Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 146


__ADS_3

Dokter memeriksa keadaan Alden,Dan Alden sudah sadar sepenuhnya.


Walau masih lemah tapi Alden sudah bisa di ajak bicara.


Dokter pun mempersilahkan lagi semua keluarga untuk melihat Alden.


Aiko terus menatap Khansa,Ia merasa iri dengan kedekatan Khansa dan orang tua Alden.


apalagi saat mengetahui Khansa adalah calon istri Alden.


"Al gimana apa yang sakit sayang"Tisha bertanya pada Putranya.


"Masih sedikit pusing Mom,Kapan Mommy dan Daddy datang"Tanya Alden


"Nanti saja Mommy ceritakan,Sekarang istirahat lah Al,Kondisi mu belum pulih"Tisha mengusap rambut putranya lembut


"Mom,,aku melihat Khansa sebelum pingsan dan tadi aku juga melihatnya lagi,apa aku sedang bermimpi Mom".


Tisha tersenyum dengan pertanyaan putranya.


"Apa kamu sangat merindukan Khansa,hingga kamu melihatnya berada disini sekarang".

__ADS_1


"Iya Mom,Ponselnya nggak aktif saat ku hubungi siang tadi".lirih Alden ia ingin sekali berbicara pada Khansa sekarang


"coba lihat siapa ini"Tisha menarik Khansa pelan


"Moy,,,ini beneran loe???"Alden ingin bangun dari tidurnya.


"Bukan ini roh gue"Jawab Khansa


"Jadi tadi malam gue nggak mimpi"Alden merasa senang mendapat kejutan kedatangan orang tuanya dan Khansa ke Amerika.


Aiko melihat sikap Alden yang berbeda dari biasanya,binar kebahagian dan tatapan penuh sayang pada gadis bernama Khansa membuat Aiko tak senang.


Alden melihat Devano dan Aiko yang berdiri diam di dekat Khanaya.


"Kamu yang terluka parah malah mengkhawatirkan kami berdua".Ucap Devano


"Al makasih sudah menolongku,Kalau saja kalian berdua tidak datang entah apa yang terjadi padaku".


"Lain kali hindari mengunjungi Club malam,Gadis sepertimu akan menjadi sasaran empuk para lelaki hidung belang.Apalagi cara berpakaian mu yang minim".Ucap Ardan tegas Ardan melihat tampilan Aiko yang memang sangat mengundang para lelaki tergoda.Walau tujuan Aiko hanya ingin menarik perhatian Alden.


Aiko hanya bisa tertunduk malu

__ADS_1


"Ini semua salahku Om,aku yang mengajak Alden dan Aiko untuk ke club.Ujian kami sungguh menguras otak jadi aku ingin membawa mereka bersenang-senang".Devano mengakui kesalahannya.


"Al juga kenapa harus ke club,setau Daddy kamu tak suka mengunjungi hiburan malam,belajar dari kejadian setahun lalu bahwa club bukan tempat yang aman".Ardan merasa kecewa namun ia juga sangat ketakutan saat melihat putranya terkapar tak berdaya,itu sebabnya ia sangat marah.


"Mas,,putramu baru saja sadar,jangan langsung memarahinya".tegur Tisha pada suaminya.


"Melihatnya hampir mati,Aku hampir kehilangan kewarasan ku Sha.Kalau saja polisi tidak datang aku sudah menghabisi para penjahat itu".Ucap Ardan


"Maafin Alden Dad"Ucap Alden ia tau sang Daddy mengkhawatirkannya.


"Tapi Daddy bangga,Kamu sudah melakukan hal yang benar Al,Menolong seseorang itu adalah kewajiban kita siapapun dia saat dalam bahaya sudah sepantasnya kita menolongnya,tapi lain kali harus liat kondisi juga jangan lupa menghubungi polisi sebelumnya".Ardan menepuk pundak sang putra.


"Iya Daddy"jawab Alden


Kini pandangan Alden hanya fokus pada Khansa,lama tak melihat Khansa secara langsung gadis itu semakin terlihat cantik di mata Alden.Ingin sekali ia memeluk Khansa dan mengatakan ia sangat merindukan gadis berlesung pipi itu.


"Sha boleh aku memelukmu sebentar saja"Tanya Alden


Khansa bingung harus menjawab apa,belum sempat Khansa menjawab Khanaya sudah lebih dulu berbicara


"Peluk aja Kak Al,anggap aja kami semua disini patung"Ucap Khanaya.

__ADS_1


Semua pun tertawa hanya Aiko yang terlihat marah dan kesal karena Alden benar-benar memeluk Khansa walau sebentar.


__ADS_2