mengusap wajahnya.


Akhirnya Ivan memutuskan menelepon UGD dan bertanya apakah Lana masih di sana.


"UGD selamat sore!" ucap perawat jaga.


"Dokter Lana ada?" tanya Ivan di ujung telepon.


"Dokter Lana sudah pulang jam 2 Pak" ucapnya sopan.


"Oh baik.. terima kasih".


Ivan terlihat gusar, akhirnya Ia memutuskan untuk pulang secepatnya. Ia ingin menjelaskan kejadian siang tadi pada Lana. Ia tahu Lana tengah cemburu, melihat sikap dingin Lana saat tadi melihatnya di peluk Sarah.


Hari semakin sore, Lana tertidur di kamar hotel yang di sewanya. Ia terlelap dalam mimpinya seolah ingin melupakan semua hal yang dilihatnya tadi siang.

__ADS_1


__ADS_2