Ketulusan Cinta

Ketulusan Cinta
Apartement


__ADS_3

Ivan dengan lembutnya mengeringkan wajah Lana, hingga tangan Ivan ditahan Lana. Mereka saling berpandangan lagi lalu Ivan merapikan rambut tipis yang ada di wajah Lana.


Ivan mencium kening Lana cukup lama dan Lana memejamkan mata menikmati ketulusan yang Ivan berikan.


Ivan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena hujan semakin deras Ivan berinisiatif membelokkan mobilnya ke sebuah gerai makanan cepat saji, tanpa turun dari mobil Ia memesan beberapa makanan kemudian melanjutkan kembali perjalanannya, Ia tidak membawa Lana kembali ke rumah, Ia membawa Lana ke apartemennya.


Sementara itu karena lelah Lana tertidur sampai Ivan masuk parkiran apartemennya. Lana belum juga terbangun, Ivan melepas sabuk pengaman yang dipakai Lana. Ia kemudian keluar dan menggendong tubuh Lana menuju apartemennya.


Setelah bersusah payah akhirnya Ivan berhasil masuk apartmenennya dan membaringkan Lana di sofa, Ivan tersadar Ia lupa membawa makanan yang Ia beli tadi. Ivan kembali ke basement apartemennya mengambil makanan itu di mobil dan kembali ke atas.


Sementara Lana masih tertidur pulas di sofa, Ivan masuk ke dalam apartemennya dan menaruh makanannya di dapur.


Ivan menghampiri Lana dan berjongkok di depan wajah Lana.


Ivan mengusap lembut pipi Lana, hal itu membuat Lana menggeliat dan membuka matanya perlahan.


"Lana.. bangun sayang... Lana.." Ivan mengelus pipi Lana.


"dimana ini??" Lana menegakkan duduknya.


"di apartemenku, bajumu basah dan arah terdekat dari kampus adalah apartemenku jadi aku bawa kamu ke sini" jelas Ivan pada Lana.


Ivan berdiri dan menuju kamarnya, Lana hanya memandangi punggung Ivan. Ia melihat tubuh Ivan yang tinggi tegap Ia kembali mengingat ciuman pertamanya bersama Ivan tadi rasa panas menjalar di pipinya yang kini merah merona.


"kenapa pipimu merah, apa kamu demam karena hujan tadi??" sambil menyentuh kening Lana.


"ti.. tidak.. aku tidak apa2". sambil mengambil handuk di tangan Ivan.


"kamu bisa mandi dan bersihkan diri dulu, aku tadi sudah meminta Rio membawa pakaian ke sini"

__ADS_1


"sebaiknya aku pulang saja.." Lana tertunduk malu.


"pakaianmu basah dan di luar masih hujan deras, sementara diamlah di sini dulu, pakai pakaianku dulu sampai Rio datang bawa pakaian". tegas Ivan ke Lana.


"iyaa..." lirih Lana.


"kamar mandinya ada di kamarku masuk aja". Ivan berdiri di depan pintu kamarnya dan berjalan membukakan pintu kamar mandi miliknya.


Lana yang berjalan mengekori Ivan segera masuk ke kamar mandi, membersihkan diri yang basah karena hujan.


"Lan.. pakaianku ada di atas ranjang ya!!". Ivan sedikit mendekatkan diri di depan kamar mandi.


"Iya... " sahut Lana dari dalam kamar mandi.


selama 20 menit Lana berada di kamar mandi, kemudian Ia keluar hanya menggunakan handuk yg dililitkan di tubuhnya.


Ia lalu memakainya, karena kebaya yang Ia pakai sudah basah tadi.


Ivan yang sedari tadi menunggu giliran mandi lalu mengetuk pintu kamarnya.


"tok.. tok.. Lan.. apa kamu sudah selesai??"


"Aah iya.. sebentar ini juga sudah selesai". Lana melangkah keluar dan membuka handle pintu.


Ivan yang sedari tadi menunggu di depan pintu dengan tangan bersedekap di dada.


"kamu kenapa???... maaf ya aku mandinya lama". Jawab Lana sambil melangkah keluar kamar.


"tidak apa.. hanya dingin saja, aku mandi dulu, di dapur ada makanan tadi waktu lita pulang aku membelinya, kamu bisa makan duluan tidak usah menungguku". Ivan masuk dan bertatapan lagi dengan Lana yang kini memakai kemejanya yang terlihat sedikit kebesaran di badan Lana.

__ADS_1


Lana menyilangkan tangan di dadanya karena saat ini Ia sedang tidak memakai dalaman yang sudah basah kena hujan.


"Cantik!". Ivan bergumam lalu masuk ke kamarnya.


Lana yang sedikit mendengar gumaman Ivan, pipinya kini bersemu merah.


"mulai mesum!". gerutu Lana.


"jangan menggerutu!!". Ivan tiba2 membuka pintu dan membuat Lana berjingkat kaget.


Lana pergi ke dapur untuk melihat makanan uanh dibeli Ivan tadi, Ia menyusun makanan itu di atas piring.


Lalu Ia membuat teh hangat dan duduk di meja makan, Ia menunggu Ivan, Lana tak ingin makan sendirian.


Setelah Ivan keluar kamar tiba2 Lana berteriak dan menutup matanya.


"Aaakh!!". sambil tutup mata


"Hei!! ngapain teriak!?". Ivan bingung dibuatnya.


"Kamu ngapain ga pake baju!!". Lana masih menutup matanya.


"Ya ga kenapa napa, emang kenapa?". Ivan tambah bingung


"Aah cepat pakai bajumu!!". Lana sedikit teriak.


"Iya.. iya.. sabar, cewek aneh!". sambil kembali masuk ke kamarnya.


Lana bernafas lega karena Ivan mau memakai bajunya, mereka lalu duduk berhadapan di meja makan dan menikmati makanan yang dibeli Ivan.

__ADS_1


__ADS_2