Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Part 140


__ADS_3

Waktu berlalu kini sudah hampir setengah tahun kepergian Alden,Khansa baru menyadari ia mulai merindukan seorang pria yang selalu saja menggangunya itu.


Awalnya Alden Selalu memberi kabar walau hanya melalui pesan singkat,Perbedaan waktu yang menjadi kendala buat mereka bedua.


Alden disana sudah mulai fokus pada tujuannya dan waktunya untuk belajar semakin padat,Rasa rindu pada Khansa coba ia pendam.Alden sadar ia memiliki tanggung jawab besar sebagai penerus memimpin perusahaan keluarganya yang sudah Opa dan Daddy nya bangun sejak dulu.


*******


"Al ayo kita keluar makan siang"Ucap Seorang gadis berwajah oriental bernama Aiko gadis asal Jepang yang satu kampus dengan Alden.


Sejak awal bertemu pertama kali,Aiko sudah menaruh hati pada Alden.Alden yang terlihat dingin,cuek,dan wajahnya yang tampan membuat nya menarik dimata para gadis.Hanya Khansa yang menilai Alden berbeda dari gadis lain,bagi khansa Alden sosok yang usil dan menyebalkan tapi pendapat Khansa itu sudah berubah sekarang.


Ini sudah berapa kali Aiko mengajaknya,namun dengan halus Alden menolaknya.


"Maaf Aiko,aku sudah janji sama Devano akan makan siang bersama nya"ucap Alden.


Ia memang sudah janji pada temannya Devano yang ia kenal saat di Amerika dan Devano juga berasal dari Indonesia.


"Gimana kalo aku ikut gabung bersama kalian"Aiko tak habis ide agar bisa makan bareng Alden.


"Boleh,,ayo kita pergi bersama"Ucap Devano yang tak sengaja mendengar percakapan Alden dan Aiko.

__ADS_1


Alden hanya bisa bernafas panjang dan tak bisa menolak.


Aiko tersenyum senang,Aiko bangga akan menjadi gadis yang pertama dekat sama Alden sekarang.Banyak gadis yang berusaha mendekati Alden namun semua sia-sia.


Aiko terus berjalan disamping Alden untuk menuju Kantin kampus mereka.


Para gadis berbisik-bisik karena merasa iri dengan Aiko yang bisa mendekati Alden.


Alden tak perduli semua itu,tujuannya hanya ingin makan siang.Berbeda dengan Aiko ia sengaja terus berjalan beriringan dengan Alden untuk membuat para Gadis yang lain merasa iri dengannya.


Devano yang memperhatikan gerak gerik Aiko hanya bisa tertawa kecil.


Devano tau Aiko memiliki rasa sama Alden sangat terlihat sekali dari cara Aiko menatap Alden.


"Kita duduk disana"Tunjuk Devano yang melihat bangku dan meja yang masih kosong dekat dengan jendela.


"Ah aku suka tempat itu"Ucap Aiko dan langsung menarik tangan Alden menuju meja yang Devano maksud.


"Aiko lepaskan tanganmu"Ucap Alden


"upss,,maaf,,,,aku nggak sengaja"Ucap Aiko malu.

__ADS_1


Alden pun langsung memilih tempat duduk paling pinggir disusul oleh Devano dan Aiko.


Saat Alden sudah duduk panggilan ponselnya berdering.Ternyata dari Daddy-nya.


"Hallo Dad"Sapa Alden


"Daddy hanya ingin memberitahumu keberadaan Vina sudah kita Ketahui"Ucap Ardan antusias


"Benarkah Dad,dimana Vina sekarang"Alden sangat senang mendapat kabar dari Daddy-nya tentang keberadaan Vina.


"ini semua berkat bantuan Opa mu Al"


"Maaf Dad,Alden memberitahu tentang ini semua pada Opa"Ucap Alden merasa bersalah karena ia diminta sang Daddy untuk merahasiakannya.Namun Raksa tak pantang menyerah dan meminta Alden menceritakannya.


"Kenapa harus minta maaf,Daddy malah sangat berterima kasih,Nanti Daddy akan memberi kabar kalau Vina sudah tertangkap".Ucap Ardan


"Oke Dad,Alden sangat berharap Vina secepatnya ditemukan,Aku mengkhawatirkan Khansa".Ucap Alden lirih menyebut nama Khansa rasa rindunya pada gadis itu semakin besar.


"Kami semua menjaga Khansa disini,Ada Pasan dari Mommy kamu jaga kesehatan disana"Ucap Ardan sebelum menutup panggilannya.


"Iya Dad"Dan Alden pun meletakkan ponselnya di atas meja.

__ADS_1


Aiko melihat sekilas kearah ponsel Alden,Ada foto seorang gadis disana.Aiko merasa cemburu dan bertanya-tanya didalam hatinya


"Apakah itu Pacar Alden???,Atau itu hanya foto adiknya???,Tapi nggak mungkin pasti gadis itu sangat spesial sampai dijadikan walpaper diponselnya".Aiko terus bergumam didalam hatinya.


__ADS_2